3 Contoh Teks Anekdot tentang Kesehatan beserta Strukturnya

Anekdot merupakan kalimat sindiran yang dikemas dalam bentuk humor. Tidak jarang struktur kalimat yang dituliskan akan mengundang gelak tawa bagi siapa pun yang membacanya. Ada berbagai tema penulisan yang dapat dijadikan anekdot, salah satunya tema kesehatan.

Perbedaan antara teks anekdot dengan teks lainnya (teks naratif, deskripsi, eksemplum, eksplanasi, deskripsi, eksposisi, observasi) adalah unsur kelucuannya yang berasal dari kritikan atau sindiran halus terhadap seseorang.

Ciri Khas Sebuah Anekdot Kesehatan

Berbagai contoh teks anekdot tentang kesehatan dapat ditulis dengan sejumlah kaidah dan struktur kebahasaan. Namun, harus selalu dipastikan bahwa teks anekdot tersebut memiliki sejumlah ciri khasnya, yakni sebagai berikut.

Contoh Teks Anekdot tentang Kesehatan
Contoh Teks Anekdot tentang Kesehatan
  1. Sindiran yang dikemas dengan humor menggelitik

Sebuah anekdot sudah pasti memiliki sifat humor dan berbau lelucon sehingga terkesan menggelitik. Humor yang dicantumkan memang tidak sepenuhnya lugas, namun dapat membuat siapa pun terhibur dan dapat mengundang tawa para pembaca.

  1. Ditulis untuk menyampaikan kritik halus

Tidak jarang, anekdot juga digunakan untuk menyampaikan kritik secara halus. Kritikan ini tentunya bertujuan sehingga tidak benar-benar langsung menyinggung para pembaca. Bahkan tidak jarang ada berbagai nilai positif yang dituliskan untuk disampaikan kepada masyarakat.

Sponsored Link
  1. Menampilkan berbagai tokoh maupun ilustrasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Anekdot juga tidak jarang digunakan untuk menyampaikan pandangan dan aspirasi yang bernilai positif. Jika berkaitan dengan anekdot kesehatan, ilustrasi yang dituliskan secara tidak langsung juga akan berhubungan dengan isu-isu kesehatan yang terjadi belakangan ini.

Dari beberapa ciri di atas, tentunya penulisan anekdot juga perlu diperhatikan. Ada dua jenis penulisan anekdot yang dapat kamu lakukan, yakni berupa cerpen atau narasi, serta dialog. Keduanya dapat dituliskan secara bebas sesuai dengan keinginan penulis.

Contoh Penulisan Anekdot Kesehatan

Sebuah anekdot sejatinya memiliki beberapa bagian struktur penyusunnya. Setidaknya terdapat lima bagian yang perlu ada, yakni abstraksi, orientasi, krisis, reaksi, dan koda. Berikut penggunaan kelima struktur tersebut dalam beberapa contoh teks anekdot tentang kesehatan sebagai berikut.

Contoh 1 : Kakek dan Obat Sakit Kepala

Abstraksi
Suatu sore di bulan Ramadhan, kakek dan cucu-cucunya sedang asyik menonton televisi. Mereka menonton salah satu program favorit cucu kakek yaitu kartun.

Orientasi
Setiap 15-20 menit sekali, muncul iklan pada tayangan televisi tersebut. Salah satunya yakni obat sakit kepala yang mengklaim bahwa obat tersebut dapat diminum kapan saja tanpa menyebabkan kantuk.


Krisis
Ketika kakek dan cucu-cucunya sedang asyik menonton televisi, tiba-tiba kakek merasa kepalanya sakit dan pusing. Kakek pun langsung memanggil salah satu cucunya untuk membeli obat sakit kepala di warung.

Reaksi
Sesampainya di rumah, sang Kakek segera meminum obat tersebut. Cucunya yang melihat kejadian tersebut pun kaget dan langsung bertanya “Kan lagi puasa, kok kakek minum obat?”

