4 Contoh Teks Cerita Sejarah Pahlawan Jend. Soedirman, Cut Nyak Dien, RA Kartini, Soekarno

Teks cerita sejarah memiliki peran yang sangat penting karena dapat dijadikan sebagai cara untuk mengabadikan suatu momen atau peristiwa yang terjadi. Apalagi untuk peristiwa penting yang berkaitan dengan sejarah perjuangan bangsa Indonesia dan jasa pahlawan teks cerita sejarah ini sangatlah dibutuhkan.

Untuk mengenang suatu peristiwa atau seorang tokoh, ditulislah sebuah teks cerita sejarah sehingga peristiwa tersebut dapat dikenang. Selain itu, orang-orang yang membacanya juga bisa mengambil pelajaran dari peristiwa yang terjadi di masa lalu atau hal yang sudah dialami oleh seorang tokoh. Pada kesempatan kali ini akan diberikan contoh mengenai teks cerita sejarah tentang pahlawan.

Contoh Teks Cerita Sejarah tentang Pahlawan

Semua tokoh pahlawan di Indonesia memiliki jasa yang sangat besar dalam mengabdikan dirinya untuk negeri ini. Untuk mengenang jasa pahlawan, dibuatlah sebuah teks cerita sejarah untuk mengenang semua jasa mereka.

contoh teks cerita pahlawan

Hal ini juga ditulis dengan tujuan supaya generasi penerus bangsa dapat meneladani karakter dan sifat tokoh pahlawan di masa lalu yang memiliki peran sangat besar terhadap negeri ini. Berikut merupakan beberapa contoh teks cerita sejarah tentang pahlawan untuk beberapa tokoh.

Contoh Teks Cerita Sejarah Pahlawan R.A Kartini

[Orientasi]

Seorang pahlawan wanita yang memiliki jasa luar biasa dalam mendongkrak emansipasi wanita, R.A Kartini. Raden Ajeng Kartini adalah seorang pahlawan perempuan yang merupakan keturunan bangsawan. Ia lahir di kota Jepara, pada tanggal 21 April 1879. R.A Kartini memiliki nama lengkap Raden Ajeng Kartini Djojo Adiningrat.

Dirinya dikenal sebagai pelopor tokoh wanita yang memperjuangkan kesetaraan derajat bagi kaum pria dan wanita di Indonesia. Karena saat itu Kartini merasakan berbagai bentuk diskriminasi dan kesenjangan yang terjadi di antara pria dan wanita, terutama di bidang pendidikan. Ia menghembuskan nafas terakhirnya saat berusia 25 tahun, tepatnya pada tanggal 17 September 1904 setelah melahirkan anaknya, R.M Susalit.

[Urutan Peristiwa]

Lahir sebagai seorang anak perempuan dari keluarga priyayi, yaitu Putri seorang patih yang diangkat sebagai bupati Jepara pada masa itu, yakni bernama R.M Adipati Ario Sosroningrat. Sementara ibunya adalah seorang guru agama yang bernama M.A Ngasirah.

Perjuangan R.A Kartini bermula ketika ia berusia 12 tahun. Saat itu ia tidak boleh melanjutkan studinya, padahal sebelumnya ia menempuh pendidikan di Europese Lagere School (ELS) yang mana saat itu ia mempelajari bahasa Belanda. Sayangnya, kemauannya untuk menempuh pendidikan mendapatkan larangan dan kecaman dari orang-orang terdekatnya, terutama ayahnya sendiri.


Bagi ayahnya, perempuan yang berusia 12 tahun harus tetap tinggal di rumah karena di usia tersebut sudah bisa dipingit dan tidak perlu meneruskan pendidikan. Selama dirinya tetap tinggal di rumah, klinik kecil yang berusia 12 tahun kemudian menulis banyak surat teman-teman korespondensinya.

Kebanyakan dari mereka adalah keturunan asli Belanda. Ia memiliki teman bernama Rosa Abendanon yang sangat mendukung segala sesuatu yang diinginkan oleh Kartini. Berkat temannya itulah Kartini kecil sering membaca berbagai koran dan buku Eropa yang akhirnya memberikan sulutan api.

Pasalnya, di koran tersebut menceritakan perempuan Eropa yang sangat maju dan mampu berpikir. Kartini pun akhirnya memiliki kemauan yang lebih besar untuk menyetarakan strata sosial perempuan dan laki-laki di Indonesia yang cenderung masih sangat senjang.

