5 Contoh Teks Anekdot dalam Kehidupan Sehari-hari

Teks anekdot merupakan cerita singkat yang digunakan untuk kritikan namun, mengandung lelucon. Biasanya teks anekdot berbentuk cerita narasi maupun dialog dari beberapa tokoh dengan kalimat yang lucu sehingga membuat kita tertawa terbahak-bahak, sambil mengatakan “bener juga ya”. Hal itu karena pembahasan dalam teks anekdot sangat relate di kehidupan kita.

Sedikit orang yang mampu membuat teks anekdot. Kurangnya pemahaman struktur teks serta kalimat penjelas pada teks anekdot yang terkadang membuat bingung untuk menentukan tema dan memperluas ide yang akan disusun dalam teks. Padahal contoh teks anekdot dalam kehidupan sehari-hari tersebar luas bila kita memahaminya.

Definisi Teks Anekdot

Menurut Depdikbud tahun 2013, Anekdot adalah cerita singkat yang lucu dan mengesankan sehingga menarik untuk dibaca. Biasanya mengenai seseorang yang terkenal atau orang penting sesuai dengan kejadian yang ada sebenarnya, tapi juga tidak harus orang penting.

Contoh Teks Anekdot dalam Kehidupan Sehari-hari
Contoh Teks Anekdot dalam Kehidupan Sehari-hari

Tidak hanya berdasarkan cerita dari kejadian sebenarnya, anekdot juga dapat dari cerita buatan yang pada kenyataannya tidak terjadi pada masyarakat. Tujuan dari teks anekdot digunakan untuk kritikan maupun sindiran secara tidak langsung, ataupun hanya digunakan untuk sekedar hiburan dan senda gurau semata.

Topik anekdot banyak dipakai sebagai sindiran yang ditujukan seperti untuk politik, pemerintahan, layanan publik, gaya hidup dan lainnya sampai dengan lingkungan sosial. Walaupun terkesan hanya lelucon, di dalamnya teks anekdot memuat berbagai pesan moral maupun amanat dan kebenaran.

Jadi, contoh teks anekdot dalam kehidupan sehari-hari dapat dibuat sebagai bentuk sindiran yang unik dan cara yang lucu dalam menyampaikan kritikan tersebut sesuai dengan realitas sosial.

Struktur Teks Anekdot

1. Abstraksi

Abstrak pada struktur teks anekdot terletak diawal paragraf yang fungsinya untuk memberikan deskripsi secara umum tentang topik yang akan disampaikan.

2. Orientasi

Orientasi merupakan awal kejadian cerita yang menggambarkan latar belakang dari suatu peristiwa pada topik yang akan dijadikan pembahasan.

3. Krisis

Krisis akan menjelaskan bagian mengenai pokok pada masalah utama yang dibalut dengan unik dan humoris. Masalah diambil oleh pembuat teks dari keresahan atau berdasarkan fakta yang terjadi di sekitar masyarakat.

4. Reaksi

Reaksi ini adalah bagian dari upaya dalam menyelesaikan masalah berupa solusi yang dapat dilakukan.


5. Koda

Koda adalah struktur terakhir dari teks anekdot untuk menutup jalannya cerita dalam teks.

Kaidah dalam Teks Anekdot

1. Menentukan topik masalah yang akan disampaikan.
2. Menentukan tokoh yang terkait cerita.
3. Menentukan latar belakang peristiwa yang dapat diambil dari contoh teks anekdot dalam kehidupan sehari-hari.
4. merinci peristiwa sesuai struktur teks anekdot di atas.
5. Mengembangkan kerangka menjadi cerita teks anekdot yang utuh.
6. Melakukan penyuntingan.

contoh teks

Ciri Umum dari Teks Anekdot

Teks anekdot berbeda dengan teks dalam menulis lainnya. Jika kita paham, ciri-ciri umumnya dapat kita temukan pada contoh teks anekdot dalam kehidupan sehari-hari. Namun, apa sajakah ciri-ciri umum dari teks anekdot? Berikut penjelasannya.

