3 Contoh Cerita Fantasi 4 Paragraf tentang Persahabatan, Lingkungan dan Hewan

Contoh Cerita Fantasi 4 Paragraf. Dalam pelajaran bahasa Indonesia atau sastra, terdapat salah satu subjek materi tentang teks cerita fantasi. Pada cerita fantasi, pengarang mengandalkan imajinasinya yang tidak mungkin terjadi di dunia nyata.

Terkadang alur ceritanya hiperbola, dilebih-lebihkan sehingga tidak masuk akal. Teks cerita fantasi ini bertujuan untuk meningkatkan imajinasi, memberi inspirasi dan menghibur para pembaca.

Apa Itu Teks Cerita Fantasi?

Cerita fantasi adalah sebuah cerita karangan yang terdiri dari tema tokoh, latar dan alur yang kebenarannya dilakukan, baik sebagian cerita maupun keseluruhannya. Secara umum, cerita fantasi dapat berisi mengenai cerita tentang kejadian yang tidak nyata karena sumbernya dari imajinasi penulis.

Contoh Cerita Fantasi 4 Paragraf tentang persahabatan

Ciri-Ciri Cerita Fantasi

Adapun beberapa ciri-ciri dari cerita fantasi yaitu sebagai berikut.

1. Terdapat Keanehan

Pada teks cerita fantasi sendiri memiliki unsur-unsur yang tidak masuk akal, misalnya keajaiban, keanehan, dan misteri. Bahkan terkadang juga menyusupkan unsur yang sama sekali tidak pernah terjadi di dunia nyata, misalnya manusia bersayap, mesin waktu, makhluk yang misterius, dan lain-lain.

2. Ide yang Terbuka

Dalam membuat tulisan fantasi, tidak terdapat batas kenyataan sehingga penulis bebas membuat karangan sesuai dengan imajinasinya. Misalnya cerita fantasi dengan tema horor, futuristik, supranatural, fiksi ilmiah, dan lain-lain.

3. Menggunakan Berbagai Latar

Penulis bisa menggunakan berbagai latar dalam menulis cerita fantasi. Jadi tidak ada batasan ruang dan waktu pada cerita fantasi. Latar dan alur ceritanya memiliki gaya yang khas dengan rangkaian peristiwa yang menembus dimensi ruang dan waktu.

4. Tokoh yang Unik

Terkadang dalam cerita fantasi tokoh diberi watak dan karakter yang unik, seperti memiliki kesaktian yang tidak terdapat dalam kehidupan nyata. Kadang cerita dibuat alur peristiwa yang misterius dan tidak mungkin terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

5. Bersifat Fiktif

Teks cerita fantasi memiliki sifat fiktif, yaitu rekayasa dan tidak terjadi di dunia nyata. Meskipun terkadang cerita fantasi terinspirasi dari kejadian atau objek yang nyata tetapi dalam penulisannya tetap diberi unsur fiktif. Jadi tidak ada cerita fantasi yang 100% sesuai dengan apa yang terjadi di kehidupan nyata.

Sebutkan Alur / Urutan Penulisan Cerita Fantasi ?

Alur penulisan cerita fantasi ada 3 jenis, yaitu:
Pengenalan-rangkaian kejadian-klimaks-resolusi.
Mulai terjadi masalah- klimaks-resolusi.
Pengenalan-rangkaian kejadian-klimaks


Sebutkan Struktut/Bagian-bagian Cerita Fantasi?

Orientasi, berisi pengenalan tema, latar dan juga tokoh.
Komplikasi, mulai timbul konflik atau situasi sulit.
Evaluasi, berisi mulai munculnya penyelesaian permasalahan.
Resolusi, berisi pemecahan permasalahan.
Koda (reorientasi), berisi amanat dan juga pesan positif yang dapat dipetik dari teks cerita fiksi.

