2 Contoh Teks Hikayat Singkat beserta Pesan Moralnya

Hikayat merupakan salah satu karangan dalam bentuk prosa yang sering kali kita jumpai di sejumlah buku maupun majalah. Karena dunia ketatabahasaan kini semakin merambah internet, bukan tidak mungkin jika kamu ingin mempelajarinya secara lebih dalam karya sastra yang satu ini. Kali ini akan dibahas lengkap mengenai definisi, tujuan, unsur dan contoh teks hikayat singkat.

Definisi Hikayat

Hikayat berasal dari bahas Arab yang diambil dari kata “haka” yang berarti bercerita atau menceritakan. Hikayat didalam pengertiannya dapat digambarkan sebagai salah satu karya sastra berupa tulisan yang disajikan dalam Bahasa Melayu.

Pada sebuah Hikayat diceritakan sebuah kisah, dongeng dan cerita mengenai kepahlawanan seseorang atas kehebatan, kekuatan, kesaktian, bahkan apa saja yang menjadi mukjizat yang ditunjukkan oleh tokoh utamanya.

Contoh Teks Hikayat Singkat
Contoh Teks Hikayat Singkat

Jika disimpulkan secara garis besar, didalam Hikayat akan diceritakan secara lebih detail mengenai perjuangan seseorang dari titik terendah sampai mereka berhasil menjadi sosok ternama atas kekuatan dirinya dalam mempengaruhi banyak orang yang ada disekitarnya. Sehingga sampai saat ini cerita Hikayat biasanya tidak lepas dari sosok orang terkenal baik dari rakyat biasa maupun lingkup kerajaan.

Orang-orang terdahulu membuat cerita Hikayat memang memiliki maksud dan tujuan yang jelas. Beberapa tujuan yang ingin disampaikan kepada generasi berikutnya antara lain untuk membangkitkan semangat juang, memberikan hiburan bagi orang yang sedang menderita atau sedih, dan juga untuk menambah maraknya sebuah pesta yang digelar oleh kalangan bangsawan.

Apabila membaca dan menikmati cerita hikayat, terkadang yang dibahas di dalam memang sama sekali tidak masuk akal karena berbau keajaiban. Sehingga apabila kamu ingin memahami pesan yang disampaikan pada cerita hikayat memang harus sedikit mengeluarkan inspirasi dan imajinasi khusus.

Hikayat memang menjadi salah satu Cerita yang berkembang sangat populer di kalangan masyarakat melayu klasik. Maka tidak jika di dalam setiap cerita hikayat bahasa yang disampaikan banyak menggunakan bahasa Melayu. Sehingga masyarakat yang tidak memahami bahasa Melayu akan sangat sulit untuk mengerti dan memahami maksudnya.

Ciri-ciri Hikayat

Untuk membedakan dan mengenali Hikayat dengan karya sastra lainnya, kamu harus lebih memahami mengenai cirinya. Berikut ini 5 ciri hikayat yang bisa kamu kenali.

1. Memakai Bahasa Melayu Klasik

Seperti halnya karya sastra lama yang menggambarkan kisah masa lalu, gaya bahasa dan diksi yang disajikan hikayat juga berbahasa klasik. Unsur kabahasaan ini memang tidak menyimpang dari cerita yang disajikan oleh para pengarang dimasanya. Namun bagi penikmat hikayat pada zaman sekarang memang harus mendalami lebih dulu semua makna bahasa klasik yang tergambar penuh imajinasi tersebut.

Sejauh ini, hikayat lebih banyak ditemukan dalam versi bahasa Melayu. Bahkan dari bahasa Melayu yang dipakai termasuk gaya bahasa lama dan klasik yang saat ini sudah semakin jarang digunakan. Nilai seni sebuah hikayat akan dinilai dari keunikan dari penyajiannya.


2. Bertemakan Kerajaan

Sebagian besar hikayat memang menceritakan tentang kerajaan pada zama dahulu. Dimana latar dan alur yang disajikan memang tidak jauh dari unsur kerajaan. Kombinasi unik dari bahasa klasik yang disajikan akan memberikan nuansa menarik dan etnik yang semakin membedakan dengan karya sastra lainnya.

3. Tetap atau Statis

Hikayat selalu mengacu dengan kemiripan. Bahkan dari setiap Negara yang sudah melahirkan beberapa karya, unsur yang dibahas dalam sebuah hikayat akan mengacu tema yang hampir sama atau mirip. Kisah dan unsur intrinsik yang ada dipembahasannya juga mudah sekali dikenali.

4. Tradisonal

Unsur tradisional dari semua kisah yang disajikan memberikan pembeda yang begitu unik. Apalagi tema yang diusung selama ini memang sama sekali tidak berpindah meski sudah dipengaruhi zaman. Bahkan semua unsur cerita masih berada di sekitar masyarakat lama dengan budaya yang masih asli.

Hikayat juga menuangkan makna dan amanat yang bagus untuk generasi masa kini. Meski nuansa tradional tetapi apapun yang dituangkan didalam ceritanya memang sangat membangun. Konflik pada cerita hikayat membuktikan jika kebaikan akan selalu menang dari segala keburukan dari penokohannya.