1. Mendekati teks perumpamaan. Perumpamaan teks anekdot biasanya mendekati bentuk karangan cerita berdasarkan imajinasi yang mengandung unsur yang relate di masyarakat.

2. Menampilkan berbagai tokoh. Tokoh tersebut biasanya para pejabat, anggota politik, pemimpin masyarakat dan sebagainya. Tokoh yang dimunculkan berupa fiktif namun tetap menyindir peristiwa yang sedang berkembang dimasyarakat.


3. Bersifat Humoris. Walaupun mengundang tawa, teks anekdot ini bertujuan untuk mengungkapkan suatu kebenaran.

4. Adanya kritikan dan sindiran. Kritikan dan sindiran ini harus ada, terselip di setiap cerita maupun dialog dalam teks anekdot.

Ciri-ciri Bahasa pada Teks anekdot

1. Kata kias, kata yang memiliki arti tidak sebenarnya, misal kantong kering, tanggal tua, muka dua, banting tulang, peras keringat
2. Adanya kalimat retoris, pertanyaan yang tidak perlu jawaban.
3. Menggunakan kata konjungsi, seperti kata hubung untuk waktu, contohnya yaitu sebab-akibat, karena, maka, kemudian dan sebagainya.
4. Kalimat sindiran.
5. kalimat pengandaian, seperti andai saja jika.., coba saja kalau… dan sebagainya.

Contoh Teks Anekdot Singkat dalam Kehidupan Sehari-hari

Contoh Teks Anekdot 1 : Ngikutin Cina

Ilyas dan Cesar sedang menonton TV sambil berjaga di pos ronda. Mereka melihat berita yang isinya mengenai kasus pencurian yang pelakunya dihukum penjara selama 5 tahun. Padahal yang mereka curi hanyalah satu pohon singkong.

IL    : Sungguh kejam memang. Para koruptor saja cuma dipenjara satu tahun, sudah gitu masih bisa keluar negeri pula. Lah itu, maling sepohon singkong dipenjara sampai 5 tahun.

CS   : pemerintah kan lebih mementingkan satu pohon singkong, makanya hukumannya bisa lebih lama dari maling yang memakai setelan berjas itu.

IL     : Harusnya negara kita itu ngikutin negara China saja ! (sambil mengangguk-angguk agar lebih meyakinkan Cesar).

CS   : Kenapa harus ngikutin China?
IL     : Kalau disana, orang yang korupsi kan dipenjara cuma dua minggu.

CS   : Lah, kok dua minggu?
IL     : Iya, setelah habis dua minggu, langsung tembak mati !

Seketika pun suasana menjadi hening. Mungkin mereka sedang memikirkan jalan apa lagi yang akan ditempuh oleh para koruptor.

Contoh Teks Anekdot 2 : Proyek Jembatan Surga Neraka

Suatu hari, Gus Dur pernah bercerita bahwa orang Indonesia yang menghuni neraka melakukan musyawarah. Mereka berembuk dan telah sepakat membangun jembatan yang akan menghubungkan antara surga dan neraka, sehingga penduduk surga dan penduduk neraka dapat saling mengunjungi satu sama lain. Akhirnya mereka para penghuni surga dan juga neraka membentuk panitia.


Panitia penghuni neraka langsung bekerja untuk merancang bangunannya. Tanpa menunggu lama, jembatan neraka menuju ke surga selesai dibangun. Tetapi, panitia para penghuni surga tak kunjung membangun jembatan tersebut.

Bagailah mana mau membangun, struktur bangunannya saja belum selesai dibuat. Penghuni neraka ngamuk ke penghuni surga. “Jembatan dari neraka sudah selesai, kalian para penghuni surga belum bertindak apa-apa,” protes warga neraka.

