4 Contoh Teks Cerita Sejarah Pribadi beserta Strukturnya

Contoh Teks Cerita Sejarah Pribadi. Penting untuk mengetahui cerita sejarah sehingga dapat dikenang. Apalagi seiring berjalannya waktu mungkin ada berbagai hal atau peristiwa yang dapat membuat hal yang terjadi di masa lalu dapat terlupakan. Dengan menuliskan cerita sejarah maka kejadian masa lalu dapat diabadikan.

Berbicara mengenai sejarah, tentu ada berbagai kejadian yang menarik untuk dibicarakan. Untuk menulis sebuah teks cerita sejarah, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Apalagi sebenarnya teks cerita sejarah tidak melulu mengenai hal-hal yang dianggap penting oleh sebagian besar orang. Sejarah pribadi juga sangat penting untuk ditulis dan diceritakan. Dengan demikian maka hal-hal yang terjadi pada diri sendiri di masa lalu tidak akan terlupakan.

Contoh Teks Cerita Sejarah Pribadi beserta Strukturnya

Apa Itu Teks Cerita Sejarah?

Teks cerita sejarah adalah sebuah teks yang menceritakan dan menjelaskan mengenai kejadian atau fakta yang ada di masa lalu. Hal inilah yang dijadikan sebagai latar belakang mengenai terjadinya sesuatu yang memiliki nilai historis.

Dalam arti lain, teks cerita sejarah ditulis berdasarkan berbagai catatan kejadian di masa lampau yang didukung dan dikembangkan dengan adanya berbagai bukti yang ditemukan. Kemudian teks tersebut dapat menjadi teks kenyataan sejarah yang diabadikan.

Ciri-Ciri Teks Cerita Sejarah

Teks cerita sejarah memiliki beberapa ciri-ciri antara lain adalah sebagai berikut.

  • Peristiwa ditulis secara kronologis sesuai urutan kejadian
  • Merupakan bentuk teks cerita ulang
  • Umumnya banyak memakai konjungsi temporal, seperti sejak, lalu, kemudian, hingga, selama, dan lain-lain
  • Memiliki tiga struktur, yakni orientasi, urutan peristiwa dan reorientasi
  • Isinya berupa kejadian nyata atau fakta

Struktur Teks Cerita Sejarah

Pada teks cerita sejarah, terdapat tiga bagian antara lain adalah sebagai berikut.

1. Orientasi (Pengenalan Situasi Cerita)

Orientasi menjadi bagian pembukaan atau pengenalan pada teks cerita sejarah. Pada bagian ini, pengarang menceritakan setting cerita mulai dari tempat, waktu, dan peristiwa. Di tahap orientasi ini juga sering kali disajikan cerita pengenalan tokoh, hubungan antar tokoh, dan menata adegan.

2. Urutan Peristiwa (Insiden)

Pada bagian ini terdapat empat tahap. Pertama yaitu pengungkapan peristiwa yang menceritakan kejadian awal yang menyebabkan berbagai konflik, masalah, pertentangan, dan berbagai kesukaran yang dialami oleh para tokoh.

Kedua yaitu rising action (menuju konflik), di mana ada peningkatan perhatian terhadap kehebohan, kesenangan, dan keterlibatan di berbagai kondisi yang membuat tokoh merasa lebih sulit dalam menghadapi masalah.


Ketiga yaitu puncak konflik atau komplikasi, sering juga disebut sebagai turning point. Tahap ini merupakan tahap klimaks di mana terdapat cerita yang paling mendebarkan. Di tahap ini biasanya akan diceritakan mengenai perubahan nasib pada tokohnya. Misalnya apakah dia gagal atau berhasil dalam menyelesaikan masalah.

Keempat adalah tahap penyelesaian atau evaluasi, sering juga disebut resolusi. Tahap ini merupakan akhir cerita yang isinya berupa penilaian dan penjelasan mengenai sikap yang dialami oleh para tokoh setelah menghadapi peristiwa puncak konflik. Di tahap ini juga merupakan bentuk akhir dari situasi dan nasib yang dialami oleh tokoh.

