4 Contoh Paragraf Argumentasi tentang Kesehatan dan Covid19

Paragraf argumentasi merupakan sebuah teks yang berisi pendapat, ide, dan gagasan penulis mengenai suatu permasalahan dengan disertai bukti nyata. Contoh paragraf argumentasi tentang kesehatan bisa Anda jadikan sebagai referensi untuk menulis teks tersebut berdasarkan fakta.

Tujuan dari pembuatan paragraf argumentasi adalah untuk mengemukakan gagasan penulis dan membuat pembaca yakin dengan bukti yang dicantumkan. Berikut ini adalah ulasan mengenai bagaimana cara penulisan paragraf argumentasi yang benar serta contohnya tentang kesehatan.

Struktur Paragraf Argumentasi

Susunan teks ini terdiri dari 3 bagian penting yang harus Anda cantumkan saat akan membuat teks yang berisikan argumentasi. Bagian dari struktur paragraf argumentasi tersebut harus disusun runtut dan saling berhubungan. Simak penjelasan di bawah ini terkait struktur paragraf argumentasi.

Editor Choices :
contoh paragraf argumentasi tentang kesehatan
  • Pendahuluan

Bagian pendahuluan ini disusun agar penulis bisa menarik perhatian pembaca untuk menyimak keseluruhan isi teks. Penulis bisa mengungkapkan hal-hal mendasar mengenai mengapa argumentasi tersebut dibuat untuk menanggapi peristiwa yang terjadi.

Pendahuluan merupakan bagian awal yang akan menentukan minat pembaca untuk mengetahui keseluruhan paragraf argumentasi tersebut. Anda harus bisa menjelaskan hal mendasar yang mudah dipahami dengan bahasa menarik agar pembaca tidak bingung.

Sponsored Link
  • Tubuh Argumen

Struktur selanjutnya dari paragraf argumentasi adalah tujuan yang berisi mengenai penjelasan mengenai pendapat pada bagian pendahuluan. Pada bagian ini jenis tulisan yang dibuat harus berdasarkan fakta, memuat alasan logis, dan didukung data dari berbagai pendapat ahli atau literatur.

Tubuh argumen adalah bagian yang digunakan oleh penulis untuk membuktikan gagasannya sesuai dengan bukti konkrit. Penyusunan tubuh argumen harus berdasarkan analisis, eksperimen, hasil observasi penulis, dan pengumpulan fakta.

Pemilihan sumber data untuk mendukung gagasan yang sudah diberikan pada bagian sebelumnya juga penting untuk diperhatikan. Hal ini bertujuan agar penyusunan bagian selanjutnya juga bisa dilakukan dengan benar.

  • Kesimpulan

Bagian terakhir dari paragraf argumentasi ini adalah kesimpulan atau ringkasan dari seluruh isi teks sebelumnya. Kesimpulan disusun dengan tujuan memaparkan kepada pembaca bahwa penulis menyampaikan gagasan sesuai dengan fakta yang terjadi sebenarnya.

Penulis bisa mengemukakan hasil penalarannya dengan bahasa yang mudah dipahami agar kesimpulan dapat diterima dengan pikiran logis pembaca. Kesimpulan ini memuat keseluruhan informasi dari paragraf argumentasi.


Pola Paragraf Argumen

Pola paragraf argumentasi ini bervariasi, sehingga penulisannya tidak monoton dan menarik untuk dibaca. Berikut ini adalah referensi beberapa pola penulisan yang bisa digunakan untuk menulis paragraf argumentasi.

  • Pola Analogi

Penulisan contoh paragraf argumentasi tentang kesehatan dengan pola analogi ini disebut juga sebagai perbandingan yang menggunakan perspektif induktif. Pada pola ini paragraf argumentasi ditulis dengan membandingkan dua hal yang mempunyai persamaan disertai dengan gagasan Anda.

  • Pola Sebab Akibat

Paragraf argumentasi juga bisa ditulis dengan pola sebab akibat, dimulai dengan suatu fakta yang menjadi faktor mengapa suatu peristiwa tersebut. Selanjutnya, tulisan akan diarahkan kepada akibat dari terjadinya peristiwa karena penyebab yang sudah diungkapkan tersebut.

  • Pola Generalisasi

Generalisasi adalah pola penulisan paragraf argumentasi secara induktif, yaitu menyusun kesimpulan umum berdasarkan pada fakta dan data yang sudah dikumpulkan. Selanjutnya, penulis bisa mengemukakan gagasan yang lebih detail berkaitan dengan kesimpulan umum tersebut.

