5 Contoh Teks Editorial tentang Pendidikan dan Sekolah

Jika Anda merupakan pembaca aktif koran atau surat kabar, maka tidak akan asing lagi dengan salah satu jenis rubrik yaitu rubrik opini. Teks dalam rubrik tersebut merupakan teks editorial.

Definisi Teks Editorial

Teks Editorial adalah sebuah artikel dalam surat kabar yang isinya berupa pendapat atau pandangan penulis terhadap suatu peristiwa atau kejadian yang sedang hangat dibicarakan.

Isu atau bahasan dalam teks tersebut dapat berkaitan dengan berbagai contoh bidang ekonomi, politik, sosial, budaya, olahraga maupun contoh teks editorial tentang pendidikan.

Contoh Teks Editorial tentang Pendidikan
Contoh Teks Editorial tentang Pendidikan

Opini penulis dalam teks editorial dapat berupa kritik, penilaian, harapan, atau saran. Namun, dalam menyampaikan pandangannya penulis harus menggunakan acuan data dan fakta serta memiliki jalan berpikir yang logis, agar dapat dipercaya oleh pembaca.

Ciri-ciri Teks Editorial

Berdasarkan modul dari kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ciri-ciri teks editorial adalah sebagai berikut :

1. Topik yang dibicarakan merupakan pembahasan yang aktual dan hangat dibicarakan oleh masyarakat. Apa yang menjadi pembahasan bersifat aktual dan faktual.
2. Teks editorial bersifat sistematis dan logis
3, Teks editorial merupakan opini yang bersifat argumentatif
4. Teks editorial merupakan teks yang menarik untuk dibaca karena menggunakan kalimat yang lugas atau singkat padat dan jelas.

Struktur Teks Editorial

Berdasarkan modul dari kementerian Pendidikan dan Kebudayaan struktur teks editorial adalah sebagai berikut :

1. Pernyataan Pendapat (Thesis)
Pernyataan pendapat atau dapat disebut dengan tesis merupakan bagian teks yang mengemukakan topik yang akan disampaikan. Terdapat pada awal paragraf sebagai pembuka pembahasan.

2. Argumentasi
Bagian berikutnya adalah argumen dari penulis. Penulis menyampaikan argumen dengan dukungan fakta yang terjadi di lapangan kemudian mengomentari fakta tersebut berdasarkan sudut pandang sendiri.
Penulis akan menyampaikan sesuatu yang menjadikan pembaca mengikuti apa yang dituliskan. Argumentasi terdiri atas beberapa paragraf. Argumentasi biasanya berupa pernyataan umum, kutipan para ahli, atau hasil penelitian.

3. Kesimpulan
Bagian ini merupakan penegasan ulang pendapat yang disertai deretan fakta yang menguatkan argumen. Penegasan akan dilakukan di bagian akhir teks, berfungsi untuk menambah keyakinan pembaca.


Jenis Teks Editorial

Secara umum, teks editorial terbagi menjadi tiga jenis, yaitu :

1. Interpretatif editorial. Teks editorial ini menyajikan fakta dan figur seseorang untuk memberi pengetahuan.

2. Controversial editorial, Jenis ini bertujuan untuk meyakinkan pembaca pada keinginan penulis. Biasanya argumen yang berlawanan digambarkan menjadi lebih buruk dibandingkan dengan pendapat penulis.

3. Explanatory editorial, Jenis ini merupakan teks yang menyajikan masalah atau isu untuk dinilai oleh pembaca. Biasanya penulis akan melemparkan isu agar masyarakat menilai sendiri apa yang sedang terjadi.

contoh membuat laporan tugas

Tujuan Teks Editorial

1. Untuk memberikan overview, pandangan mengenai masalah-masalah yang sedang hangat.


2. Mengajak pembaca agar ikut berpikir mengenai sebuah masalah yang aktual dan banyak diperbincangkan.

Contoh Teks Editorial Tentang Pendidikan

1. Aturan Zonasi pada Sistem Penerimaan Siswa

Pendapat
Topik mengenai sistem zonasi pada proses penerimaan siswa baru kembali ramai dibicarakan pada tahu ajaran baru ini. Sistem zonasi adalah sistem penerimaan siswa baru dengan mempertimbangkan wilayah geografis. Dimana yang akan di prioritaskan adalah warga sekitar sekolah. Nilai tidak menjadi prioritas paling mutlak pada sistem ini.