Contoh Cerita Fantasi 4 Paragraf tentang Persahabatan

Tiga Sahabat Dua Dunia

(Orientasi)
Anggun, Anggi, dan Angel merupakan tiga sahabat yang sudah akrab sejak mereka masih kecil. Mereka bertiga selalu menghabiskan waktu bermain bersama di sebuah taman bunga dekat tanah lapang. Anggun dan Anggi sudah menyadari sejak lama bahwa Angel merupakan peri yang berasal dari langit. Di istana miliknya, Angel tidak pernah memiliki teman, sehingga ia harus datang turun ke bumi untuk mencari teman bermain. Angel memiliki tongkat peri ajaib sebagai sumber kekuatannya.
Tiga sahabat itu menyayangi satu sama lain dan berjanji akan selalu bersama hingga mereka dewasa. Sesekali, Angel mengajak Anggi dan Anggun terbang ke istana di balik Awan menggunakan kekuatan tongkat peri yang dimilikinya.
Angel berjanji mewujudkan semua permintaan kedua sahabatnya dengan tongkat peri saktinya, selama itu bukan keburukan. Karena Angel telah berjanji pada Ibundanya untuk menggunakannya dengan baik. Jika tidak, maka Angel akan mendapat hukuman berat.

(Komplikasi)
Pada suatu ketika mereka sudah dewasa, saat mereka sedang bermain di taman, ada seorang pria yang menghampiri Anggun dan mengajak berkenalan. Seiring berjalannya waktu, Anggun dan Satria pun saling mencintai. Namun ternyata Anggi juga mencintai Satria padahal ia tahu bahwa Satria adalah kekasih Anggun, sahabatnya.
Pada suatu waktu, Anggi mengatakan kebenciannya kepada Anggun, sementara Angel berusaha menjadi penengah di antara mereka. Anggun merasa bersalah dan sedih mendengar ucapan Anggi yang membencinya.
Hingga pada akhirnya Anggi mengatakan pada Angel, “Angel, kau pernah berkata bahwa kau akan mengabulkan semua permintaanku tanpa terkecuali. Aku ingin Satria berubah menjadi mencintaiku.”
Kemudian Angel menjawab, “Aku bisa mengabulkan semua permintaanmu dan juga Anggun, tetapi tidak untuk mengubah perasaan seseorang. Jika aku bisa, maka aku akan terlebih dahulu mengubah rasa bencimu kepada sahabat kita.”
Karena Anggi merasa marah, ia kemudian dengan paksa merebut tongkat sakti peri milik Angel untuk membunuh Anggun. Anggi pergi lari membawa tongkat peri milik Angel. Angel pun tidak bisa mengejarnya karena tanpa tongkat Peri itu dia tidak memiliki kesaktian apapun.

(Resolusi)


Anggi pergi menemui Anggun dan langsung menggunakan tongkat peri milik Angel untuk memusnahkan Anggun. “Tongkat peri sakti, jadikan ia yang berada di hadapanku musnah dari bumi ini.” Anggun pun terkejut dan Angel hanya bisa menyaksikannya dengan tangisan. Karena kesaktian tongkat Peri itu, anggun akhirnya musnah dari muka bumi.
Akibat ulah Anggi, Angel pun akhirnya tidak bisa menjaga amanah dari ibunya untuk menggunakan tongkat peri miliknya hanya untuk kebaikan saja. Karena tongkat Peri itu digunakan untuk keburukan oleh Anggi, akhirnya Angel mendapatkan hukuman, yaitu kembali ke istana selama-lamanya dan tidak dapat turun ke bumi.

(Koda)

Anggi kehilangan kedua sahabatnya karena ulahnya sendiri. Setelah kepergian dua sahabatnya dari sisinya, ia baru menyadari bahwa yang ia lakukan adalah kesalahan besar. Anggi pun tidak bisa berbuat apapun kecuali yang meratapi nasibnya sendiri. Dan akhirnya, Anggi menghabiskan seumur hidupnya tanpa seorang teman pun di sisinya. Ia sangat menyesali perbuatannya tetapi tidak dapat mengubah apapun.