  • Pola Akibat Sebab

Pola ini disusun dengan mengungkapkan akibat terjadinya suatu peristiwa yang berdasarkan fakta. Selanjutnya penulisan bisa mulai mengungkapkan apa saja penyebab yang membuat dampak atau terjadinya peristiwa tersebut.


contoh paragraf argumentasi tentang kesehatan diskusi

Contoh Paragraf Argumentasi tentang Kesehatan Gigi

Menjaga kesehatan gigi dilakukan untuk menjaga bentuknya dan membuat diri tetap merasa nyaman. Kesehatan gigi tidak boleh diabaikan karena bisa berdampak buruk, salah satunya adalah sakit dan terganggunya kesehatan tubuh.

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan gigi adalah menggosoknya secara rutin. Malas menggosok gigi bisa membuatnya berlubang, keropos, serta sering mengalami sakit gigi.

Malas menggosok gigi akan membuat kotoran yang tersisa saat makan akan menempel dan membusuk. Kuman yang berasal dari pembusukan sisa makanan tersebut bisa menyebabkan kerusakan pada email atau lapisan luar gigi.

Kerusakan email gigi ditandai dengan rasa ngilu pada saat mengonsumsi makanan yang panas atau dingin. Rasa ngilu tersebut menunjukkan ada bagian syaraf gigi yang mengalami kerusakan dan lambat laun bisa menyebabkan sakit.

Cara menggosok gigi yang tidak tepat juga bisa menyebabkan pengeroposan dan membuatnya akan habis jika tidak segera mendapatkan penanganan lanjutan. Menggosok gigi secara tidak menyeluruh pun bisa membuat iritasi pada gusi dan gigi.


Menjaga kesehatan dan merawat gigi merupakan hal yang penting. Ini bisa dilakukan dengan menggosoknya tiga kali sehari. Menggosok gigi bisa dilakukan pagi hari setelah sarapan, siang hari, dan malam hari.

Menggosok gigi malam hari dalam hal ini sangat penting untuk mencegah perkembangan kuman penyebab kerusakan gigi. Dengan begitu, kesehatan gigi akan lebih terjaga.

contoh karangan argumentasi tentang teknologi diskusi

Contoh Paragraf Argumentasi tentang Kesehatan Mata

Memakai softlens atau lensa kontak merupakan alternatif yang bisa dilakukan apabila indra penglihatan mengalami minus, namun tidak nyaman mengenakan kacamata. Lensa kontak banyak dipilih dibandingkan kacamata karena tidak rawan pecah  dan tidak mengganggu penampilan.

Bahkan, saat ini ternyata softlens tidak hanya dikenakan oleh penderita mata minus saja, melainkan juga sebagai salah satu trend fashion. Namun, pemakaian softlens ini ternyata tidak hanya akan membantu mengatasi permasalahan, melainkan juga menimbulkan dampak tertentu pada pengguna.

Akibat dari pemakaian soflen yang pertama adalah menyebabkan iritasi ditandai dengan timbulnya warna merah pada mata. Pemakaian softlens juga bisa menyebabkan gatal pada mata dan orang yang mengenakannya tidak tahan, sehingga menggosoknya.

Akibat lainnya dari pemakaian softlens yang tidak tepat adalah bisa menyebabkan kebutaan, baik yang sementara maupun permanen. Potensi kebutaan ini menjadi akibat yang paling parah apabila penggunaan softlens tidak tepat.

Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab beberapa permasalahan dari pemakaian softlens tersebut. Faktor penyebab yang pertama adalah pemakaian softlens selama lebih dari 8 jam tanpa membasahi mata dengan cairan khusus.

Faktor selanjutnya adalah softlens yang digunakan tersebut dalam keadaan kotor dan belum dibersihkan, sehingga menimbulkan kuman dan bakteri. Kuman yang terdapat pada softlens akan menyebar pada mata saat digunakan.

Hal berikutnya yang bisa menyebabkan potensi kebutaan adalah penggunaan softlens terlalu sering dan dalam durasi lama. Kebiasaan memakai softlens hingga tertidur juga bisa meningkatkan resiko kebutaan tersebut.

Dapat disimpulkan bahwa penggunaan softlens harus tetap dilakukan dengan cara yang tepat agar tidak menimbulkan akibat buruk. Penggunaan softlens sebaiknya disertai dengan tata cara yang benar dengan memperhatikan kapan waktu untuk memakai dan melepasnya.

Di samping itu, penggunaan softlens yang berlebihan bisa membuat kenyamanan mata hingga pandangan terganggu. Saat memakai softlens, jangan lupa untuk membasahi mata dengan cairan tetes 3 jam sekali dan melepasnya apabila sudah selesai berkegiatan atau akan tidur.

contoh Teks Cause and Effect Covid corona

Contoh Paragraf Argumentasi Kesehatan Seputar Covid-19

Covid-19 adalah virus yang menyerang dan mengganggu sistem pernafasan manusia. Fenomena infeksi virus ini telah menjadi pandemi sejak satu tahun lebih.