Koda
Tanpa ragu dan dengan raut wajah yang tampak tidak berdosa, sang Kakek lantas menjawab “Itulah hebatnya obat bodrex. Bisa diminum kapan saja, cu!”

Contoh 2 : Sebuah Rokok

Abstraksi
Suatu hari, seorang anak berusia 10 tahun sedang duduk-duduk di depan tv bersama ibunya. Ia menonton berita seputar kesehatan yang dibacakan seorang reporter sambil membaca buku pelajarannya.

Orientasi
Tiba-tiba, anak tersebut bertanya kepada ibunya, “Kanker itu berbahaya, ya Bu?”. “Benar nak, sangat berbahaya. Bahkan termasuk salah satu penyakit yang paling banyak membunuh,” jawab sang Ibu dengan tidak memalingkan wajahnya dari layar televisi.


Krisis
Anak tersebut kemudian keluar dari ruang televisi dan menemukan bungkus rokok yang tidak sengaja jatuh di dekat tempat sampah. Ia membaca bungkus tersebut dan melihat ayahnya sedang menghisap sebatang rokok sambil membaca koran dan minum kopi kesukaannya.

Reaksi
Tiba-tiba, anak tersebut berlari ke luar rumah dan berteriak “Toloooong, tolooongg!!” teriak anak tersebut. “Ada apa nak, ada apa?”, tanya warga di sekitar rumahnya. “Ayahku, mau bunuh diri!”, sahut anak tersebut. Warga pun berlarian dengan cepat menuju rumah si anak.

Sang Ayah dan Ibu yang ada di rumah pun panik melihat kerumunan orang datang ke rumah. Suasana menjadi ramai ketika Ayah anak tersebut bertanya siapa yang akan bunuh diri. Begitu pula pada suara riuh warga yang saling menenangkan Ayah agar tidak jadi bunuh diri.

Sejurus kemudian, sang anak berkata kepada ayah dan para warga “Hentikan, Ayah. Jangan merokok lagi!” sambil menunjuk gambar penyakit kanker pada bungkus rokok tersebut dan tulisan bahwa merokok dapat membunuh.

Koda
Warga dan orang tua anak tersebut terhenyak dan terdiam, lalu satu-persatu membubarkan diri.


Contoh Teks Editorial tentang Kesehatan Lengkap dengan Struktur
Contoh Teks Anekdot tentang Kesehatan

Contoh 3 : Periksa ke Dokter

Abstraksi
Di sebuah pos ronda, suatu malam. Terdapat dua warga, yakni Budi dan Tarjo yang sedang bercengkerama.

Orientasi
Budi: “Jo, kamu udah pucat dan kayanya sakit begitu tidak mau periksa aja ke dokter?”
Tarjo: “Kapok saya, Bud!”
Budi: “Kenapa? Kan biar cepat sembuh juga Jo.”

Krisis
Tarjo: “Iya kapok banget saya. Dioper-oper saja, Bud.”
Budi: “Dioper gimana maksudnya? Saya nggak paham, Jo”

Reaksi
Tarjo: “Dulu saya pernah sakit kepala terus periksa ke dokter umum. Dari dokter umum diperiksa sebentar terus disuruh ke dokter saraf. Dari dokter saraf saya harus ke bagian ronsen-lah, laboratorium-lah,  cek darah, banyaak Bud. Gak mau, saya trus pulang. Sampai rumah, kerokan sama pijit saja besoknya sudah sembuh. Masuk angin saja.”

Koda
Budi terdiam dengan jawaban Tarjo, dan memilih untuk memindah acara TV di pos ronda tersebut.

Itulah beberapa hal terkait dengan ciri dan contoh teks anekdot tentang kesehatan yang perlu kamu ketahui. Bagaimana, apakah sudah cukup paham dengan pengertian dan penulisan anekdot?


Share Artikel ini ke Sahabat Anda
Twitter Pinterest Facebook WhatsApp
Apakah ada tanggapan/pertanyaan?
Kirim Komentar


📢 Komentar / Pertanyaan