Contoh Cerita Fantasi 4 Paragraf tentang lingkungan

Contoh Cerita Fantasi 4 Paragraf tentang Lingkungan

Semut Pembawa Pesan dan Naga Penjaga Bumi

(Orientasi)
Pada zaman dahulu hiduplah sekelompok masyarakat suku yang tamak, yaitu Suku Agnirake Angkara. Meskipun mereka sudah dicukupkan dengan bahan-bahan yang tersedia di alam untuk dimanfaatkan dengan baik tetapi mereka terus-terusan membunuh semua binatang untuk mengisi perut.
Pada suatu waktu, ketua suku memerintahkan ke semua orang untuk memburu binatang di pulau dengan meracuninya. Hal ini dilakukan untuk mempermudah perburuan sehingga binatang-binatang tersebut dapat segera dimakan.

(Komplikasi)
Seekor semut yang bernama Rangrang, melihat kejadian tersebut kemudian ia masuk ke lubang bumi untuk menyampaikan hal tersebut kepada naga pelindung bumi, yaitu Naga Bhalaraksa. “Hei Naga Bhalaraksa, aku melihat si gembul manusia itu membunuh semua babi di pulau seberang dan memakannya. Bahkan mereka membunuhnya dengan racun,” kata Semut Rangrang.
Naga Bhalaraksa menjawab, “Mereka melakukannya lagi? Aku benar-benar ingin memberikan peringatan kepada mereka, tapi aku hanya bisa menggerakkan ekorku untuk mengguncangkan bumi saat semua orang sudah mati.”Di lain waktu, Kepala Suku kemudian mengerahkan seluruh pasukannya untuk menyumbat sungai supaya alirannya tidak menuju danau. Dan binatang air yang terdapat di sana harus ditangkap sampai habis untuk disantap. Singkat cerita semua ikan dan binatang air lainnya habis dalam waktu sekejap.
Semut Rangrang pun kembali menyampaikan apa yang ia lihat di bumi kepada Naga Bhlaraksa, “Aku melihat bumi sudah benar-benar hancur, karena semua isi alam sudah dikuras habis oleh manusia itu. Bhalaraksa, engkau harus memberikan peringatan kepada mereka dengan menggoyangkan ekormu supaya bumi tergoncang.”
Naga Bhalaraksa menjawab, “Ini belum waktunya. Aku hanya bisa menjalankan tugasku sebagaimana yang diperintahkan Raja Naga kepadaku.”
Karena makanan semakin menipis, mereka hanya bisa makan kelapa yang ada di ujung hutan. Mereka pun memakan buah kelapa dengan lahap dan rakus dan membuang cangkang kelapa di pekarangan gubuk mereka. Semut Rangrang melihat cangkang kelapa yang berbentuk bulat itu dan menganggap bahwa itu adalah tengkorak manusia yang berserakan. Rangrang berpikir bahwa semua manusia sudah mati.

(Resolusi)

Rangrang masuk ke dalam bumi dan menyampaikan pesan kepada naga Bhalaraksa, “Bhalaraksa, aku melihat manusia itu sudah mati. Banyak sekali tengkorak mereka berserakan. Aku menyaksikannya sendiri, tengkorak yang sangat banyak. Ini saatnya kau menggoncangkan bumi untuk meratakan seluruh bumi.”
Kemudian Bhalaraksa menjawab, “Benarkah? Baiklah, akan ku goncangkan bumi dengan ekorku.” Naga Bhalaraksa menggoyangkan ujung ekornya dan bumi pun tergoncang dahsyat. Ternyata sekelompok manusia itu masih hidup dan menjerit ketakutan karena bumi tergoncang sangat keras.

(Koda)
Karena Naga Bhalaraksa sudah terlanjur menggoncangkan ekornya, akhirnya semua manusia yang rakus itu pun mati karena bumi yang tergoncang sudah rata. Akhir dari kehidupan sekelompok manusia suku pedalaman itu sangat tragis akibat perbuatan mereka sendiri.
Mereka tidak bisa menyayangi alam padahal alam sudah memberikan segalanya untuk mereka untuk dimanfaatkan dengan baik. Sifat rakus dan tamak mereka yang tidak dapat dikendalikan membuat mereka berakhir dengan tragis.