5. Edukasi

Selama ini hikayat memang hanya sebatas khayalan yang di utarakan pujangga pembuatnya. Namun jika dilihat dari pesan moral dan amanat yang diberikan memang sangat mengena sekali. Sehingga hikayat bisa dikatakan menjadi salah satu karya yang bergitu banyak memberikan edukasi bagus. Nilai bagus yang terkandung didalamnya juga begitu menginspirasi pembaca.


contoh membuat laporan tugas

Jenis-Jenis Hikayat

Berdasakan historis dan isinya, berikut ini jenis-jenis Hikayat yang sudah diangkat oleh beberapa sastrawan.

1. Historis

Berdasarkan dengan historis, teks hikayat dibagi menjadi 4 sejarah yang ada. Bisa disimak penjelasan historis di bawah ini.

  • Melayu

Hikayat Melayu secara umum digambarkan atau diceritakan menggunakan unsur-unsur agama Islam. Sehingga banyak pembaca senang dengan penyajian cerita yang berbau keagamaan tersebut. Sejauh ini beberapa hikayat Melayu yang cukup terkenal antara lain: Hikayat Hang Tuah, Hikayat Si Miskin, Hikayat Malim Deman dan Hikayat Indera Bangsawan.

  • Jawa

Hikayat Jawa menjadi salah satu karya yang cukup menarik karena memiliki dua unsur keagamaan dalam kisahnya. Selama ini hikayat Jawa dikenal sering kali membahas masyarakat beragama Hindu dan Islam. Bahkan dalam penokohan, sifat, alur yang disajikan hampir sama dengan budaya Arab dan India. Contoh karyanya seperti: Hikayat Panji Semirang, Hikayat Indera Jaya dan Hikayat Cekel Weneng Pati.

  • India

Hikayat India sering kali membahas masyarakat beragama Hindu. Selama ini kisah yang diusung dalam hikayat India mengacu pada cerita Mattabroto dan Sri Rama. Bahkan dalam perkembangannya, hikayat India dari hikayat Pandawa Lima juga sering masuk dalam cerita wayang di Jawa. Beberapa contohnya antara lain:  Hikayat Bayan Budiman dan Hikayat Perang Pandhawa.

  • Arab Persia

Hikayat Arab Persia juga menjadi salah satu jenis hikayat yang cukup terkenal. Unsur agama yang diusung dalam hikayat ini murni agama Islam. Sehingga banyak pembaca dari kalangan agama Islam sangat senang karena banyak nilai keislaman yang disampaikan dalam ceritanya. Contohnya antara lain: Hikayat Amir Hamzah, Hikayat Bachtiar dan Hikayat Seribu Satu Malam.

2. Isi

Berdasarkan isinya, jenis hikayat memang menyajikan cerita yang begitu menarik. Ada beberapa unsur yang disajikan pengarang untuk membedakan jenis hikayat dari isi yang disampaikannya. Berikut ini pembagian hikayat berdasarkan isinya.

  • Sejarah

Hikayat yang didalamnya membahas mengenai sejarah suatu masa meski penyajiannya hanya berupa khayalan. Biasanya menceritakan soal peperangan, peristiwa sejarah dan beberapa tokoh bersejarah dalam sebuah Negara.

  • Biografi

Hikayat biografi banyak menceritakan tentang penokohan pengarang dalam kisah yang disampaikan. Misalnya tentang diri pengarang yang sudah menjadi pahlawan dalam mengatasi konflik dan kisah hidupnya.

  • Agama

Hikayat agama banyak menceritakan peristiwa tentang keagamaan yang terjadi dalam sebuah kisah tokoh utamanya. Sudah banyak hikayat keagamaan yang diangkat baik dari agama Islam, Hindu dan lainnya. Ada juga yang mengisahkan percampuran dua agama.

  • Peristiwa

Hikayat peristiwa banyak mengulas mengenai gambaran peristiwa penting dengan semua keajaibannya. Bahkan juga banyak mengisahkan tentang motivasi kehidupan.


  • Cerita

Beberapa cerita fiksi juga pernah diangkat dalam Hikayat. Bahkan kisah-kisah ini sangat memberikan pesan bagus kepada pembacanya.

Unsur dan Struktur Hikayat

Seperti karya lain yang mengandung cerita atau karangan, hikayat juga harus mengandung sejumlah unsur pembangun yang wajib ada didalam karyanya. Dua unsur tersebut antara lain:

  • Unsur Intriksi : Tema, Latar, Alur, Amanat, Tokoh, Sudut Pandang dan Gaya.
  • Unsur Ekstriksik : Latar belakang cerita yang disampaikan dan nilai norma yang terdapat dalam cerita.

