4 Contoh Paragraf Induktif tentang Pendidikan

Materi mengenai paragraf induktif pastinya tidak asing bagi pelajar Indonesia. Jenis paragraf ini hampir selalu muncul dalam buku bacaan atau soal latihan Bahasa Indonesia.

Meskipun sudah cukup sering dibahas dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, ternyata masih cukup banyak siswa yang belum memahami apa itu paragraf induktif. Padahal menguasai paragraf induktif akan sangat bermanfaat. Contoh manfaat yang bisa didapatkan adalah membantu dalam tugas penulisan, serta memudahkan siswa menemukan inti dari sebuah topik bacaan.

Untuk lebih memahami mengenai paragraf induktif, selanjutnya akan dibahas mengenai pengertian, karakteristik, pola, hingga contoh paragraf induktif tentang pendidikan.


Pengertian – Apa sih Paragraf Induktif Itu?

Contoh Paragraf Induktif tentang Pendidikan

Paragraf induktif adalah suatu paragraf yang berisi runtutan kejadian atau penjabaran tentang suatu hal mulai dari hal yang khusus ke hal yang umum. Dalam paragraf induktif penulis akan menceritakan hal-hal mendetail terlebih dahulu di awal dan nantinya akan ditutup dengan kesimpulan di bagian akhir.

Kamu pasti sebelumnya pernah juga mendengar jenis paragraf lain seperti paragraf deduktif, kan? Apakah keduanya sama?

advertisement

Jawabannya, tidak. Perbedaan antara paragraf induktif dan paragraf deduktif terletak pada di mana kesimpulan atau kalimat utama diletakkan. Jika pada paragraf induktif kalimat utama diletakkan di akhir, maka pada paragraf deduktif kalimat utama diletakkan di awal paragraf.

Kita tidak akan membahas soal paragraf deduktif dulu untuk saat ini, agar bisa fokus pada paragraf induktif. Namun tidak ada salahnya juga kan mengetahui perbedaan kedua paragraf ini?

Jenis-jenis Paragraf Induktif

Paragraf induktif memiliki beberapa jenis, di antaranya:

paragraf analogi

Induktif Generalisasi

Induktif generalisasi merupakan metode menarik kesimpulan berdasarkan sejumlah data yang diperoleh. Pada paragraf induktif generalisasi biasanya akan disuguhkan fakta dan data mengenai suatu hal di awal lalu temuan dan kesimpulan dari data-data tersebut akan ditulis di akhir paragraf.

Induktif Analogi

Induktif analogi adalah metode penarikan kesimpulan dengan membandingkan 2 hal berbeda yang memiliki benang merah yang sama. Sering kali kita menemukan dua peristiwa berbeda yang memiliki kemiripan. Analogi digunakan untuk memberikan gambaran lebih besar atau memudahkan pembaca dalam memahami suatu isu.

Induktif Klasifikasi

Induktif klasifikasi adalah metode mengelompokkan beberapa hal sesuai dengan kategorinya masing-masing. Seperti biasa, kesimpulan berupa kategori yang dijadikan dasar pengklasifikasian akan diletakkan di akhir paragraf.

Induktif Sebab-Akibat

Seperti namanya, metode sebab-akibat akan menjabarkan suatu peristiwa sebagai hasil dari berbagai faktor penyebab sebelum akhirnya peristiwa tersebut terjadi. Dalam paragraf induktif sebab-akibat, penjelasan mengenai ‘sebab’ akan dituliskan di awal kemudian paragraf ditutup dengan kesimpulan berupa penjelasan akibat dari berbagai ‘sebab’ yang terjadi.

contoh teks

Karakteristik – Bagaimana Bisa Tahu Kalimat Induktif dengan Cepat?

Sebelumnya sempat disinggung mengenai paragraf induktif dan juga deduktif. Biasanya dalam soal Bahasa Indonesia kita disuruh menentukan apakah jenis paragraf di soal itu termasuk paragraf induktif atau paragraf deduktif.

Kalau dapat jenis soal seperti itu gak perlu panik duluan. Kamu bisa dengan cepat mengetahui apakah suatu paragraf termasuk paragraf induktif atau deduktif dengan cepat tanpa harus membaca keseluruhan teks. Dengan begini lumayan menghemat waktu juga, kan?

Pada dasarnya, setiap paragraf terdiri dari kumpulan kalimat yang masing-masing memiliki perannya masing-masing. Peran kalimat-kalimat tersebut dibagi menjadi dua, yaitu Kalimat Utama dan Kalimat Penjelas.

Kalimat utama merupakan pokok, tema utama, dan juga kesimpulan dari suatu paragraf yang bisa berdiri sendiri. Maksudnya, kita bisa langsung tahu kesimpulan dari keseluruhan paragraph hanya dengan membaca kalimat utamanya saja. Nah, kalimat utama inilah yang perlu kamu cari.