3. Reorientasi

Reorientasi adalah bagian akhir pada teks cerita sejarah. Umumnya di bagian ini berisi tentang komentar atau kesimpulan pribadi dari penulis terhadap peristiwa yang diceritakan. Meskipun sah-sah saja bagian ini tidak ditulis sebagai bagian penutup oleh beberapa penulis teks cerita sejarah, tetapi bagian reorientasi memiliki peran yang sangat penting.

Fungsi Teks Cerita Sejarah

Adapun beberapa fungsi dari teks cerita sejarah adalah sebagai berikut.

  • Fungsi Rekreatif, yaitu memberikan rasa senang kepada para pembaca
  • Fungsi Inspiratif, yaitu memberikan sebuah inspirasi, kreativitas, dan imajinasi bagi para pembaca sebagai acuan keberlangsungan hidup yang lebih baik lagi
  • Fungsi Instruktif, yaitu sebagai instrumen atau media bantu pada pembelajaran
  • Fungsi Edukatif, yaitu teks cerita sejarah yang bisa dijadikan sebagai pelajaran dan petunjuk kehidupan bagi setiap orang dalam bersikap

Contoh Teks Cerita Sejarah Pribadi dan Strukturnya

contoh teks

Contoh Teks Cerita Sejarah Pribadi tentang Masa Kecil

[Orientasi]


Namaku Samantha Rachel, biasa dipanggil Rahel. Aku merupakan anak tunggal, dan kata ibuku, saat kecil aku sangat hobi minta diberi kado dari orang tuaku. Kata ibu, adalah anak yang ceria dan menyenangkan, bahkan aku memiliki banyak sekali teman bermain.

[Urutan Peristiwa]

Hari itu merupakan hari ulang tahunku yang ke-5, aku sangat bahagia karena aku merayakannya bersama kedua orang tuaku dan teman-temanku. Sebelum aku merayakan ulang tahunku sore hari di rumah, ulang tahunku bersama teman-temanku di sekolahan TK.

Di sekolahan, saat itu hanya perayaan kecil-kecilan karena ibuku hanya membagikan bingkisan jajan untuk semua teman-teman kelasku. Saat itu aku sangat gembira karena semuanya menyanyikan lagu ulang tahun untukku. Sore harinya, aku juga merayakan ulang tahun di rumah bersama teman-teman yang ada di kompleks rumahku.

Ibuku sudah menyiapkan kue ulang tahun yang sangat lucu dan aku tidak sabar untuk meniup lilin. Kebahagiaanku semakin bertambah ketika aku mendapatkan bingkisan kado dari teman-teman. Kala itu rasanya aku tidak sabar untuk segera membuka semua kado dari teman-temanku karena aku penasaran dengan apa isinya.

Perayaan ulang tahun selesai, aku membuka semua kado dan ternyata hadiahnya bermacam-macam. Ada yang memberikan kado buku, tempat pensil, mobil-mobilan, boneka, dan masih banyak lagi yang lainnya. Hari itu merupakan hari yang tak akan aku lupakan karena aku mendapatkan banyak sekali hadiah yang sangat istimewa.

Ternyata kegembiraanku tidak sampai situ saja, karena ayahku memberikan hadiah yang sangat spesial yaitu sepeda roda dua. Itu adalah kado yang aku nanti-nantikan sejak perayaan ulang tahun sebelumnya. Namun ayahku memberikan tantangan kepadaku, agar aku bisa menjadi juara satu di kelas.

Aku sangat bersemangat karena aku bisa mendapatkan kado spesial yang aku impikan. Untuk itu, aku berusaha untuk mematuhi ayah dan ibu serta arahan dari Bu Guru di TK supaya aku menjadi murid teladan. Di setiap buku penilaian, aku mendapatkan nilai bintang lima. Aku pun menjadi juara kelas. Ayah dan ibuku sangat bangga kepadaku.

