4 Contoh Analisis SWOT Sekolah Dasar (SD), SMP, SMK dan Ponpes

Selain sebagai salah satu strategi bisnis, ternyata analisis SWOT juga menjadi instrumen pengujian sederhana terhadap institusi pendidikan. Dengan begitu maka dapat mengetahui komponen SWOT pada institusi pendidikan tersebut sebagai upaya untuk melakukan identifikasi berbagai faktor.

Daftar Contoh Analisis SWOT Sekolah Dasar

Setelah mengetahui tujuan dari analisis SWOT dalam institusi pendidikan, selanjutnya akan diulas mengenai contoh analisis SWOT untuk sekolah maupun institusi pendidikan lainnya.

1. Contoh Analisis SWOT SD

Sekolah Dasar (SD) merupakan institusi pendidikan formal pertama yang diwajibkan oleh pemerintah. Wajib belajar di SD yaitu selama 6 tahun sebelum kemudian dilanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya. Berikut merupakan analisis SWOT SD yang bisa dijadikan sebagai rujukan.

Contoh Analisis SWOT Sekolah Dasar sd smp smk ponpes

Strength (Kekuatan)

  • Sekolah Dasar menerapkan pendidikan karakter sehingga para siswa mempunyai akhlak luhur.
  • Pendidikan SD melakukan upaya pembentukan eksplorasi supaya mengerti berbagai materi pelajaran yang lebih luas.
  • Terdapat berbagai peserta didik yang kompeten dari berbagai daerah.
  • Solusi pendidikan SD garda terdepan di daerah.

Weakness (Kelemahan)

  • Siswa terlalu banyak sehingga pengajar tidak dapat melakukan pengawasan intens per anak.
  • Guru atau pengajar mendapatkan tugas administratif yang terlalu menumpuk.
  • Peserta didik mendapatkan beban tugas yang terlalu berat karena mengikuti kurikulum.
  • Jam kegiatan belajar mengajar cenderung lama.

Opportunity (Kesempatan)

  • Ketika akan memasuki SMP favorit, peserta didik mendapatkan poin plus.
  • SD merupakan institusi pendidikan yang menyediakan fasilitas terbaik.
  • SD merupakan rujukan utama bagi orang tua dan siswa.
  • Guru dapat mengakses berbagai teknologi informasi dengan mudah.

Threat (Ancaman)

  • Institusi pendidikan lain menerapkan kurikulum dan modul yang fleksibel.
  • Saat ini sekolah swasta lebih banyak diminati.
  • Institusi pendidikan lain menggunakan sistem pengajaran yang berfokus pada pengembangan bakat dan minat peserta didik.
  • Kurikulum yang diterapkan di SD tidak dapat diganti sesuai kebutuhan sekolah.

2. Contoh Analisis SWOT SMP

Setelah lulus dari SD, peserta didik biasanya diarahkan untuk melanjutkan pendidikan ke SMP. Sebenarnya jenjang SMP ada berbagai pilihan, yang paling umum adalah SMP negeri dan MTS.

Berikut merupakan analisis SWOT SMP.

Strength (Kekuatan)


  • SMP dapat terdaftar sebagai kategori sekolah taraf internasional.
  • SMP mempunyai lebih banyak jaringan, termasuk jaringan lintas negara.
  • SMP sering kali melakukan program pertukaran pelajar, baik dalam negeri maupun luar negeri.
  • SMP dianggap sebagai institusi pendidikan yang menyediakan fasilitas teknologi memadai dan canggih.

Weakness (Kelemahan)

  • Pendidikan karakter kurang begitu diterapkan kepada peserta didik, karena lebih mengutamakan kognitif.
  • SMP cenderung masih eksklusif, karena kebanyakan peserta didik merupakan kalangan atas.
  • Sering kali fasilitas yang disediakan oleh sekolahan justru disalahgunakan.

Opportunity (Kesempatan)

  • Menjadi SMP favorit dan garda terdepan di daerah tersebut.
  • SMP sering kali menjadi institusi pendidikan idaman bagi murid dan orang tua.
  • Menjadi sekolah pertama yang berstatus taraf internasional.
  • Peserta didik lulusan SMP dipandang sebagai murid unggulan yang berprestasi.