Contoh Cerita Fantasi 4 Paragraf tentang hewan

Contoh Cerita Fantasi 4 Paragraf tentang Hewan

Buaya yang Tamak

(Orientasi)
Zaman dahulu hiduplah seekor buaya yang tinggal di pinggiran sungai. Buaya itu sering merasa kelaparan, saat itu ia belum makan tiga hari sehingga perutnya sangat lapar. Mau tidak mau hari itu dia harus mendapatkan mangsa karena sudah sangat kelaparan. Akhirnya buaya keluar dari markasnya dan berenang menyusuri pinggiran sungai untuk mencari mangsa.


(Komplikasi)
Saat menyusuri pinggiran sungai, buaya melihat seekor bebek yang sedang berenang dengan riang gembira. Buaya menerkam bebek tetapi bebek meminta tolong sambil menangis ketakutan dan berkata, “Tolong! Buaya tolong jangan makan aku. Kau bisa lihat sendiri kalau dagingku sedikit, bahkan dengan memakanku engkau tidak akan merasa kenyang sama sekali. Cobalah cari mangsa seekor kambing di dalam hutan. Lepaskan aku!”
Bebek pun akhirnya menunjukkan tempat di mana kambing itu berada. Tidak jauh dari tepi sungai terlihat segerombolan kambing yang sedang memakan rumput dengan lahap di lapangan hijau.
Buaya kemudian menerkam seekor anak kambing dan hendak menyantapnya. Saat akan menyantap anak kambing tersebut, anak kambing kemudian berseru, “Jangan buaya! Jangan makan aku, aku masih kecil. Dagingku tidak banyak. Kenapa kau tidak memangsa gajah saja yang sudah jelas-jelas dagingnya banyak.”
Buaya akhirnya melepaskan gigitan terhadap anak kambing. Lalu anak kambing mengajak buaya tersebut ke pinggir danau di mana anak gajah besar berada. Tanpa berpikir panjang, buaya langsung menggigit dan menerkam kaki anak gajah itu. Namun ternyata kulit gajah sangatlah tebal sehingga taring buaya pun tidak dapat melukainya.

(Resolusi)
Karena buaya menerkam anak gajah tersebut, kemudian anak gajah berteriak kepada ibunya untuk minta tolong. Buaya terus-terusan berusaha untuk membuat anak gajah tidak berdaya tetapi tetap saja tidak mampu. Karena mendengar teriakan anak gajah, akhirnya segerombolan gajah datang dan menginjak buaya sampai tidak dapat bernapas.

(Koda)
Buaya itu pun kemudian tidak berdaya dan tidak dapat melawan karena gerombolan gajah tersebut sangat banyak dan besar. Apalagi buaya belum makan selama 3 hari dan akhirnya kehabisan tenaga lalu mati dalam keadaan mengenaskan dan kelaparan.

Sebutkan Kaidah Kebahasaan Cerita Fantasi ?

Unsur kebahasaan cerita fantasi ada 6 antara lain adalah : Penggunaan kata ganti dan nama orang, Penggunaan kata yang mencerap pancaindra untuk mendeskripsikan latar tempat (tempat, waktu, dan suasana),
Menggunakan pilihan kata dengan makna kias,
Menggunakan kata sambung penanda urutan waktu,
Penggunaan kata atau ungkapan keterkejutan,
Penggunaan dialog atau kalimat langsung dalam cerita.

Editor Choices :

Itulah penjelasan mengenai teks cerita fantasi 4 paragraf beserta contohnya. Dengan mengetahuinya, diharapkan pembaca dapat membuat cerita fiktif sendiri sesuai dengan kaidah penulisan dan struktur yang telah ditetapkan.

Komentar / Pertanyaan