Peraturan ini konon akan mengatur para pegawai dan guru dari sekolah tersebut, Sehingga guru dan para pengajar memiliki radius yang dekat dengan sekolah. Program ini memiliki azas pemerataan baik untuk siswa atau tenaga pengajar.

Argumen
Cara zonasi dalam penerimaan siswa baru dinilai efektif dalam mengatasi ketimpangan kualitas sekolah yang berdasarkan pada prestasi. Kenyataannya pendidikan masih sangat timpang antara di kota dan sekolah yang berada di luar wilayah perkotaan. Sekolah favorit memiliki prestasi selangit, sedangkan sekolah lain menjadi tidak menarik bagi calon siswa.

Sekolah-sekolah berlabel favorit memiliki fasilitas yang lengkap dan memadai, sedangkan sekolah yang berada di pelosok kurang akan perhatian pemerintah. Ketimpangan semacam ini memudahkan sekolah favorit mendapatkan siswa dengan nilai yang tinggi, dan sebaliknya sekolah lain akan mendapatkan siswa dengan nilai akademik yang biasa-biasa saja.

Semua siswa berhak mendapatkan perlakuan dan fasilitas pendidikan yang sama. Siswa akan lebih berkembang jika fasilitas fisik dan kualitas pengajar juga mendukung. Banyak oknum guru yang cenderung pasrah dengan kondisi siswanya yang mereka anggap sulit untuk berkembang.

Kesimpulan
Sistem yang dipercaya dapat menjadi solusi pemerataan pendidikan ini harus berjalan dengan dukungan dan konsistensi dari pemerintah dan masyarakat.

Pemerintah harus adil dan benar-benar menjalankan program, dan masyarakat mentaati aturan yang sudah dibuat. Pada akhirnya kekompakan antara pemerintah, para tenaga pengajar dan masyarakat lah yang akan mewujudkan pendidikan yang semakin baik di Indonesia.

2. Teks Editorial Penggunaan Teknologi Dalam Pesantren

Pendapat
Pesantren kini semakin mendapat tempat dimasyarakat. Pendidikan pesantren yang tadinya hanya bersinggungan dengan agama, kini sudah banyak yang merambah ke pendidikan umum. Bahkan banyak pesantren yang berlabel pesantren modern.

Adanya kemajuan zaman membuat teknologi semakin maju dan semakin cepat perkembangannya. Berkembangnya teknologi juga sedikit banyak berpengaruh pada pola pendidikan di pesantren.

Pondok Pesantren yang dulu banyak menganut sistem salaf, kini sudah banyak yang menerima kehadiran teknologi. Misalnya dengan membuat sosial media dan juga website, bahkan hingga membuat kanal Youtube.


Argumen
Teknologi menghadirkan dua kemungkinan serta dua pilihan. Ada teknologi yang menghasilkan hal positif dan juga ada pula efek negatif. Semua itu ibarat sebuah pisau, tergantung siapa yang menggunakannya.

Lembaga pendidikan seperti pesantren dihadapkan kepada pilihan mengikuti zaman atau akan bertahan pada sistem tradisional. Tanpa membeda bedakan satu sama lain, disini keduanya sama baiknya dan memiliki dasar masing-masing.

Kembali lagi pada siapa yang memegang teknologi, pesantren yang menerima pembaruan ini akan dapat menghiasi dunia modern dengan hal-hal yang lebih positif.

Misalnya saja dalam hal teknologi informasi seperti media sosial. Dunia media sosial akan banyak memiliki referensi positif jika kalangan pesantren terampil bermedia. Konten-konten di dalamnya berisikan ajaran agama dengan tampilan yang segar dan menarik.