Threat (Ancaman)

  • Institusi pendidikan lain muridnya lebih inklusif karena dari berbagai kalangan.
  • Ketersediaan fasilitas yang canggih dan lengkap justru dapat membuat murid menjadi manja dan malas.
  • Siswa SMP berpotensi untuk tidak memahami tentang pendidikan karakter.
contoh teks

3. Contoh Analisis SWOT SMK

Dibandingkan dengan jumlah institusi pendidikan SMP, sekolahan SMK cenderung lebih sedikit. Karena biasanya cakupan SMK adalah wilayah kabupaten atau kota.

Adapun contoh analisis SWOT SMK adalah sebagai berikut.


Strength (Kekuatan)

  • SMK memiliki berbagai program pengembangan bakat dan minat siswa misalnya melalui ekstrakurikuler dan OSIS.
  • Kantin SMK cenderung lebih bersih, sehat, dan higienis, bahkan juga terdapat catering.
  • Pilihan jurusan yang beragam.
  • Menerapkan kurikulum praktik untuk mengembangkan keterampilan siswa.
  • Setelah lulus, lulusan SMK langsung bekerja.

Weakness (Kelemahan)

  • Guru yang kurang mengajarkan konsep dan teori.
  • Banyak fasilitas sekolah yang rusak dan pendapat pengaduan dari siswa.
  • Tidak terdapat ajang siswa berprestasi.

Opportunity (Kesempatan)

  • Siswa memiliki kemampuan dan ketrampilan yang baik.
  • SMK sering menjadi rujukan utama untuk siswa yang setelah lulus ingin langsung bekerja.
  • Kesempatan untuk mengikuti ajang daerah, misalnya Kakang Mbekayu atau Duta Wisata.
  • Banyak perusahaan yang tertarik untuk mengambil pegawai dari lulusan SMK.

Threat (Ancaman)

  • Banyak orang yang lebih minat dengan SMA.
  • Anggapan gengsi jika melanjutkan sekolah di SMK.
  • Masih menggunakan kurikulum lama dan jarang diperbaharui.
  • Label mengenai anak SMK yang sering tawuran.

4. Contoh Analisis SWOT Pondok Pesantren

Tidak jarang orang-orang memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di pondok pesantren. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan ilmu agama sebagai bekal menjalani ibadah dan di kehidupan selanjutnya kelak.

Berikut ini merupakan contoh analisis SWOT pondok pesantren yang dapat dijadikan sebagai rujukan.

Strength (Kekuatan)

  • Ponpes merupakan lembaga atau yayasan yang biasanya juga bergabung dengan sekolah.
  • Pengajar pondok pesantren sudah dipastikan merupakan ahli di bidangnya.
  • Santri biasanya bahasa Inggris dan bahasa Arab.
  • Sarana yang mendukung perkembangan kognitif dan karakter santri.

Weakness (Kelemahan)

  • Cukup sulit dalam menerapkan program berbahasa, semua santri terbiasa menggunakan bahasa Inggris dan bahasa Arab di rumah.
  • Masalah untuk menyesuaikan diri bagi santri dalam mengikuti kegiatan ponpes.
  • Jadwal yang padat, kewalahan dalam mengatur waktu.
  • Penyakit kulit di kalangan santri di alami hampir semua pondok.

Opportunity (Kesempatan)

  • Santri memiliki kesempatan untuk mendapatkan beasiswa di Madinah, Kairo, dan lain-lain.
  • Pondok pesantren bersifat moderat sehingga beradaptasi dengan perkembangan zaman.
  • Pondok pesantren memiliki karakteristik yang inklusif.

Threat (Ancaman)


Penjelasan dan beberapa contoh analisis SWOT Sekolah Dasar, SMP, SMK, dan ponpes. Dengan memahami analisis swot di atas, maka diharapkan dapat lebih mudah dalam menentukan langkah ke depannya untuk menempuh pendidikan.

Komentar / Pertanyaan

Trending Topics
harga tarif tiket masuk kolam renang palem pondok kelapa jakarta timur
sekolah kedinasan yang menerima lulusan smk
Sekolah Ikatan Dinas Tanpa Syarat Tinggi Badan
tarif harga tiket Kolam Renang Modernland Tangerang
harga tiket masuk pantai pasir putih PIK 2
harga tarif tiket masuk heha ocean view gunung kidul yogyakarta

Author

CEO DeckaRenas SaptoAfr S.Kom S.pd, An engineer who loves to write about anything especially about education, lifestyle, tech stuff and popular sciences. Learn something new and pretty good in digital literacy.
Kontak: TwitTer | FaceBook | InstaGram