Akibat yang akan terjadi apabila seseorang terinfeksi virus covid19 ini ada beberapa kemungkinan, seperti pneumonia, gangguan sistem pernafasan, bahkan kematian. Hal yang akan dirasakan setiap orang ketika terinfeksi virus covid ini berbeda-beda, tergantung pada daya tahan tubuhnya.

Saat ini, pemerintah banyak menerapkan langkah jitu di bidang kesehatan guna memperkecil penyebaran virus covid-19 di tengah masyarakat. Pencegahan penularan covid-19 ini salah satunya adalah kampanye 5m, yakni memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, membatasi mobilitas, dan menjauhi kerumunan.

Pencegahan covid19 dapat dilakukan masyarakat dengan cara menggunakan masker ketika bepergian, membawa tisu, dan mengenakan pakaian berlengan panjang. Masyarakat juga harus menerapkan metode mencuci tangan memakai sabun dengan air mengalir.

Alternatif lain bagi masyarakat yang kesulitan untuk menemukan tempat mencuci tangan adalah membawa hand sanitizer sendiri. Bagi masyarakat yang sedang mengalami demam, flu, dan batuk hendaknya menghindari bepergian ke tempat terbuka yang dikunjungi orang banyak.

Cara pencegahan covid-19 berikutnya adalah menjaga jarak saat berkegiatan di luar, seperti saat pergi ke tempat perbelanjaan. Kurangi juga pergi ke tempat umum apabila tidak ada keinginan yang mendesak atau mengharuskan kehadiran secara langsung.

Langkah pencegahan covid-19 ini perlu dijalankan dengan taat oleh seluruh lapisan masyarakat untuk mengurangi penyebaran virus tersebut. Tahapan untuk menjaga diri dari penyebaran covid 19 tersebut dimulai dari kebiasaan sehat yang berasal dari pribadi masing-masing.

Hal penting yang dapat ditarik adalah seluruh lapisan masyarakat harus bekerjasama untuk menurunkan penyebaran covid19. Penyebaran virus covid-19 ini bisa dilakukan apabila masyarakat bisa menerapkan pola hidup sehat dan protokol kesehatan yang benar secara bersamaan.

Contoh Teks Editorial tentang Kesehatan Lengkap dengan Struktur

Contoh Paragraf Argumentasi Kesehatan Seputar Rokok

Merokok merupakan aktivitas yang dianggap nikmat tetapi ternyata bisa mengganggu kesehatan tubuh karena rokok banyak terkandung zat berbahaya. Rokok bisa merusak kesehatan dengan perlahan akan merusak organ dalam tubuh melalui racun tersebut.

Zat adiktif rokok yang disebut sebagai aseton bisa membuat penghisap menjadi kecanduan. Zat yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan cairan pembersih kuku ini mempunyai sifat memabukkan. Namun, aroma aseton pada rokok sendiri memang tersamarkan karena sudah tergabung dengan bahan lain.

Proses pembakaran rokok juga akan menambah jumlah gas beracun yang bisa membahayakan tubuh. Gas beracun yang ditimbulkan saat pembakaran rokok ini adalah karbon monoksida (CO). Ini sama dengan gas yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor.

Gas ini memang cenderung tidak berwarna, berbau, maupun terasa, sehingga cukup sulit untuk dikenali. Gas karbon monoksida yang dihasilkan pada proses pembakaran rokok ini juga bisa menyebabkan gangguan pernapasan pada orang sekitar, yang tidak ikut merokok.

Selain itu, bahkan masih banyak zat berbahaya yang terkandung di dalam rokok. Gas-gas tersebut akan semakin memperbesar potensi kerusakan organ tubuh, terutama jika seseorang terus merokok dalam jangka waktu yang lama.

Mengkonsumsi rokok dalam jangka panjang bisa mengganggu kesehatan tubuh karena kontaminasi dari berbagai zat berbahaya. Dari gagasan tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa menghindari merokok bisa menjadi salah satu langkah yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan tubuh.

Sebutkan Struktur Teks Argumentasi ?

Pendahuluan, tujuannya untuk menunjukkan alasan argumen dikemukakan kepada para pembaca, agar pembaca merasa terbujuk dari paragraf yang penulis buat.
Tubuh Argumen, untuk membuktikan kebenaran yang akan disampaikan. Kebenaran yang disampaikan harus dapat dianalisis, disusun dan disajikan dengan melakukan observasi, eksperimen dan menyusun fakta yang ada.
Kesimpulan, memiliki tujuan untuk membuktikan bahwa kebenaran yang disampaikan kepada pembaca memang dapat diterima sebagai sesuatu yang logis.

Setelah membaca beberapa contoh paragraf argumentasi tentang kesehatan di atas, Anda bisa mulai berlatih menulis teks ini sebaik mungkin. Penulisan paragraf argumentasi yang baik harus disusun sesuai urutan strukturnya dan berdasarkan fakta.


Share Artikel ini ke Sahabat Anda
Twitter Pinterest Facebook WhatsApp

Komentar / Pertanyaan