“Bagaimana kita bisa mengerjakan pembangunan ini?” Wong semua pimpinan proyeknya, para pemborongnya dan juga para menterinya di neraka semua,’ kata warga penghuni surga.

contoh teks text generic structure

Contoh Teks Anekdot 3 : Lupa Ingatan

Di suatu siang, Jono dan Yanto yang sedang nongkrong di bawah pohon mangga yang anginnya semilir. Jono sedang bermain gitar sembari melamun, dan Yanto merebahkan tubuhnya diatas dipan. Sambil menikmati sebatang rokok dan secangkir kopi yang dibelinya dari kedai Mpok Yuli.

“Jon, tebak-tebakan ayok !” kata Yanto sambil menutup matanya. “bangku, bangku apa yang bisa bikin orang lupa?”.

Jono berpikir sambil menyetting gitarnya,
“bangku apaan bisa bikin orang lupa ?”.

“nyerah gak?,” tanya Yanto sambil mengayunkan kakinya dipinggir dipan. “Bangku De Pe eR !”

“Lah kok bisa begitu?,”
Jono kebingungan.

“Iyalah, Coba aja inget-inget, sebelum mereka duduk dibangku De Pe eR, banyak caleg yang nyebarin janji-janji biar dipilih masyarakat. Setelah udah ngerasain duduk dibangku De Pe eR, lupa ingatan sama janji-janjinya dulu.”

“Oiya, bener juga ya hahaha”. Kata Jono yang tertawa riang sambil menghisap rokoknya.

Contoh Teks Anekdot 4 : Sambutan dalam Bahasa Arab

Pada saat orde baru, ada acara disalah satu forum yang dihadiri oleh banyak kyai. Selama acara dijaga oleh banyak petugas intel. Dalam forum tersebut, salah seorang pemimpin memberikan sambutannya dalam bahasa arab.

Karena banyak intel yang sedang menjaga mereka, sang pemimpin meminta kepada para anggota kyai lainnya agar selama forum mereka menggunakan bahasa arab saja. Jika tidak, bisa-bisa mereka tahu apa misi dari pertemuan itu. Setelah pertemuan selesai, para intel menemui sang Komandan.

Sang Komandan pun penasaran apa yang mereka bicarakan pada forum tersebut, dan bertanya kepada salah seorang anggota intel yang turut menjaga forum para kyai itu.

Komandan   : Bagaimana pertemuan para kyai diforum acara tadi?

Intel             : Tidak ada diskusi Ndan, Mereka hanya saling mendoakan !

Ternyata, mereka dianggap hanya sedang saling mendoakan.

Contoh Teks Anekdot 5 : Sedekah

Suatu hari ada seorang kakek tua menengadahkan tangannya, meminta-minta kepada seorang anak muda. “Nak, sedekahnya nak”, pinta pengemis tua itu. Bajunya yang lusuh membuat pemuda itu merasa iba, lantas si pemuda mengambil uang sebesar lima ribu disaku bajunya.

Diberikanlah uang itu kepada si pengemis tua itu. “Kembali dua ribu ya, pak !,” kata si pemuda sambil memberikan uangnya. Kakek pengemis itu pun menyodorkan gelas plastiknya yang berisikan uang.

Dan dikembalikannya uang itu kepada si pemuda. “Ini kembaliannya, nak. silahkan diambil.”

“loh pak, kembaliannya kelebihan seribu pak,”
pemuda itu heran.

“Tidak apa-apa, anggap saja sedekah dari saya untung kamu, nak.” Kakek pengemis itu tersenyum dan langsung meninggalkan sang pemuda.

Contoh Teks Anekdot 6 : DPR

Suatu malam ada Tono dan Bimo mengobrol bersama di pos ronda. Menikmati gerimis dimalam hari sambil minum kopi dan menonton tv.

Tono     : wakil rakyat sekarang itu kerjanya bukan untuk menyejahterakan rakyat, tapi menyejahterakan keluarganya sendiri.

Bimo    : iyalah jelas, kalo gak gitu ya gak korupsi mereka.

