4 Contoh Teks Eksposisi Proses Makanan, Puding dan Batik

Tahukah Anda tentang teks eksposisi proses? Bagi Anda yang sedang bekerja di bidang penulisan maupun redaksi, Anda perlu mengetahui dan memahami dengan baik mengenai teks eksposisi proses. Berikut ini pengertian, karakteristik, dan contoh teks eksposisi proses yang dapat Anda pelajari dengan baik.

Definsi Teks Eksposisi Proses

Teks eksposisi proses adalah sebuah paragraf yang berisi tentang proses pembuatan, proses penggunaan, atau cara melakukan suatu hal. Teks eksposisi proses bertujuan untuk memberikan informasi secara lengkap dan detail sesuai fakta dan kebenaran yang ada.

Kata eksposisi sendiri berasal dari kata expose yang memiliki arti “menggambarkan sesuatu”. Eksposisi bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan informasi jelas kepada para pembaca agar dapat melakukan atau membuat sesuatu sesuai dengan informasi yang disampaikan.


Contoh Teks Eksposisi Proses

Atas dasar penjelasan diatas, maka teks ekposisi proses harus dibuat dengan sejelas mungkin, paragraf eksposisi haruslah informatif, dan mudah untuk dipahami oleh pembaca dengan bahasa yang ringan. Tidak ada unsur paksaan dalam setiap paragraph ekposisi

Karakteristik Teks Eksposisi

Adapun teks eksposisi memiliki beberapa karakteristik yang mudah untuk dikenali dan menjadi pembeda dari teks lainnya. Nah, berikut ini beberapa karakteristik dari teks eksposisi proses yang perlu Anda ketahui:

advertisement
  • Disertai dengan tes, data, gambar, dan contoh.
  • Pembaca mudah memahami dan mendapatkan informasi secara jelas
  • Sampul menegaskan isi dari paragraph eksposisi
  • Bahasa yang bersifat denotasi atau mengungkap kebenaran dari fakta yang ada.
  • Fakta yang ada digunakan sebagai alat kontribusi
  • Menjelaskan definisi (pengertian)
  • Menjelaskan tentang metode, langkah, atau cara untuk melakukan sesuatu hal/kegiatan.
  • Dari awal hingga akhir paragraph berbentuk seperti essai pameran.

Langkah Membuat Teks Ekpsosisi Proses

Anda dapat membuat teks eksposisi sesuai dengan gaya bahasa Anda maupun bentuk tulisan yang Anda sukai. Namun ada beberapa langkah dasar dalam membuat teks eksposisi proses, berikut ini langkah-langkah yang perlu Anda ketahui:

  • Siapkan atau tetapkan topik yang ingin Anda bahas, seperti cara membuat kue, cara membuat sepatu, atau cara membuat kopi seperti di café.
  • Kembangkan kerangka dalam bentuk esai pameran.
  • Tentukan tujuan pembuatan teks eksposisi proses.
  • Kumpulkan data-data dari berbagai sumber agar informasi yang akan Anda sampaikan menjadi lebih valid.
  • Eksekusi atau tulislah teks eksposisi sesuai dengan topik atau tema yang Anda pilih.

Pola Pengembangan Teks Ekposisi Proses

Adapun pola-pola yang dapat digunakan untuk mengembangkan teks eksposisi proses yang akan Anda buat seperti berikut ini:

  • Pola pengembangan dari sebab dan akibat.
  • Pola pengembangan klasifikasi metode
  • Pola pengembangan dari umum ke khusus atau umum ke umum.
  • Pola pengembangan dari analogi.
  • Pola pengembangan dari konflik atau kontras.
  • Pengembangan dengan menggunakan model perbandingan.
  • Pola pengembangan ilustrasi.
  • Pola pengembangan dari model defines
  • Pola pengembangan proses.

Setelah Anda mengetahui dan memahami dengan baik, berikut ini beberapa contoh teks eksposisi proses yang perlu Anda baca. Anda dapat lebih memahami pengertian yang disertai dengan contoh-contoh yang akurat.

pengertian struktur ciri-ciri contoh teks

Contoh Teks Eksposisi Proses tentang Makanan

Nasi goreng adalah makanan yang paling mudah untuk dibuat, bahkan nasi goreng ditetapkan sebagai makanan nasional khas Indonesia. Nasi goreng juga memiliki beberapa varian yang berbeda dari berbagai daerah di Indonesia, namun kita akan membahas proses pembuatan nasi goreng yang umum digunakan.