[Reorientasi]

Hal itu menjadi pengalaman yang tak pernah terlupakan untukku. Kebahagiaanku merayakan hari ulang tahunku, mendapatkan kado spesial, dan bisa menjadi juara kelas seperti tantangan yang diberikan ayah. Ayah mengajarkanku bahwa ketika aku ingin mendapatkan sesuatu, maka tidak ada yang cuma-cuma, tetapi harus ada yang aku capai untuk menebusnya.

contoh teks persahabatan

Contoh Teks Cerita Sejarah Pribadi tentang Persahabatan

[Orientasi]


Aku memiliki seorang sahabat yang setia denganku sejak aku kecil, namanya Gita. Sedangkan namaku Gina, sehingga teman-teman sering memanggil kami berdua dengan sebutan Gigi, gabungan singkatan dari nama kami. Sejak kecil kami selalu bersama karena kami juga bertetangga dekat, dan banyak pengalaman yang tak terlupakan. Aku seperti anak bagi orang tuanya, dan dia seperti anak bagi orang tuaku.

[Urutan Peristiwa]

Saat kami berdua masuk kuliah di kampus yang sama, tidak ada satu pun dari kami yang bisa mengendarai sepeda motor. Saat itu ayahku bilang kalau salah satu dari aku dan Gita tidak bisa menghendaki sepeda motor dalam dua pekan, maka berangkat dan pulang kuliah harus naik angkot, tidak boleh antar jemput. Begitupun dengan apa yang dikatakan orang tua Gita. Sementara akan sangat ribet jika ke kampus pakai angkot, karena jarak rumah ke sekolah cukup nanggung, agak dekat tetapi juga agak jauh.

Keesokan harinya, setelah pulang kuliah, kami mulai latihan naik motor di lapangan belakang rumah diajari oleh kakak Gita yang bernama Kak Gito. Sebelumnya aku sudah bisa menaiki sepeda roda dua jadi saat itu aku sangat yakin dan percaya diri bahwa aku bisa mengendarai sepeda motor dengan mudah. Sementara sahabatku, Gita, tidak bisa sepeda sama sekali.

Namun ternyata untuk melakukannya tidak semudah yang aku pikirkan. Di hari pertama kami belajar sepeda motor, ternyata aku jatuh berkali-kali, apalagi Gita. Untung saja kami pakai motor butut milik ayah Gita yang sangat jarang dipakai. Kami latihan gantian. Ayah dan ibuku hanya melihat kami belajar sepeda motor dari kejauhan.

Keesokan harinya adalah hari libur, jadi aku dan Gita sangat bersemangat untuk latihan sepeda motor dari pagi hari. Di hari kedua latihan sepeda motor, ternyata Ayah turun tangan membantuku ikut naik motor denganku, jadi aku tinggal mengikuti instruksinya saja.

Namun ketika ayah melepasku sendiri, aku terjatuh lagi dan lagi. Gita hanya menertawaiku, padahal dia juga belum bisa. Meskipun begitu kami tidak menyerah dan terus semangat. Bahkan kami latihan sepeda hampir seharian lupa makan. Di hari kedua aku dan Gita belum bisa mengendarai motor juga.

Kami berlanjut belajar di hari ketiga tanpa didampingi. Di hari ketiga aku ada peningkatan, karena aku sudah mulai bisa menjaga keseimbangan. Gita yang belum bisa sama sekali malah iseng dan menakut-nakutiku. Meski cuaca panas, aku dan Gita tetap bersemangat dan latihan sambil tertawa riang. Aku sangat bahagia dan langsung memberitahu kedua orang tuaku bahwa aku sudah bisa menaiki sepeda motor.

Namun kata ayahku, aku harus bisa menaikinya dengan lancar tidak hanya sebatas itu saja. Pada hari ketiga ini kami mulai merasa lelah karena kami berpikir bahwa mengendarai sepeda motor dengan lancar itu benar-benar sulit. Aku pun akhirnya inisiatif mengajak Gita latihan motor di jalan esok harinya.

