3 Contoh Teks Anekdot Sosial di Kehidupan Sehari-hari Kita

Sebelum lebih jauh mengetahui contoh tentang anekdot bertemakan fenomena sosial, alangkah lebih baik jika kamu mengetahui secara detail apa yang dimaksud dengan anekdot dan seperti apa struktur kebahasaan dari anekdot tersebut.

Ya, secara singkat contoh teks anekdot sosial merupakan sebuah bacaan atau cerita yang lucu dan bersifat menghibur namun di dalamnya terselip sindiran atau kritikan terhadap tokoh atau orang-orang tertentu, entah itu orang penting maupun orang awam sekalipun.

Dalam dunia sosial, sindiran tersebut tentunya berkaitan dengan tokoh terkenal atau orang-orang yang terhubung langsung dengan sebuah fenomena sosial. Bahkan meskipun merupakan sebuah cerita tidak jarang anekdot tersebut memiliki gambaran kejadian yang bersifat nyata alias sebenarnya.

Editor Choices :
Contoh Teks Anekdot Sosial

Struktur Kebahasaan Anekdot Sosial

Kendati merupakan sebuah sindiran yang dijabarkan dengan cerita yang lucu, tentunya penulisan anekdot juga harus mementingkan aspek kebahasaan yang tepat. Di dalamnya, terdapat beberapa struktur teks yang akan membangun anekdot tersebut lebih berbobot, di antaranya:

  1. Abstraksi, merupakan bagian pendahuluan yang akan memberi gambaran umum mengenai cerita tersebut.
  2. Orientasi, berisi gambaran tentang latar belakang yang menjadi penyebab utama terjadinya cerita. Dengan kata lain, cerita mulai mengarah pada krisis atau konflik yang terjadi pada tokoh.
  3. Krisis, alias pokok atau inti masalah dari cerita anekdot. Pada bagian inilah humor yang mengundang tawa pembaca diperlihatkan.
  4. Reaksi, adalah bagian teks anekdot yang mengungkap berbagai penyelesaian masalah dalam cerita dan dapat diungkapkan sebagai sikap menertawakan atau mencela.
  5. Koda, atau bagian penutup yang dapat berisi komentar hingga penjelasan dari cerita. Koda bersifat opsional sehingga tidak perlu selalu ada.

Contoh Teks Anekdot Sosial

Setelah mengetahui lebih jauh mengenai pengertian dan struktur apa saja yang membangun sebuah anekdot sosial, kini saatnya kamu perlu memahami penulisan anekdot tersebut melalui beberapa contoh teks anekdot sosial. Berikut beberapa contohnya, baik dalam bentuk dialog maupun narasi.

Sponsored Link
contoh teks

Contoh 1 : Sebuah Kesuksesan

Suatu hari, Andi seorang karyawan swasta sedang berjalan pulang. Sambil menunggu bus di sebuah halte, ia bertemu dengan seorang kakek tua yang sedang berjualan koran. Karena merasa kasihan, Andi kemudian membeli salah satu koran sambil ngobrol dengan si kakek.

“Sudah lama jualan koran, Kek?”, tanya Andi. “Ya sudah lama, nak. Lebih dari 20 tahun ada.”, jawab si Kakek. Mendengar itu, Andi pun iba, kemudian bertanya kembali. “Lho, anak dan cucu Kakek kemana? Mereka tidak bantu kakek?”. “Tidak, nak. Mereka sudah bekerja di tempat masing-masing.”, ujar kakek tua tersebut.

Karena semakin penasaran, Andi pun bertanya lagi kepada kakek tersebut. “Oh, mereka sudah bekerja ya, Kek. Kerja di mana?” “Anak saya yang pertama di bank, yang kedua di Polres, kalau cucu-cucu saja di kampus kedokteran”.

Andi pun berdecak kagum dengan pernyataan kakek tersebut dan memujinya sambil mengatakan “Wah hebat ya Kek, anak-anak dan cucu kakek sukses semua. Ada yang di bank, jadi polisi, dan kuliah juga ya?


Kebetulan saya juga di bank kerjanya, Kek. Kalau boleh tahu, anak kakek yang kerja di bank di bagian apa?” Jawab kakek, “Kalau yang di bank jualan koran, yang di Polres tadi lagi mulung, kalau yang ke kampus tadi ngamen sama jualan kue.”

kuliah

Contoh 2 : Tanda Tangan

Suatu hari Pak Guru membagikan hasil ulangan matematika kepada seluruh siswa kelas 6. Hasil ulangan tersebut harus dibawa pulang untuk dimintai tanda tangan orang tua, lalu dikembalikan kembali.

Keesokan harinya, Pak Guru meminta semua siswa mengumpulkan kembali kertas ulangan tersebut, namun ada satu anak yang kertas ulangannya masih kosong. Pak Guru pun menanyakan hal itu kepada siswa yang bernama Joni tersebut.

Pak Guru: “Hei Joni. Kamu sudah meminta tanda tangan orang tuamu?”
Joni: “Sudah pak. Banyak, lebih dari satu.”

Pak Guru: “Mana? Kosong begini kertas ulangan kamu?”
Joni: “Tanda tangan orang tua saja tidak ditaruh di kertas itu pak?”
Pak Guru: “Lalu orang tua kamu tanda tangan di mana?”


Joni: (sambil membuka lengan baju dan menunjuk tanda biru bekas cubitan) “Ini pak tanda tangan ibu saya. Sewaktu ibu lihat hasil ulangan saya, ibu langsung kasih tanda tangan di sini, Pak.”
Semua murid pun tertawa mendengar jawaban Joni.

Contoh 3 : Budaya Antri

Suatu hari, Nana dan Dini pergi ke supermarket di sebelah rumah mereka. Sambil menunggu antrian yang cukup panjang, mereka berlama-lama memilih camilan yang tersedia. Namun, karena antrian tidak juga memendek, akhirnya Nana dan Dini memutuskan untuk ikut mengantre.

Tiba-tiba seorang bapak menyerobot antrian di depan Nana sambil tersenyum sinis. “Duh..!”, keluh Nana. Dini pun langsung berkata kepada bapak tersebut “Excuse me, sir.” namun bapak tersebut mengabaikannya.

Sekali lagi Dini berkata kepada bapak tersebut “Excuse me Sir! I’ve been waiting here very long time.”, namun bapak tersebut masih pura-pura tidak mendengarnya.


Dini pun kembali bertanya kepada bapak tersebut, “Excuse me Sir!”. Dengan wajah kesal, bapak tersebut memarahi Dini, “Kamu ngomong apa sih?”.

Dini pun menjawab, “Oh saya kira bapak tidak bisa berbahasa Indonesia. Itu pak, silakan dibaca tulisannya (sambil menunjuk ke arah tulisan “MOHON ANTRI DENGAN TERTIB”

Itulah beberapa contoh teks anekdot sosial dengan sejumlah topik yang banyak terjadi di sekeliling kita. Bagaimana, sudah cukup paham anekdot sosial tersebut?


Share Artikel ini ke Sahabat Anda
Twitter Pinterest Facebook WhatsApp
Apakah ada tanggapan/pertanyaan?
Kirim Komentar


📢 Komentar / Pertanyaan