Teks Negosiasi Berbentuk Narasi Singkat beserta 2 Contohnya

Pada umumnya teks negosiasi berisi kalimat kesepakatan terkait suatu permasalahan atau perdebatan yang membutuhkan penyelesaian. Teks negosiasi berbentuk narasi singkat dibuat untuk mengatasi kesepakatan tanpa adanya paksaan.

Penyampaian teks negosiasi juga harus dengan santun agar tidak menekan salah satu pihak. Jika Anda ingin memahami lebih jauh mengenai teks negosiasi, berikut beberapa informasi tentang teks negosiasi yang perlu Anda ketahui. 

Pengertian Teks Negosiasi

Teks negosiasi adalah salah satu jenis teks yang menjelaskan tentang proses negosiasi guna mencapai suatu penyelesaian antara pihak yang memiliki perbedaan kepentingan. Pihak-pihak yang terkait akan berinteraksi untuk mencari solusi atas perbedaan yang muncul tanpa merugikan tanpa merugikan satu sama lain.

Teks Negosiasi Berbentuk Narasi Singkat

Setiap pihak yang memiliki perbedaan kepentingan ini harus menetapkan wakil untuk proses negosiasi. Selain itu, ditentukan juga apakah negosiasi akan dilakukan dengan mediasi atau dialog.

Jenis Teks Negosiasi

Ada dua jenis teks negosiasi yang masing-masing memiliki ciri-ciri tersendiri. Berikut jenis-jenis teks negosiasi dan ciri-cirinya yang lebih spesifik.

  • Teks negosiasi formal

Teks negosiasi formal adalah jenis teks negosiasi yang dibuat untuk kepentingan formal, contohnya penawaran jasa yang diajukan untuk suatu instansi atau suatu lembaga pemerintah. Teks negosiasi formal dalam bentuk dokumen ini sifatnya mengikat. Pembuatan teks negosiasi ini biasanya juga dilakukan atas nama lembaga.

  • Teks negosiasi informal

Jenis teks negosiasi informal sering digunakan oleh masyarakat umum dalam kehidupan sehari-hari. Teks ini biasanya dibuat untuk kegiatan atau penawaran yang lebih santai.

Terdapat teks negosiasi informal dalam bentuk lisan seperti percakapan saat jual beli. Ada juga teks negosiasi informal tertulis yang dibuat dalam bentuk dokumen dengan bahasa baku seperti surat proposal, surat permintaan, atau surat penawaran.

Ciri-ciri Teks Negosiasi

Pada intinya suatu teks negosiasi berisi percakapan tawar menawar untuk mencapai suatu kesepakatan atau persetujuan antara pihak. Teks negosiasi dapat dikenali dengan beberapa ciri-ciri berikut.

  • Teks berupa dialog

Ciri-ciri teks negosiasi ada pada dialog yang berbentuk proposal penawaran atau lainnya tergantung konteks dan tujuannya.


  • Teks negosiasi melibatkan lawan yang diajak berdialog

Suatu teks dapat dikatakan teks negosiasi jika terdapat lawan bicara yang diajak berdialog. Jika dialog hanya dilakukan sendiri, bisa dikatakan bukan teks negosiasi.

  • Teks negosiasi berupa kegiatan komunikasi

Ciri-ciri teks dialog adalah adanya kegiatan komunikasi, baik secara lisan maupun tertulis. Bisa dilakukan secara langsung atau tidak langsung.

  • Teks negosiasi berisi proses negosiasi

Teks dialog memiliki proses negosiasi yang muncul antara pihak yang memiliki perbedaan kepentingan dan membutuhkan kesepakatan bersama.

  • Teks negosiasi untuk mendapatkan kesepakatan

Tujuan dari proses negosiasi tentunya untuk mendapatkan kesepakatan antara kedua belah pihak. Teks negosiasi dibuat hingga kedua belah pihak tersebut dapat mencapai kesepakatan bersama tanpa ada salah satu pihak yang merasa dirugikan.

contoh teks negosiasi jual beli di pasar terbaru

Struktur Teks Negosiasi

Teks negosiasi yang benar dibutuhkan untuk proses negosiasi. Berikut beberapa struktur teks negosiasi yang benar yang perlu Anda pahami.


  • Orientasi

Teks negosiasi meliputi orientasi yang merupakan intro atau salam pembuka. Bagian ini menjadi pengenalan dengan menggunakan bahasa interaksi yang ditujukan untuk pihak lain.

Bisa dikatakan bahwa orientasi ini sebagai basa-basi sebelum inti dari proses negosiasi. Struktur awal ini perlu diperhatikan karena menjadi bagian dari tata urutan dan etika dalam bernegosiasi.

  • Permintaan.

Teks negosiasi juga memuat permintaan yang disesuaikan dengan kebutuhan. Pada negosiasi, pembeli atau yang membutuhkan jasa yang akan mengajukan permintaan.