Di hari selanjutnya, kami latihan sepeda motor bersama di jalanan dekat sawah samping rumahku. Aku sangat bersemangat karena kala itu aku mulai lancar. Sayangnya, Gita sudah menyerah duluan. Tanpa aku sadari, ternyata aku sudah bisa cukup lancar dengan jarak yang cukup jauh.

Gita terus menemaniku di hari-hari selanjutnya. Saat aku sudah lancar, aku pun berteriak kegirangan karena aku yakin bahwa aku bisa pergi ke kampus bersama Gita membawa motor. “Yeay Gita lihat! Aku sudah lancar bawa motor!” Namun saat aku berteriak ternyata aku kehilangan kendali dan motor ayah Gita masuk ke sawah bersamaku juga, “Bruuuukkkk!”. Gita menertawaiku karena tubuhku dipenuhi dengan lumpur. Aku pun menarik Gita untuk ikut tercebur ke sawah.

Aku tidak menyangka bahwa di saat aku sudah cukup lancar naik sepeda justru aku jatuh masuk ke sawah. Ayahku menolong kami dan membawa kami ke rumah, kemudian ayah berkata bahwa aku tidak usah belajar sepeda lagi karena aku jatuh ke sawah. Ibuku memarahiku karena aku tidak berhati-hati saat latihan, dan melarangku juga untuk latihan. Gita meyakinkan ayah dan ibuku bahwa aku sudah cukup lancar.

Keesokan harinya, Gita tetap menemaniku latihan dan orang tuaku tetap melarangku. Namun Gita memohon supaya diperbolehkan. Saat itu aku langsung latihan ditemani Gita dan ayahku melihat aku sudah cukup lancar.

Aku melihat ayah dan ibuku memperhatikanku dari teras rumah sambil berkata, “Wah ternyata anak Ayah sudah lancar sepeda toh. Minggu depan sepertinya bisa nyoba bikin SIM biar bisa ke kampus naik motor bareng Gita.” Mendengar kalimat itu kami langsung senang sekali.

[Reorientasi] Aku dan Gita, sahabatku, ternyata memiliki pengalaman yang sangat seru dan tak terlupakan. Padahal ayahku dan ayah Gita memberiku tantangan selama dua pekan, tetapi aku bisa cukup lancar mengendarai motor tidak lebih dari dua pekan. Pengalamanku bersama Gita saat belajar motor sangatlah terkenang, apalagi sampai masuk sawah. Tentu tak terlupakan.

Contoh Teks Negosiasi

Contoh Teks Cerita Sejarah Pribadi tentang Keluarga

[Orientasi]

Namaku Rangga, aku sangat suka menghabiskan waktuku bersama keluargaku, apalagi saat libur akhir pekan. Ayah dan ibuku memiliki 3 orang anak, yaitu aku, kakakku, dan adikku. Kakakku bernama Satria, 3 tahun lebih tua dariku. Sementara adikku bernama San San, 2 tahun lebih muda dariku. Biasanya saat akhir pekan kami menghabiskan waktu dengan bermain ke rumah Nenek di desa, tapi tidak dengan akhir pekan dua minggu yang lalu.

[Urutan Peristiwa]

Tidak seperti biasanya, di akhir pekan saat itu ayah dan ibu mengagendakan kami sekeluarga untuk beres-beres rumah dan area. Biasanya aku sangat gembira ketika akhir pekan karena bisa main di desa ke rumah Nenek, tetapi saat itu cukup menjengkelkan karena harus membersihkan seisi rumah dan sekitarnya. Kata ibuku, sudah lama kami sekeluarga tidak gotong royong membersihkan rumah.

Perbedaannya denganku, kakakku yang biasanya malas diajak ke rumah nenek justru saat itu sangat bersemangat karena harus bersih-bersih rumah. Pasalnya, Kak Satria sangat suka dengan kondisi rumah dan lingkungan yang bersih, dia juga hobi beres-beres. Sementara adikku, San San, anaknya cukup malas karena yang ia tahu hanya makan dan main saja.