Salah satu kekhawatiran sebagian orang mungkin tertuju pada santri yang akan terganggu belajar atau mengajinya jika aktif bersosial media. Dalam hal ini pihak pesantren pasti telah membuat peraturan dan jam kapan mereka diizinkan membuka media sosial. Setelah itu merek akan kembali pada aktivitas dengan disiplin yang ketat.

Kesimpulan
Segala hal pasti akan menimbulkan akibat atau efek, baik positif atau negatif. Akan tetapi, kita akan mengembalikan lagi hal tersebut pada masyarakat. Perihal pesantren modern yang mulai melek teknologi dan melek media, itu adalah hal baik yang dapat kita rasakan. Satu sisi kita akan mendapatkan pendidikan agama yang mumpuni, dengan tetap mengikuti perkembangan jaman.

3. Contoh Teks Editorial tentang Pro Kontra Full Day School

Pendapat
Beberapa tahun terakhir kita mendengar tren baru dalam dunia pendidikan, yaitu full day school. Beberapa sekolah yang menerapkan sistem ini, memiliki jam berangkat 06.30 pagi dan diakhiri pukul 16.00. Harapannya yaitu agar siswa meningkatkan prestasi dalam bidang akademik.

Dalam sistem full day school, anak-anak akan mendapatkan pendidikan karakter dan sumber pengetahuan yang luas. Selain itu, full day school dinilai dapat mengurangi kenakalan remaja. Sebab anak akan lebih lama dalam pantauan sekolah, dan mengurangi aktivitas yang kurang bermanfaat.

Argumen
Tak semua pihak setuju dengan program full day school ini. Mereka yang tidak setuju kebanyakan mempersoalkan anak akan kehilangan waktu bersosialisasi. Namun, sebenarnya anak akan tetap bersosialisasi di lingkungan sekolahnya, yaitu dengan teman-teman satu sekolah. Tidak menutup kemungkinan sepulang sekolah, si anak masih bisa bersosialisasi dilingkungan tempat tinggal dan lingkungan keluarga.

Jika membandingkan manfaat, khususnya di jaman sekarang yang marak akan kenakalan remaja, dan penyalahgunaan narkoba, full day school menjadi salah satu alternatif yang dapat menanggulanginya. Anak akan lebih banyak dalam pengawasan dalam pergaulan sehari-hari.

Manfaat lain yang bisa didapatkan, khususnya bagi para wali murid adalah, tidak perlu bingung mencari tempat les atau tambahan pelajaran. Karena semua sudah diajarkan disekolah secara sistematis. Tak hanya soal pelajaran, soal soft skill para siswa akan dibekali melalui ekstra kurikuler dan keorganisasian.

Kesimpulan
Meskipun banyak memiliki manfaat positif, banyak juga yang mengeluhkan efek dari full day school, seperti anak menjadi kelelahan dan kurang fokus, prestasi yang biasa-biasa saja setelah mengikuti program full day school dll.

Sebaiknya kita menimbang seperti apa dampak positif full day school dan seperti apa dampak negatifnya. Lebih banyak yang mana?, hal tersebut dapat dipertimbangkan kembali oleh para wali murid.

kuliah

4. Teks Editorial tentang Fenomena Make Up Dikalangan Siswi SMA

Pendapat
Setelah selama dua tahun lebih menggunakan sistem daring untuk bersekolah karena efek pandemi, kini siswa siswi mulai beraktivitas tatap muka. Cukup lama kita tak melihat pemandangan siswa-siswi berseragam sekolah hilir mudik berangkat dan pulang sekolah terutama saat pandemi sedang ganas-ganasnya. Namun, belakangan setelah kembali normalnya aktivitas sekolah, ada sebuah pemandangan dimana penampilan siswi terutama siswi SMA lebih mencolok dalam menggunakan make up.

Argumen
Pada dasarnya sifat alamiah wanita, terutama remaja, mulai timbul keinginan terlihat menarik dalam penampilan. Make up yang dipakai oleh siswi ketika bersekolah merupakan salah satu fase atau ciri-ciri pubertas seorang remaja putri. Mulai suka memperhatikan aksesoris yang dipakai dan menggunakan wewangian juga merupakan hal yang wajar. Akan tetapi, hal tersebut akan berdampak negatif jika berlebihan.