Misalnya untuk negosiasi dalam jual beli ketika muncul permintaan, maka pihak penyediaan barang akan memberi harga terlebih dahulu. Penyedia barang atau jasa menjadi pihak pertama yang memberikan harga.

  • Pemenuhan

Berikutnya adalah pemenuhan dari penyedia barang atau jasa. Fokus untuk menentukan apakah mampu memenuhi permintaan dari pembeli atau tidak.

Jika permintaan yang muncul jumlahnya banyak, maka penyedia akan melakukan konfirmasi dan koordinasi terlebih dahulu. Hal ini bertujuan untuk memastikan stok barang yang diminta.

  • Penawaran

Teks negosiasi juga mencakup penawaran yang biasanya dilakukan oleh pembeli atau yang membutuhkan jasa. Kegiatan menawar harga ini biasanya dilakukan ketika ada perbedaan kepentingan antara penyedia barang dan pembeli.

Penawaran harus menggunakan teks negosiasi yang jelas dan gamblang. Negosiasi akan dilakukan untuk menanggapi penawaran tersebut sebelum mencapai kesepakatan atau bisa juga menolak.

  • Persetujuan

Struktur teks negosiasi setelah adanya kesepakatan yaitu berisi persetujuan. Tahap ini sudah tidak ada lagi tawar menawar karena kedua belah pihak sudah saling setuju dengan kesepakatan bersama.

Tahap persetujuan dilakukan tanpa adanya paksaan atau tekanan. Masing-masing pihak sama-sama mendapatkan keuntungan.

  • Pembelian

Setelah mencapai kesepakatan bersama dan setuju dengan hasilnya, maka tahap selanjutnya adalah pembelian. Apabila sampai pada bagian ini, maka bisa dikatakan bahwa teks negosiasi yang digunakan sudah benar dan sukses.


  • Penutup

Pada akhir teks negosiasi berupa penutup yang berisi kesepakatan yang sudah disetujui oleh kedua belah pihak. Jadi proses tawar menawar dan transaksi sudah selesai.

Contoh Teks Negosiasi Narasi

contoh teks negosiasi jual beli di pasar terbaru

Teks Negosiasi Berbentuk Narasi Singkat Jual Beli Kentang

Orientasi :
Pagi ini Ibu Sumiyati pergi ke pasar untuk membeli kentang ke pedagang kulakan. Sampai di kios Sutejo, Ibu Sumiyati berhenti karena melihat kentang-kentang bagus dengan ukuran besar yang dicarinya.

Permintaan :
Sambil memegang sebuah kentang, Ibu Sumiyati menanyakan harga terkini untuk satu kilo kentang. Sutejo menyebutkan harga kentangnya adalah Rp 8.500 per kilo.

Pemenuhan :
Sutejo menjelaskan harga kentang per kilo bisa lebih murah jika Ibu Sumiyati membeli dalam jumlah banyak. Sutejo pun menunjukkan stok kentang yang harganya Rp 8.500 per kilo.

Penawaran :
Ibu Sumiyati mencoba menawar kentang dengan harga Rp 7.500 per kilo karena akan membeli 50kg. Sutejo minta dinaikkan lagi karena harga tersebut belum untung. Ibu Sumiyati pun menawar Rp 8.000 per kilo.

Persetujuan : Sutejo menyetujui harga Rp 8.000 jika Ibu Sumiyati beli 50kg kentang. Ibu Sumiyati setuju dengan harga tersebut.

Pembelian : Ibu Sumiyati akhirnya membeli kentang 50kg dari Sutejo.

Penutup : Sutejo dan Ibu Sumiyati saling berterima kasih sebelum akhirnya Ibu Sumiyati pergi meninggalkan kios usai membeli kentang.

Teks Negosiasi Berbentuk Narasi Singkat tentang Perikanan

Pak Bambang adalah seorang pengusaha ikan lele yang sedang mencari tempat untuk pembibitan ikan lele. Pak Bambang mengajukan kepada pemilik lahan untuk membeli lahan karena pas untuk tempat pembibitan ikan.

Namun pemilik lahan menjawab bahwa tanah tersebut tidak akan dijual karena akan diberikan kepada anaknya kelak saat dewasa. Pak Bambang menawar agar bisa menyewa lahan tersebut selama masih belum digunakan.

Pemilik lahan pun menyetujui penggunaan lahan oleh Pak Bambang dengan sistem sewa. Pak Bambang membayar sewa untuk 1 bulan ke depan sesuai kesepakatan. Pak Bambang dan pemilik lahan saling berjabat tangan setelah mencapai kesepakatan bersama.

Editor Choices :

— — —
Itulah beberapa informasi mengenai teks negosiasi berbentuk narasi singkat yang perlu Anda ketahui. Beberapa contoh di atas dapat Anda gunakan untuk lebih memahami tentang teks negosiasi berbentuk narasi.

Komentar / Pertanyaan