Supaya pekerjaan rumah lekas selesai, kala itu ibuku langsung membagi tugas untuk setiap anggota keluarga. Ibu bertugas untuk membereskan ruang depan, ruang tengah, dan dapur, sementara ayah bertugas membereskan bagian pekarangan dan kebun bersamaku, karena cukup luas dan kotor.

Kak Satria kebagian untuk menguras bak, membersihkan kamar mandi, dan menata gudang. Sedangkan San San ditugaskan untuk menyapu dan membersihkan rumput di halaman depan rumah. Untuk kamar, dibersihkan oleh masing-masing penghuninya.

Setelah setiap tugas dibagikan kepada kami, kami langsung bergegas untuk beres-beres. Sambil menggerutu aku pun langsung mengambil sapu dan menyapu bagian pekarangan rumah. Karena ayah melihat mukaku yang cemberut dan ditekuk, ayah berkata bahwa jika melakukan sesuatu harus didasari dengan rasa ikhlas dan gembira. Namun aku tetap kesal karena di hari libur itu aku gagal pergi ke rumah Nenek. Aku pun tetap melanjutkan pekerjaanku supaya cepat beres.

Dari kebun samping rumah, aku tidak melihat San San menyapu atau membersihkan rumput halaman. Aku justru melihat adikku sedang bermain ponsel di halaman rumah tanpa diketahui ibu. Aku pun semakin kesal kemudian melaporkannya ke ibu supaya San San bergegas mengerjakan tugasnya. Setelah ibu memarahinya, barulah ia mau beres-beres kembali.

Saat itu tidak terasa sudah mulai menjelang siang. Kondisi rumah dan area sekitar rumah pun sudah terlihat lebih bersih dan beres sehingga lebih enak dipandang.

Ibu kemudian memanggil kami semua untuk masuk rumah dan segera bersih-bersih badan. Lalu kami makan siang bersama setelah kelelahan beres-beres dari pagi hingga siang hari. Saat itu aku memohon kepada ayah dan ibu supaya kami sekeluarga tetap pergi ke rumah nenek di desa sebagai upah karena aku sudah ikut gotong royong bekerja sama merapikan rumah dan sekitarnya.

Sore harinya, ibu dan ayah mengajak kami sekeluarga untuk pergi ke desa. Aku pun sangat senang karena akhirnya rasa lelah ku terbayarkan juga. Meskipun Kak Satria awalnya tidak ingin ikut ke rumah nenek, akhirnya dia tetap ikut juga. Ibu berkata bahwa pekerjaan jika dikerjakan bersama tentu akan lebih ringan, dan jika bepergian dilakukan bersama juga akan lebih menyenangkan. Akhirnya aku tetap bisa menikmati akhir pekanku saat itu dengan perasaan yang gembira.

[Reorientasi]

Meskipun tidak seperti akhir pekan sebelumnya, tetapi saat itu aku tetap merasa bahagia. Selain karena aku tetap bisa bermain ke rumah nenek, aku juga bisa membantu ibu membereskan rumah dengan bergotong-royong bersama kedua orang tua dan saudara-saudaraku. Meskipun itu adalah hal yang sederhana tetapi jika dilakukan bersama dengan keluarga akan jadi hal yang istimewa.

Contoh Teks Cerita Sejarah Pribadi tentang Liburan

[Orientasi]

Namaku Rian Sinaga, sering dipanggil dengan nama Rian. Hobiku adalah travelling ke tempat-tempat wisata yang seru. Aku memiliki banyak sekali pengalaman liburan yang sangat menyenangkan dan tak terlupakan. Ketika ada tempat wisata baru atau yang menurutku unik, pasti aku langsung mengunjungi tempat wisata tersebut. Aku tinggal di kota Bogor yang mana di kota ini cukup banyak tempat wisata yang sangat keren.

[Urutan Peristiwa]

Saat liburan semester tahun lalu, aku berkunjung ke rumah paman yang ada di Purbalingga. Aku sempat beberapa kali ke kota Purbalingga sebelumnya, karena ayahku memang berasal dari kota tersebut.