Bahan untuk membuat nasi goreng original cukup mudah ditemukan, berikut ini bahan dan bumbu yang perlu Anda siapkan untuk membuat satu porsi nasi goreng:

Bawang merah 2 siung, bawang putih 1 siung, cabe 2 buah (dapat ditambahkan sesuai selera), kecap manis, bumbu penyedap, garam, nasi satu piring, telur ayam satu buah, daun bawang iris tipis, wortel iris dadu kecil, daging ayam cincang, dan margarin.

  1. Cara membuat nasi goreng, pertama-tama iris bawang putih, bawang merah dan cabe, Anda juga dapat menguleg atau menggunakan alat pemotong agar hasil irisan lebih halus. Lalu tumis bumbu tersebut menggunakan minyak panas hingga harum.
  2. Ceplok telor ke dalam wajan yang sama dengan wajan berisi bumbu tumis, aduk hingga telor menjadi orak-arik. Jika ingin aroma bumbu yang lebih kuat, sebaiknya usahakan bumbu dan telor tidak menyatu di dalam wajan.
  3. Lalu masukkan potongan wortel, ayam cincang, dan daun bawang. Aduk-aduk hingga merata ayam matang dan daun bawang telah menjadi layu. Kemudian masukan nasi dan aduk kembali.
  4. Setelah nasi dan bahan lainnya telah tercampur rata, masukkan garam, bumbu penyedap, dan kecap manis. Aduk rata hingga nasi goreng matang, cicipi nasi goreng dan koreksi rasa, apabila bumbu kurang dapat ditambahkan.
  5. Sajikan nasi goreng ke dalam piring, Anda bisa menambahkan pelengkap seperti telor mata sapi, acar, maupun kerupuk di atas nasi goreng.

Contoh Teks Ekposisi Proses Membuat Puding

Puding adalah salah satu cemilan sehat yang kaya akan serat, puding juga dapat disajikan sebagai dessert. Cara membuat puding pun cukup mudah, Anda hanya perlu menyiapkan bubuk puding instan dan air. Berikut ini cara membuat puding yang mudah:

  • Siapkan bubuk puding instan, biasanya puding instan sudah mengandung gula sehingga Anda tidak perlu lagi menambahkan gula.
  • Kedua, masukkan 2 gelas air mineral atau setara dengan 500 ml air ke dalam sebuah panci.
  • Masukkan satu saset puding instan ke dalam panci, aduk hingga tercampur.
  • Masak puding menggunakan api sedang sambil terus diaduk hingga mendidih.
  • Setelah mendidih, diamkan kurang lebih 3 menit hingga uap panas berkurang.
  • Lalu puding siap untuk dicetak ke dalam cetakan. Anda dapat menambahkan potongan buah-buahan diatas puding yang telah di cetak (opsional).
  • Masukkan ke dalam kulkas selama 2-3 jam atau sampai puding mengeras dan siap untuk dinikmati.

Anda juga bisa membuat puding menggunakan susu, hasil pembuatan puding menggunakan susu adalah tekstur puding yang lebih lembut dan mudah hancur saat dimakan. Cara pembuatannya pun sama namun Anda hanya perlu mengganti air mineral dengan susu cair full cream.

kuliah

Contoh Teks Eksposisi Proses Membuat Kerajinan Tangan

Di bulan Ramadhan ini perbanyaklah kegiatan yang positif, salah satunya adalah membuat kerajinan tangan dari botol bekas. Selain untuk melatih kreativitas, membuat kerajinan tangan dari barang-barang bekas juga dapat membantu mengurangi limbah plastik.

Botol bekas dapat dirubah menjadi tempat penyimpanan seperti tempat alat make up, tempat menyimpan pensil, maupun tempat alat-alat jahit. Anda hanya perlu menyiapkan botol bekas, gunting, lem kertas, dan kertas berwarna. Nah, berikut ini cara membuat kerajinan tempat make up dari botol bekas:

Pertama, cuci bersih botol bekas dan buanglah stiker yang menempel pada botol. Anda dapat menggunakan botol plastik dari jenis minuman apapun. Lebih baik jika Anda menggunakan botol plastik berwarna bening.