Tono     : iya bro, parah emang. Rakyat makin kesusahan, wakil rakyatnya makin makmur. Banyak rakyat hidup di jalanan, tapi wakil rakyatnya hidup di istana mewah. Sejahtera sekali wakil rakyat yang duduk di bangku DPR.

Bimo    : Tapi nih ya bro,
wakil rakyat itu kerjanya sangat sesuai.
Mewakili rakyat.

Tono     : yang bener bro?

Bimo    : Iya bener, kan mereka mewakili rakyat. Rakyatnya mau punya banyak uang, sudah diwakili oleh wakil rakyatnya. Mau punya mobil mewah, udah diwakilkan, mau punya rumah gede udah diwakilkan. Rakyat mau berantem juga udah diwakilkan mereka.

Tono     : Berantem sama siapa bro?

Bimo    : ya kan waktu sidang mereka sering tuh berantem.

“Hahahaha,” mereka tertawa bersama.

Contoh Teks Anekdot 7 : SBI

Suatu hari di sekolah negeri “tak tau dimana”, ada seorang guru yang memberi tahu muridnya bahwa sekolah mereka segera berubah statusnya menjadi sekolah BSI.

“Anak-anak, ada kabar yang bahagia untuk kita semua.” Sekolah kita, tidak lama lagi akan berubah menjadi SBI (Sekolah Bertaraf Internasional). Untuk menyambut ini, bapak mau tanya persiapan apa yang sudah kalian lakukan?.” Tanya guru tersebut.

“Jono, apa yang sudah kamu siapkan?”. Jono pun menjawab dengan sigap, “Belajar bahasa inggris lebih tekun pak, biar bisa lancar berbicara dalam bahasa inggris.”

“Bagus.. kalau kamu Dino?”, lanjut pertanyaan guru tersebut ke murid lainnya. “mempersiapkan uang, pak.” Jawab Dino. “Loh, kok uang?,” guru tersebut bingung dengan jawaban Dino.

“Iya, pak guru. Soalnya kalo status sekolah kita sudah SBI, pasti lebih mahal bayar sekolahnya dari pada sekolah biasa. Pasti nanti adan iuran untuk bayar ini itu.” Dino menjelaskan.

“Sinis sekali jawabanmu, Dino! Begini loh, kalau sudah SBI artinya sekolah kita setara dengan sekolah di luar negeri. Jadi kalian kaya lagi sekolah di luar negeri,” guru itu menjelaskan.

“Tapi pak, menurut saya SBI itu adalah Sekolah Bertarif Internasional bukan Sekolah Bertaraf Internasional.” Dino lanjut menjelaskan.

— — —
Sekarang pasti Anda sudah mengetahui mengenai teks anekdot. Mulai dari definisi, ciri utama, hingga contoh teks anekdot dalam kehidupan sehari-hari sudah kami sampaikan. Jadi bagaimana? Apakah Anda masih bingung dengan pembuatan teks anekdot?

Editor Choices :

Tidak apa-apa belum mahir dalam membuat teks anekdot. Semua itu perlu latihan, pengalaman serta memilah informasi yang lebih banyak. Yang terpenting adalah tetap semangat dalam belajar.

Komentar / Pertanyaan

Trending Topics
harga tarif tiket masuk kolam renang palem pondok kelapa jakarta timur
sekolah kedinasan yang menerima lulusan smk
Sekolah Ikatan Dinas Tanpa Syarat Tinggi Badan
tarif harga tiket Kolam Renang Modernland Tangerang
harga tiket masuk pantai pasir putih PIK 2
harga tarif tiket masuk heha ocean view gunung kidul yogyakarta

Author

CEO DeckaRenas SaptoAfr S.Kom S.pd, An engineer who loves to write about anything especially about education, lifestyle, tech stuff and popular sciences. Learn something new and pretty good in digital literacy.
Kontak: TwitTer | FaceBook | InstaGram