Saat aku berkunjung ke Purbalingga, aku ingin sekali menikmati berbagai tempat wisata yang ada di kota tersebut. Kemudian aku bertanya kepada paman tempat wisata apa yang populer di kota tersebut.. Lalu Paman menjawab bahwa ketika datang ke Purbalingga maka wajib untuk berwisata ke Owabong.

Ternyata benar, merupakan objek wisata yang luar biasa, bahkan mungkin Owabong menjadi wisata kolam renang terbesar yang pernah aku kunjungi. Owabong merupakan singkatan dari objek wisata air Bojongsari, yang mana sumber air untuk mengisi berpuluh-puluh kolam yang ada di sana adalah mata air pegunungan. Airnya sangat segar dan jernih, memang sangat cocok untuk orang sepertiku yang ingin menikmati liburan dengan konsep yang menyegarkan.

Dari rumah paman aku sudah membawa baju ganti karena pastinya aku berenang dan bermain air di sana. Aku pergi ke Owabong bersama Paman, bibi, dan beberapa saudara sepupuku. Aku menikmati setiap wahana yang tersedia karena beberapa wahana yang ada di Owabong sangat seru untuk dicoba.

Adapun beberapa di antaranya adalah Waterboom, flying fox, kolam ombak, kolam hangat, ember tumpah, rumah air, halang rintang, dan lain-lain. Uniknya lagi, di tempat wisata ini juga tersedia wahana untuk main mobil-mobilan di sirkuit yang telah tersedia. Ketika aku sudah puas bermain-main, kemudian kami pulang. Tidak lupa kami membeli jajanan getuk goreng untuk dimakan di rumah paman.

Liburanku terus berlanjut, beberapa hari selanjutnya aku dan sepupuku mengunjungi salah satu tempat wisata yang sangat asri di Purbalingga, yaitu Lembah Asri. Ini merupakan agrowisata yang ada di kota Purbalingga tepatnya di Desa Kutabawa, Pratin, Kecamatan Bobotsari. Karena berada di kaki gunung Slamet, udara di tempat tersebut sangat sejuk, bahkan ketika berkabut hawanya sangat dingin.

Di tempat wisata itu, aku bisa melihat berbagai tanaman perkebunan yang tumbuh dengan subur dan hijau. Para pengunjung boleh untuk belanja sayuran langsung memetiknya dari kebun. Bahkan di sana juga terkenal dengan kebun strawberry nya. Karena penasaran, akhirnya aku masuk wahana kebun strawberry hanya dengan tiket masuk yang sangat murah. Kebetulan sedang musim panen kau masih hingga aku bisa mendapatkan banyak buah strawberry segar yang merah dan besar.

Di tempat wisata Lembah Asri Serang terdapat beberapa wahana yang sangat menarik. Tempat wisata ini juga dikenal sebagai wisata edukasi atau edu wisata yang sering dijadikan sebagai tempat kunjungan anak-anak sekolah. Beberapa wahana yang tersedia antara lain adalah kolam renang, ATV, dinosaurus land, rumah kelinci, dan lain-lain.

Untuk warga kota sepertiku, ketika mengunjungi tempat wisata ini tentu sangat menyenangkan dan menjadi momen yang tak terlupakan. Aku juga mengambil banyak foto yang berlatar belakang Gunung Slamet. Setelah puas berlama-lama di tempat wisata tersebut, aku pun pulang ke rumah paman.

Karena saat itu waktu liburanku di rumah paman tersisa 3 hari lagi, akhirnya aku manfaatkan untuk memaksimalkan mengunjungi beberapa tempat wisata lagi yang ada di Purbalingga. Di tiga hari terakhir, aku mengunjungi Sanggaluri Reptil Park, Purbasari Aquarium, dan Taman Cinta Talagening.

