Cerita Fabel Singkat 3 Paragraf yang Menarik dan Inspiratif

Cerita fabel adalah cerita fiksi yang menggambarkan watak dan budi manusia melalui tokoh hewan. Dalam cerita fabel singkat 3 paragraf terdapat pesan moral yang bisa menjadi pembelajaran. Fabel termasuk karya fiksi dengan ceritanya yang menggunakan perilaku hewan yang menyerupai kehidupan manusia.

Tokoh dalam fabel ada yang memiliki sifat baik seperti sopan, jujur, suka tolong menolong, dan pintar. Namun ada juga tokoh fabel yang diceritakan dengan karakter tidak baik seperti licik, penipu, sombong, dan lain sebagainya.

Ditinjau dari segi sastra, fabel ada beberapa jenis. Ada fabel alami, fabel adaptif, fabel klasik, fabel modern, fabel tragedi, fabel heroik, fabel deskripsi, fabel ideologi, dsb.

Cerita fabel singkat 3 paragraf

Contoh Cerita Fabel Singkat 3 Paragraf

Berikut contoh cerita fabel singkat dengan tokoh hewan baik(protagonis) dan buruk (antagonis) beserta pesan moralnya baik yang berupa inplisit maupun eksplisit.

Cerita Fabel Singkat 3 Paragraf I

Kuda Si Tukang Bohong

Setiap hari kuda akan mengiring domba-domba ke pada rumput untuk mencari makan. Kuda bertugas untuk menjaga domba agar tidak hilang atau dimakan serigala. Saat berada di padang rumput yang luas kuda harus menjaga pengawasan agar domba-domba tersebut bisa kembali ke peternakan dengan aman. Suatu hari saat kuda merasa bosan dengan pekerjaannya, dia mengerjai domba-domba dengan berteriak “ada serigala, ada serigala, lari” dan domba-domba pun berlari kalang kabut meninggalkan padang rumput yang ternyata di sana masih ada kuda yang sedang tertawa karena berhasil menjaili domba-domba.

Kuda pun mengerjai domba-domba tidak hanya sekali. Saat dia mulai merasa bosan menjaga domba-domba, kuda pun kembali melancarkan aksinya. Domba-domba yang malang ini tetap percaya dan langsung lari ketika kuda meneriakkan ada serigala. Kuda sangat puas dengan melihat domba-domba yang langsung melesat meninggalkan padang rumput karena takut serigala. Hingga pada suatu saat ketika hari tidak terlalu cerah, kuda melihat ada sinar aneh dibalik semak-semak. Dia menajamkan pandangannya dan begitu terkejut saat yang didapatinya ternyata serigala sungguhan.

Kuda meneriakkan “ada serigala, ada serigala, lari” agar domba-dombanya selamat dari incaran serigala. Namun domba-domba tersebut sudah lelah menanggapi kuda yang sering berbohong sehingga mereka tetap di padang rumput hingga terkaman serigala tidak terelakkan. Domba-domba yang biasa dijaga kuda sudah diseret ke dalam hutan oleh kawanan serigala untuk berpesta. Kuda pun tidak berhasil menyelamatkan domba-dombanya dan kembali ke peternakan dengan wajah tertunduk.

Pesan moral:
Berbohong adalah kebiasaan yang tidak baik dan dapat merusak kepercayaan orang lain. Orang-orang tidak akan percaya lagi dengan orang yang biasa berbohong bahkan sekalipun saat sedang berkata benar atau jujur. Ketika kita meminta pertolongan pun orang-orang tidak akan percaya karena sudah terlalu sering berbohong.

Cerita fabel singkat 3 paragraf anjing yang serakah

Cerita Fabel Singkat 3 Paragraf II

Anjing yang Serakah


Seekor anjing yang kelaparan mencium aroma daging bakar yang sangat lezat. Dia pun mencari sumber aroma lezat tersebut dan menemukan area perkemahan. Anjing mulai mendekat dan mencari daging untuk dicuri. Setelah menemukan daging, anjing langsung berlari untuk mengambil daging dari pemiliknya. Anjing berlari sangat cepat membawa sepotong daging hingga mengarah ke sebuah sungai. Kemudian melewati sebuah jembatan untuk menyeberang sungai besar yang arusnya tampak tenang.

Namun saat berada di atas jembatan, anjing berhenti karena melihat anjing lain yang juga sedang membawa sepotong daging besar. Si anjing pun berpikir jika bisa mendapatkan daging tersebut maka dia bisa memiliki lebih banyak daging untuk disantap. Anjing membayangkan akan merasa kenyang dengan pesta daging yang banyak. Tanpa pikir panjang, si anjing pun menggonggong sambil menggigit daging untuk mengancam anjing lain agar memberikan potongan daging kepadanya. Sayangnya si anjing juga tetap menggigit daging dan tidak mau melepaskannya. Si anjing ini pun menggonggong lebih keras untuk menyerang anjing lain dan membuka mulutnya dengan lebar untuk memperlihatkan gigi-giginya yang tajam. Dia lupa dengan daging yang sedang digigitnya sehingga potongan daging yang baru dicuri itu pun terlepas dan jatuh ke sungai.