Dalam sebuah hikayat terdapat beberapa struktur penting yang harus disampaikan pengarang kepada semua pembacanya. Struktur tersebut antara lain:

  • Absraksi = Inti dari cerita yang digambarkan menjadi rangkaian peristiwa. Disebut juga gambaran awal cerita.
  • Orientasi = Ulasan waktu, tempat dan suasana dalam cerita.
  • Komplikasi = Urutan kejadian yang menghubungkan antara sebab dan akibat. Disini kerumitan cerita mulai dibahas oleh pengarang.
  • Evaluasi = Konflik mulai muncul dan mulai ada tindakan penyelesaian.
  • Resolusi = Penyelesaian masalah sekaligus menjadi solusi yang dialami oleh tokoh.
  • Koda = Pesan, nilai penting, dan pelajaran yang disampaikan pengarang kepada para pembaca.
Contoh Cerita Fantasi 4 Paragraf tentang lingkungan

Contoh Teks Hikayat Singkat

Untuk memberikan gambaran mudah mengenai hikayat secara lebih detail, berikut ini contoh teks hikayat singkat yang bisa dipelajari.

Hikayat Si Miskin

Hikayat Si Miskin menceritakan mengenai kehidupan sebuah keluarga yang terbuang dan menjadikan kehidupannya jauh dari bahagia. Adanya sumpah yang diberikan oleh Batara Indera membuat raja dan permaisurinya dibuang dari lingkup keluarga kerajaan.

Kehidupan yang semakin menderita ini ditambah dengan perlakuan buruk masyarakat sekitarnya membuat pasangan tersebut seakan menderita. Tetapi setelah melahirkan dua anak selama ada di pembuangan, Si Miskin kemudian menemukan emas dan mulai membangun kembali kerajaannya.

Namun dalam perjalanan membangun kerajaan, ada peramal yang menggambarkan jika akan ada bencana dari pernikahan anak sang raja dan harus membuangnya. Kedua putra putrinya kemudian dibuang untuk menjauhkan dari kesialan di kerajaan.

Namun sepeninggal kepergian kedua anaknya, kerajaan dilanda bencana. Kebakaran menghancurkan kerajaan dan membuat kekacauan hebat. Berbeda dengan nasib kedua anaknya yang mulai menemukan jati dirinya. Sang anak laki-laki menemukan pasangan hidup dan menikah dengan putri dari kerajaan lain dan menjadi penguasa.

Dari hikayat Si Miskin dapat digambarkan betapa menderitanya seseorang yang kemudian menemukan kembali jati dirinya kembali dan berbuat bijak setelah kembali ke kehidupannya semula.

Kehidupan, kebahagaian dan kesedihan sudah menjadi takdir, dengan menjalaninya iklas maka akan ditemukan kembali kebahagiaan.

Unsur Intrinsik

  • Tema : Kunci dari kesuksesan adalah bersikap sabar. Karena kehidupan memang selalu dipenuhi rintangan.
  • Alur : Alur maju.
  • Latar : Negeri Antah Berantah, Negeri Palinggam Cahaya, Negeri Puspa Sari, Lautan, Pasar, Hutan.
  • Sudut Pandang : orang ketiga (serba tahu).
  • Amanat : menjadi pemimpin harus adil, kehidupan penuh cobaan harus dihadapi dengan sabar, jangan mudah menyerah, harus ingat Tuhan dalam semua keadaan hidup.

Unsur Ekstriksik

  • Nilai Moral : Kehidupan harus dijalankan secara bijaksana.
  • Nilai Budaya : Tugas anak adalah berbakti kepada kedua orangtua.
  • Nilai Sosial : Sebagai manusia harus saling tolong menolong untuk meringankan beban.
  • Nilai religius : Jangan pernah mempercayai sebuah ramalan.
  • Nilai Pendidikan : Menolong seseorang tidak boleh mengharapkan pamrih.

Hikayat Panji Semirang

Alkisah hiduplah raja dengan empat bersaudara. Semuanya memiliki kerajaan yaitu Kuripan, Daha, Gelagang dan Singasari. Semua kerajaan makmur dan perdagangan di semua kerajaan berjalan ramai. Kemudian banyak pedagang asing mulai melakukan perdagangan di negeri yang damai tersebut.

Nata Kuripan dan selirnya Paduka Mahadewi memiliki anak bernama Raden Banjar Ketapang. Namun karena anak itu tampan parasnya membuat sang raja kemudian memberikan kekuasaan di Karang Banjar Ketapang. Dengan keinginan yang sama, permaisuri Kuripan kemudian ingin juga memiliki anak tampan dengan mulai menyembah dewa.

Permaisuri lainnya akhirnya juga dikabulkan memiliki momongan yang tampan sehingga kerajaan saudaranya pun ikut makmur dengan karunia anak dari sang dewa.

Unsur Intrinsik

  • Tema : silsilah hidup Panji Semirang
  • Watak : Raja (bijaksana, tekun, baik), Nata Kuripan (agung, tekun menyembah dewa), Permaisuri (tekun, menurut, berkeinginan kuat).
  • Sudut Pandang : orang ketiga tunnggal.
  • Gaya Bahasa : memakai majar hiperbola dan repetisi

Unsur Ekstrinsik

Komentar / Pertanyaan