Sanggaluri Reptile Park merupakan salah satu tempat wisata ikonik di Purbalingga. Di dalamnya, terdapat berbagai wahana yang sangat seru. Tempat wisata tersebut juga disebut sebagai wisata edukasi. Saat itu aku melihat berbagai hewan reptil di kandang seperti ular, buaya, dan berbagai binatang jenis lainnya. Di tempat tersebut juga ada wahana museum uang, wahana IPTEK, taman labirin, playground, dan lain-lain.

Sementara ketika mengunjungi Purbasari Aquarium, hal yang membuat aku terkejut adalah bahwa di sini merupakan surganya ikan. Ada berbagai jenis ikan yang aku lihat di sini. Konsep kolam ikannya sangat unik, dibuat seperti terowongan, sehingga terasa seperti berjalan di terowongan bawah laut. Uniknya lagi, saat itu aku melihat ada ikan raksasa, yaitu Arapaima Gigas. Ikan ini merupakan ikan raksasa dari Sungai Amazon.

Aku sangat gembira menghabiskan waktu liburanku di Purbalingga karena ternyata di kota ini terdapat banyak sekali tempat wisata yang luar biasa. Saat berwisata ke Taman Cinta Talagening, saudara sepupuku mengajak aku untuk mampir ke sebuah Curug yang sangat indah yaitu Curug Silintang. Liburan semester saat itu benar-benar sangat menyenangkan karena aku bisa menghabiskan waktu liburanku bersama saudara-saudara sepupuku.

[Reorientasi]

Waktu liburan tersebut menjadi momen yang tak akan pernah terlupakan. Akhirnya aku bisa memanfaatkan waktu liburanku dengan berwisata ke berbagai tempat yang menakjubkan. Ternyata waktu liburanku semakin berkualitas bersama saudara sepupu karena dapat diisi dengan melakukan aktivitas positif menjajaki berbagai tempat wisata. Ketika pulang ke Bogor, aku ingat sekali saat itu aku membawa banyak sekali oleh-oleh khas Purbalingga. Itu menjadi salah satu momen liburan yang tidak akan pernah terlupakan.

Apa Kaidah Kebahasaan Teks Cerita Sejarah ?

Menggunakan bentuk lampau,
Menggunakan konjungsi (kata sambung) untuk mengurutkan peristiwa atau kejadian, Menggunakan keterangan dan frasa adverbial untuk mengungkapkan tempat waktu dan cara,
Mengguakan kata kerja yang menyatakan tindak,misalnya pergi,tidur,lari,dan membeli 

Kenapa Teks Cerita Sejarah Tidak Bisa disamakan dengan Teks Cerita Lain?

Teks cerita sejarah adalah teks narasi yang menceritakan peristiwa sejarah di masa lampau suatu peristiwa, tokoh, maupun momen bersejarah. Dalam penceritaan, teks cerita sejarah disertai dengan fakta atau data pendukung. Teks cerita sejarah tidak dapat disamakan dengan teks cerita lain karena cerita sejarah bersumber pada peristiwa yang benar-benar terjadi.

Sebutkan Perbedaan Teks Cerita Sejarah dengan Novel Sejarah?

1. Rangkaian peristiwa novel bersifat hierarki, Teks cerita sejarah bersifat gradual.
2. Novel sejarah tidak berisi fakta seutuhnya, selalu ada imajinasi dan pengembangan penulis di dalamnya. Sedangkan Teks sejarah berisi kisah atau info nyata dan benar-benar terjadi.
3. Novel sejarah termasuk pada karya sastra, Teks sejarah termasuk pada jenis karya ilmiah.
4. Novel sejarah bersumber dari wawancara, observasi atau kisah yang sudah ada sebelumnya. Teks cerita sejarah berdasar pada data hasil riset yang nyata dan valid.

Editor Choices :

Demikianlah penjelasan mengenai teks cerita sejarah sekaligus contohnya. Dengan memahami beberapa hal di atas, maka diharapkan pembaca dapat membuat teks cerita sejarah pribadi untuk diabadikan.

Komentar / Pertanyaan