Daging yang jatuh ke sungai membuat anjing lain hilang dari hadapannya. Si anjing rakus ini tidak sadar bahwa anjing yang menggigit daging adalah bayangannya sendiri yang muncul di permukaan air. Ketika potongan dagingnya terjebur ke sungai, bayangannya pun ikut hilang. Anjing tidak berhasil mendapatkan banyak daging tetapi justru kehilangan daging miliknya yang sudah susah-susah dia cari.

Pesan moral:
Melalui contoh cerita fabel singkat 3 paragraf ini dapat diambil pelajaran bahwa keserakahan dapat mendatangkan keburukan dan hal-hal yang merugikan untuk diri sendiri. Oleh sebab itu, berbuatlah baik terhadap sesama dan tidak rakus untuk mendapatkan semuanya. Mensyukuri apa yang sudah dimiliki jauh lebih baik dari pada terus mengejar yang lain yang justru menyebabkan kita kehilangan apa yang sudah ada.

cerita fabel singkat 3 paragraf semut dan burung

Cerita Fabel Singkat 3 Paragraf III

Persahabatan Semut dan Burung Pipit


Di dalam hutan hidup berbagai jenis hewan termasuk semut yang sering mencari makanan di tanah. Pada suatu hari terjadi banjir besar di sungai dan semut terpeleset hingga jatuh dan terbawa arus sungai. Semut berteriak untuk meminta tolong saat dirinya terombang-ambing arus sungai. Dia terus berteriak hingga seekor burung pipit terbang mendekatinya sambil membawa sehelai daun. Burung pipit pun melempar daun ke sungai sehingga semut bisa langsung naik ke atasnya. Semut yang sudah berada di daun segera diangkat oleh burung pipit ke daratan hingga selamat. Semut pun sangat berterima kasih dan berjanji tidak akan melupakan kebaikan burung pipit. Sejak saat itu, semut dan burung pipit menjadi sahabat.

Tidak lama setelah semut selamat, dia berjalan kembali ke hutan untuk mencari kawanannya. Namun dia menemukan seorang bertubuh sangat besar yang sedang memegang senjata. Semut mengamatinya dan ternyata orang bertubuh besar itu adalah seorang pemburu yang sedang membidik burung pipit. Melihat sahabatnya ada dalam bahaya, semut pun bertindak untuk menyelamatkannya. Semut segera naik ke tubuh pemburu dan menggigit kaki pemburu sangat dalam.

Pemburu yang sudah siap menembakkan pelurunya pun kaget karena sengatan dari semut “ahh sakit”. Alhasil bidikannya melenceng jauh dan tidak mengenai apa-apa. Sedangkan di kejauhan burung pipit juga tidak kalah kaget ketika mendengar suara tembakan. Burung pipit segera terbang mencari tempat yang aman. Si pemburu pun gagal menembak burung pipit yang membuat semut lega karena sahabatnya bisa selamat. Semut pergi meninggalkan pemburu yang sedang kesakitan karena gigitannya.

Pesan moral:
Berbuat baik akan mendatangkan hal-hal positif dalam hidup. Termasuk saling tolong menolong yang merupakan hal baik yang perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Bagi orang yang pernah ditolong saat kesusahan sebaiknya tidak melupakan kebaikan tersebut dengan menolong di lain waktu atau memberikan pertolongan kepada orang lain yang membutuhkan.

Apa Perbedaan Fabel Klasik dengan Fabel Modern?

Fabel Klasik: Tema cerita yang sudah ada sejak dulu, sifat hewani melekat kuat di tokoh, penuh dengan petuah pesan moral. Sednagkan fabel modern: sebagai ekspresi kesastraan, karakter setiap tokoh unik, imajinatif bahkan aneh.

Apa Bedanya Fabel Adaptif dan Fabel Alami?

Pada fabel alami, watak tokoh digambarkan sesuai dengan karakter di dunia nyata, misal kura-kura digambarkan lamban, kancil digambarkan sebagia tokoh yang lincah gesit, harimau sebagai sosok yang kuat.
Sedangkan fabel adaptif, watak tokoh berbeda dengan kenyataan (misal watak beruang yang dibuat penyayang, tikus yang suka memasak. kucing yang berteman dengan ikan, dsb) serta latar tempat juga bisa dimodifikasi (misal cerita Larva di selokan, Cerita tupai di dasar laut)

Editor Choices :

Itulah beberapa contoh cerita fabel singkat 3 paragraf dan pesan moral di dalamnya. Melalui karakter hewan yang unik, fabel dapat menjadi cara efektif untuk memberikan pelajaran-pelajaran kehidupan yang penting seperti berbuat baik, tidak sombong, tolong menolong, dan lain-lain. Pesan moral dari fabel termasuk eksplisit, secara tersirat bukan tertulis, namun mudah dipahami karena alur ceritanya yang jelas dan sederhana

Komentar / Pertanyaan