Perhatikan contoh berikut:

Tanaman oxalis atau yang biasa juga disebut bunga kupu-kupu merupakan tanaman hias dari Amerika Selatan dan Asia Selatan. Bunga ini memiliki daun berwarna ungu dengan bentuk daun seperti kupu-kupu.

Selain itu tanaman oxalis juga memiliki bunga kecil berwarna ungu muda yang sangat cantik saat sedang mekar. Perawatan tanaman oxalis tidak sulit dilakukan. Anda bisa menanam tanaman ini dalam pot dan menaruhnya di dalam atau luar ruangan.

Tanaman ini juga tidak perlu sering disiram atau diberi pupuk. Bentuknya yang cantik serta perawatannya yang mudah dilakukan membuat tanaman oxalis kini menjadi primadona di kalangan pecinta tanaman hias.

Dari contoh di atas, sudah jelas bahwa kalimat utama berada di akhir paragraf. Cirinya adalah, kalimat kesimpulan mengenai kenapa bunga oxalis sangat digemari. Karena kalimat utama berada di akhir, maka dapat dipastikan paragraf di atas adalah termasuk paragraf induktif.

kuliah

Contoh Paragraf Induktif Tentang Pendidikan

Untuk lebih memahami paragraf induktif, pelajari contoh-contoh paragraf induktif yang bertemakan pendidikan berikut ini.

Contoh 1: Induktif Generalisasi

Kemdikbud merilis data Neraca Pendidikan Daerah (NPD) Provinsi Bengkulu. Dari data tersebut diketahui terdapat total 1.651 anak di Bengkulu yang harus putus sekolah di tahun 2016. Angka tertinggi disumbangkan oleh daerah Bengkulu Utara dengan total anak putus sekolah 299 anak. Disusul oleh daerah Kota Bengkulu dengan total 298.

Daerah lainnya seperti Rejang Lebong, Bengkulu Selatan, Selama, dan lainnya juga turut menyumbang angka putus sekolah di Provinsi Bengkulu. Dari data NPD yang dirilis Kemdikbud ini dapat diketahui bahwa angka putus sekolah di Provinsi Bengkulu masih terbilang tinggi.

Contoh 2: Induktif Analogi

Seperti mobil yang memerlukan bensin untuk bergerak, seorang anak juga perlu diisi dengan asupan yang baik sebelum otak dan tubuhnya dipakai untuk beraktivitas. Manfaat sarapan di pagi hari antara lain meningkatkan kemampuan konsentrasi dan meningkatkan daya ingat anak.

Kandungan gizi seperti karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral sebisa mungkin harus ada dalam menu sarapan anak tiap harinya. Sarapan adalah aktivitas yang penting dilakukan terutama bagi anak sekolah, seperti halnya mobil yang memerlukan bensin untuk bisa bergerak dengan maksimal.

Contoh 3: Induktif Klasifikasi

Ilmu pengetahuan dapat ditemukan di mana saja. Nyatanya banyak sekali keahlian yang bisa kita dapatkan jika kita mau mencari ilmu ke berbagai sumber. Di masyarakat umumnya terdapat lembaga-lembaga pembelajaran di luar sekolah yang bisa dijadikan tempat belajar.

Lembaga yang umum ditemukan di tengah masyarakat adalah Kelompok Bermain (KB), Taman Penitipan Anak (TPA), lembaga kursus, sanggar, majelis taklim, kelompok belajar, dan pusat kegiatan belajar masyarakat. Lembaga pendidikan ini dikategorikan sebagai Lembaga Pendidikan Non Formal yang keberadaannya diakui oleh masyarakat.

Contoh 4: Induktif Sebab-Akibat

Sudah setahun berlalu namun pandemi Covid-19 belum kelihatan gelagatnya akan selesai dalam waktu dekat. Hingga hari ini, tercatat lebih dari 1,6 juta orang positif Corona dengan lebih dari 5.000 kasus baru per hari.

Angka penyebaran yang masih tinggi berbanding lurus dengan tingkat kematian akibat Covid-19 di Indonesia yang mencapai 3%, lebih tinggi dari tingkat kematian global yaitu 2,3%. Hingga kini pemerintah terus berupaya menekan angka tersebut dan berusaha mengurangi klaster penyebaran dengan memberlakukan PSBB.

Inilah alasan utama mengapa Pembelajaran Tatap Muka (TPM) sangat disarankan untuk ditunda untuk mencegah munculnya klaster penyebaran baru, yaitu klaster sekolah.

advertisement

Itulah dia beberapa contoh paragraf induktif tentang pendidikan. Gimana, sudah paham belum soal paragraf induktif? Semoga artikel ini bisa membantu teman-teman ya!

Share Artikel ini ke Sahabat Anda
Pinterest Twitter Facebook WhatsApp
Tinggalkan komentar