Kita perlu mewaspadai juga tindakan kejahatan yang timbul akibat penampilan yang terlalu mencolok dari seorang remaja putri. Banyak kita jumpai kasus pencabulan dan pelecehan seksual belakangan ini. Bukan hanya karena kebejatan sang pelaku, tapi terkadang penampilan yang terlalu mencolok misalnya make up yang berlebihan, menarik perhatian pelaku.

Hal kurang baik lainnya adalah pergaulan antara siswa dan siswi SMA. Pada usia SMA, baik remaja putra dan putri sama-sama mengalami ketertarikan pada lawan jenis.

Jika seorang laki-laki melihat teman satu sekolahnya yang menarik dan mengundang pada perbuatan yang kurang baik, yang akan merugi adalah orang tua dan pihak sekolah. Sebenarnya kata kunci dalam hal ini adalah jangan berlebihan dalam berpenampilan, karena dapat mengundang perhatian yang tidak diinginkan.

Kesimpulan
Sebaiknya, seorang pelajar lebih berfokus dalam mengikuti kegiatan di sekolah dengan menggunakan penampilan selayaknya siswa atau siswi pada umumnya. Tak baik terlalu mencolok dengan menggunakan make up yang berlebihan.

Semua itu akan kembali kepada pribadi masing-masing sesuai dengan pandangan pribadi. Akan tetapi orang tua dan guru perlu memberi pengarahan terbaik kepada para sisa dan siswinya.

5. Contoh Teks Editorial tentang Penyalahgunaan Dana Bos

Pendapat
Biaya Operasional Sekolah (BOS) merupakan sebuah kebijakan atau program pemberian dana untuk biaya operasi non personalia bagi sebuah satuan pendidikan.

Berdasarkan prosedurnya, dana BOS harus digunakan secara relevan dan bertanggung jawab. Dalam pelaksanaan penggunaan dana ini, seharusnya sekolah menggunakannya untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kualitas siswanya.

Argumen
Pemerintah melalui Kemendikbud menggelontorkan dana BOS mencapai 52 triliun rupiah sepanjang tahun 2021. Sayangnya, banyak ditemukan kasus penyalahgunaan dana tersebut di lapangan.

Modus yang dilakukan oleh oknum dinas dengan meminta kepala sekolah menyetorkan sejumlah uang dengan dalih mempercepat turunnya dana BOS. Ada pula penyelewengan dana BOS dengan pengadaan barang dan jasa yang tidak sesuai dengan pos penggunaan dana BOS.

Melihat fungsi dan tujuannya, seharusnya keberadaan dana BOS ini sangat membantu sekolah dalam menyelenggarakan pendidikan. Akan tetapi jika banyak penyelewengan dana semacam ini, apakah dana BOS layak di lanjutkan?.

Program BOS ini sangat baik untuk dijalankan, tetapi harus ada evaluasi menyeluruh dan pembasmian perilaku menyimpang dalam pengelolaannya hingga ke akar akarnya.

Editor Choices :

Kesimpulan
Alternatif yang paling memungkinkan adalah dengan meningkatkan atau mengubah sistem penyaluran dana BOS menjadi lebih ketat. Semua pihak yang terlibat dalam proses turunnya dana yang besar ini harus bersikap jujur dan sportif. Bukan mencari celah untuk keuntungan pribadi.

Komentar / Pertanyaan

Trending Topics
harga tarif tiket masuk kolam renang palem pondok kelapa jakarta timur
sekolah kedinasan yang menerima lulusan smk
Sekolah Ikatan Dinas Tanpa Syarat Tinggi Badan
tarif harga tiket Kolam Renang Modernland Tangerang
harga tiket masuk pantai pasir putih PIK 2
harga tarif tiket masuk heha ocean view gunung kidul yogyakarta

Author

CEO DeckaRenas SaptoAfr S.Kom S.pd, An engineer who loves to write about anything especially about education, lifestyle, tech stuff and popular sciences. Learn something new and pretty good in digital literacy.
Kontak: TwitTer | FaceBook | InstaGram