3 Contoh Teks Anekdot Politik yang Asyik tapi Mengelitik

Jika sering membaca sejumlah artikel atau rubrik-rubrik di majalah atau koran, tentu kamu sudah mengetahui apa yang dimaksud dengan anekdot. Seiring perkembangan teknologi, anekdot dapat ditemukan juga di sejumlah media sosial dengan berbagai tema seperti politik, hukum, dan sebagainya.

Melalui sejumlah media tersebut anekdot bisa ditemukan sebagai sarana hiburan yang menggelitik. Nah, jika kamu ingin membuat contoh teks anekdot politik, tentunya harus mengangkat beberapa hal terkait politik dengan memasukkan sejumlah unsur humor bahkan sindiran.

Ciri dan Struktur Teks Anekdot Politik

Teks anekdot politik sejatinya tidak jauh berbeda dengan teks anekdot pada umumnya. Terdapat sejumlah ciri yang khas dan berbeda dibandingkan dengan teks narasi ataupun dialog lainnya, seperti:

Editor Choices :
Contoh Teks Anekdot Politik
ilustrasi Contoh Teks Anekdot Politik

Kritik dan sindiran yang dikemas dalam bentuk humor. Hal ini merupakan unsur penting dalam sebuah teks anekdot, terlebih yang bermuatan politik sekalipun. Meskipun demikian, teks sindiran ini akan selalu diselipi dengan humor sehingga pembaca tidak akan mendapatkan gambaran suasana yang kaku.

Teks yang ditulis tidak jarang memiliki makna perumpamaan dan dikisahkan dalam bentuk fiktif. Namun, makna dan pesan yang disampaikan tetap dikemas dalam bentuk kalimat yang menyatakan sindiran.

Sponsored Link

Tidak jarang terdapat gambaran tokoh berpengaruh dalam kehidupan masyarakat. Terlebih jika berhubungan dengan politik, gambaran tokoh dengan kondisi/masalah yang terjadi secara nyata banyak ditampilkan dalam cerita. Meskipun, tidak jarang ditambahi dengan imajinasi penulis.

Contoh Penulisan Anekdot Politik

Menulis sebuah contoh teks anekdot politik sejatinya bukan hal yang sulit, karena dari bentuk penulisan kamu bisa menuliskannya menjadi sebuah dialog maupun narasi. Yang terpenting, pastikan kamu mengetahui apa yang akan ditulis dan sindiran seperti apa yang dimaksud. Berikut beberapa contoh anekdot yang dapat menjadi referensi.

contoh teks
Contoh Teks Anekdot Politik

Contoh 1 : Kursi Lupa Ingatan

Sambil menunggu guru masuk kelas, beberapa anak bercanda di salah satu sudut kelas.
Andre: “Guys, main tebak-tebakan yuk! Kursi, kursi apa yang bisa buat orang lupa ingatan?”
Umar: “Kursi malas”

Hans: “Kursi mainan di Dufan”
Ilham: “Kursi pengemudi, kalau kecelakaan”
Andre: “Haha, lucu sih tapi masih salah!”

Yudi: “Kursi goyang. Kan bikin orang jadi mengantuk dan tertidur sehingga orang jadi lupa”
Andre: “Hm, masih salah!”


Umar: “Trus kursi apa dong?”
Andre: “Nyerah nih?”
Ilham: “Nyerah deh”

Andre: (sambil tertawa) “Jawabannya, kursi anggota dewan! Hahaha..”
Yudi: “Kenapa?”
Andre: “Jelas lah! Lihat aja, sebelum duduk di kursi dewan, banyak caleg berjanji macam-macam supaya masyarakat memilih mereka. Eh, setelah duduk di kursi dewan, mereka langsung lupa janji-janjinya tersebut.”
Semua pun tertawa sampai tidak sadar guru mereka sudah ada di depan meja.

Contoh 2 : Hukuman Pencuri vs Koruptor

Setelah berolahraga pagi, Irwan memutuskan untuk membeli soto ayam kesukaannya untuk disantap bersama istrinya di rumah. Dalam perjalanan, ternyata sandalnya putus dan Irwan pun memutuskan untuk membeli sandal di warung terdekat.

Sayangnya, uang yang dimilikinya tidak cukup sehingga terpaksa, Irwan melanjutkan perjalanan pulang dengan bertelanjang kaki. Irwan pun melintasi sebuah rumah yang penuh orang dan terdapat banyak sandal di depannya.

Tanpa berpikir panjang, Irwan langsung mengambil sandal yang paling depan dan paling bagus dari rumah tersebut. Malang nasib Irwan, salah seorang tamu di rumah tersebut mengetahui aksi Irwan sehingga ia pun dikejar dan ditangkap.


Irwan berusaha berdamai namun pemilik sandal tersebut tetap membawa Irwan ke jalur hukum. Irwan dijatuhi pasal pencurian dan kasusnya akan segera disidangkan di meja hijau.

Saat persidangan berlangsung, hakim ketua pun memutuskan bahwa Irwan terbukti melakukan pencurian sandal dan dikenakan hukuman 5 tahun penjara. Irwan pun tidak terima dan menyatakan bahwa hukumannya jauh lebih berat dibandingkan hukuman koruptor.

Hakim pun menjelaskan “Kamu terbukti mencuri sandal dan merugikan seseorang sebesar 50.000. Sementara para koruptor menggelapkan uang senilai 3 miliar dan merugikan 200 juta lebih rakyat Indonesia.

Kalau dihitung-hitung, koruptor hanya bikin rugi 15-an rupiah saja untuk masing-masing orang. Artinya, kerugian yang kamu timbulkan lebih besar dibanding kerugian yang ditimbulkan oleh koruptor”


alasan masuk jurusan hukum
Contoh Teks Anekdot Politik

Contoh 3 : Baju Paling Mahal

Sambil menunggu pesanan makanan di kantin, dua orang karyawan bernama Kiki dan Indah asyik mengobrol dalam sebuah percakapan yang sangat seru. Mereka membicarakan baju yang akan dibeli sepulang dari kantor nanti.

Tiba-tiba muncul salah seorang teman mereka bernama Bayu, dan memberikan pertanyaan “Kalian tahu tidak, merek baju apa yang paling mahal?”. Kiki dan Indah pun langsung merespons dengan menyebutkan beberapa merek baju mewah seperti Gucci, Channel, YSL, dan sebagainya.

Jawab Bayu, “Salah semua. Yang paling mahal itu baju tahanan KPK.” “Kok bisa?” tanya Indah. “Iya dong, coba deh pikir, seseorang harus ambil uang negara ratusan juta, bahkan miliaran rupiah baru deh mereka bisa pakai baju tersebut.”

“Iya juga ya,” celetuk Kiki. “Mending kita cari baju-baju di pasar loak aja, Ndah, lebih hemat.”, imbuhnya. “Eh, jangan salah. Siapa tahu ada baju bertuliskan Tahanan KPK dijual dengan harga lebih murah, 50 atau 100 ribu cukup hahaha.” ujar Bayu sambil tertawa.

Indah dan Kiki pun tertawa, namun percakapan mereka terhenti karena pesanannya sudah datang. Bayu pun bergegas memesan makanan dan bergabung di meja tersebut bersama Indah dan Kiki.

Itulah beberapa contoh teks anekdot politik yang dapat cukup relevan dengan kondisi masyarakat dan politik sekarang. Bagaimana, sudah paham dengan anekdot tersebut?


Share Artikel ini ke Sahabat Anda
Twitter Pinterest Facebook WhatsApp
Apakah ada tanggapan/pertanyaan?
Kirim Komentar


📢 Komentar / Pertanyaan