Kedua potonglah botol bekas menggunakan gunting, Anda perlu membelah botol menjadi ¾ bagian yang tersisa. Sehingga bentuk botol setelah di potong mirip dengan bentuk gelas atau bentuk kaleng.

Ketiga, setrika bekas potongan botol agar aman ketika digunakan. Panas pada setrika dapat melelehkan plastik hingga membuat bekas potongan botol menjadi tidak tajam lagi. Caranya, cukup tempelkan botol plastik ke setrika selama beberapa detik saja.

Keempat, siapkan kertas warna, jika Anda menyukai kerta bermotif maka Anda dapat menggunakan kertas pembungkus kado. Potong kertas sesuai dengan ukuran botol, sehingga dapat menutupi botol dengan sempurna.

Kelima, tempelkan kertas pada botol menggunakan lem kertas. Pastikan dengan teliti bahwa semua bagian kertas menyatu dengan permukaan botol plastik.

Selesai, Anda dapat menggunakan kerajinan botol plastik ini sebagai tempat alat make up, maupun tempat pensil.

Contoh Teks Eksplanasi Budaya

Contoh Teks Eksposisi Proses Pembuatan Batik

Batik adalah sebuah bentuk dari warisan budaya Indonesia yang harus dilestarikan dan telah mendunia. Terdapat dua jenis batik berdasarkan cara pembuatannya yaitu batik tulis dan batik cap. Berikut ini cara membuat batik tulis yang dapat Anda lakukan untuk melestarikan warisan budaya ini:

Alat-alat yang dibutuhkan dalam pembuatan batik tulis adalah canting (alat untuk membatik), wajan kecil, gawangan (tempat yang digunakan untuk meletakkan kain), anglo (kompor kecil), malam (lilin), dan pewarna pakaian atau pewarna kain.

Kain khusus untuk membuat batik disebut kain mori, sebelum membuat batik pastikan kain mori telah dicuci hingga bersih terlebih dahulu. Tujuan mencuci kain mori adalah agar serat-serat pada kain menjadi lebih lemas dan mudah untuk menggambar batik di atasnya.

Langkah pertama dalam membuat batik adalah membuat pola batik diatas kertas roti. Anda dapat membuat pola sendiri maupun pola batik yang telah dipatenkan.

Setelah pola selesai dibuat, maka Anda perlu menyalin pola tersebut ke atas kain mori. Caranya letakkan kertas roti diatas kain mori, tebalkan pola menggunakan pensil agar pola terbentuk diatas kertas mori secara samar namun tetap terlihat oleh Anda.

Panaskan lilis menggunakan wajan dan anglo agar lilin mencair, karena biasanya lilin batik berbentuk balok. Siapkan api di dalam anglo, masukkan lilin ke dalam wajan, kemudian letakkan wajan diatas anglo, tunggu hingga lilin mencair dengan sempurna.

Anda dapat mulai membatik menggunakan cating yang telah diisi lilin cair, dan menggambar mengikuti pola pada kain mori. Lakukan ini hingga seluruh pola pada kain telah ditutupi oleh lilin, Anda juga dapat menggunakan lilin untuk menutupi bagian motif yang akan dibiarkan menjadi polos atau tidak berwarna.

Setelah dilapisi oleh lilin, celupkan kain mori ke dalam cairan pewarna pakaian. Celupkan secara berulang-ulang hingga mendapatkan tingkat kepekatan warna yang diinginkan. Setelah itu, jemur pakaian hingga kering di atas gawangan.

Setelah kain kering, Anda dapat melakukan proses pembatikan kedua untuk memberikan lapisan warna atau menambahkan motif. Lakukan proses pencelupan kembali setelah pembatikan selesai, kemudian jemur kain hingga kering.

Langkah terakhir yaitu menghilangkan lilin pada kain batik, caranya dengan merebus kain ke dalam air mendidih selama beberapa menit. Angkat kain lalu bilas dan jemur hingga kering. Kain batik siap untuk digunakan.

Kesimpulan
advertisement

Demikianlah beberapa contoh teks eksposisi proses, Anda dapat menggunakan teks eksposisi untuk menjelaskan cara pembuatan suatu barang. Biasanya teks eksposisi proses banyak digunakan untuk membuat tulisan atau artikel tutorial.

Share Artikel ini ke Sahabat Anda
Pinterest Twitter Facebook WhatsApp
Tinggalkan komentar