Seiring berjalannya waktu, R.A Kartini membaca surat kabar Semarang di bawah pimpinan Pieter Brooshoof, De Locomotief. Ia juga sering mendapat paketan majalah dari toko buku yang berisi tentang ilmu pengetahuan dan kebudayaan.

contoh teks cerita pahlawan

Bahkan Kartini sering menulis beberapa tulisan yang dikirimkan ke sebuah majalah wanita Belanda, yaitu De Holland Lelie. Dari tulisan yang ia kirimkan, sangat terlihat bahwa dirinya sering membuat catatan kecil atas apa yang telah ia baca.


Saat usianya menuju 20 tahun, Kartini sudah banyak membaca berbagai buku seperti Max Havelaar, surat-surat cinta, dan The Stille Kraacht. Bahkan dirinya juga membaca buku Roman feminis dan Roman anti perang yang mana semua buku tersebut ditulis dalam bahasa Belanda.

Kemudian Kartini dipaksa untuk menikah oleh orang tuanya pada 12 November 1903 dengan seorang Bupati Rembang. Meskipun Kartini bukan istri pertamanya, tetapi suaminya cukup pengertian dengan cita-cita dan keinginan Kartini dalam hal pendidikan. Suaminya memperbolehkan Kartini untuk membangun sekolah wanita.

Dari situlah akhirnya Kartini mulai bisa memberikan pendidikan dan pembelajaran kepada beberapa perempuan sehingga setidaknya mendapatkan ilmu pengetahuan. Kartini hanya dikaruniai satu orang anak yang bernama Susalit, tetapi kemudian setelah 4 hari melahirkan, Kartini menghembuskan nafas terakhirnya saat usia 25 tahun.

Meskipun telah wafat, perjuangan RA Kartini tidak berakhir begitu saja. Teman Kartini yang bernama Rosa Abendanon mengumpulkan semua surat yang pernah dikirimkan kepadanya. Tulisan-tulisan tersebut dikumpulkan dan dijadikan sebuah buku yang berjudul, “Dari Kegelapan Menuju Cahaya”. Aku ini terbit pada 1911 dan menjadi salah satu bentuk sejarah perjuangan Kartini dalam memperjuangkan emansipasi wanita Indonesia.

[Reorientasi]

Berkat segala jasa dari pahlawan perempuan Raden Ajeng Kartini, khususnya dalam bidang pendidikan wanita, ia pun memperoleh penghargaan dan penghormatan. RA Kartini ditetapkan sebagai salah satu pahlawan nasional perempuan. Bahkan tanggal kelahirannya dijadikan sebagai Hari Kartini yang selalu diperingati setiap tahun di Indonesia sebagai hari emansipasi wanita. Atas rangkaian perjuangan yang telah dilakukan diharapkan wanita Indonesia dapat menempuh studi setinggi-tingginya.

contoh teks cerita pahlawan
Contoh Teks Cerita Pahlawan Jenderal Soedirman

Contoh Teks Cerita Sejarah Pahlawan Jenderal Soedirman

[Orientasi]

Jenderal Sudirman merupakan salah satu pahlawan nasional yang dikenal sebagai sosok pemimpin perang gerilya. Ia lahir di tengah-tengah keluarga sederhana di Purbalingga, pada 24 Januari 1916. Ayahnya bekerja sebagai mandor tebu di sebuah pabrik gula di Purwokerto, sementara ibunya merupakan keluarga petani.

Sebagai panglima besar TNI pertama, Soedirman merupakan sosok yang sangat dihargai dan dihormati. Ia mulai menunjukkan kemampuan dalam berorganisasi dan memimpin saat sekolah menengah. Dirinya juga merupakan seorang anak yang taat terhadap agama.

[Urutan Kejadian]

Saat kecil, Soedirman diangkat sebagai anak oleh Raden Tjokro Sunaryo seorang camat Rembang. Bahkan hingga usia 18 tahun, ia tidak menyadari bahwa Cokro Sunaryo sebenarnya bukanlah ayah kandungnya. Ketika menginjak usia 7 tahun, Sudirman didaftarkan di sebuah sekolah pribumi kemudian pindah ke sekolah menengah taman siswa di tahun ke-7. Di tahun kedelapan koma taman siswa ditutup dan ia pindah ke s


Sekolah Menengah Wirotomo. Ia sempat menempuh pendidikan di sekolah guru Muhammadiyah tetapi tidak tamat. Saat itu ia ikut serta dalam berbagai kegiatan, salah satunya adalah Pramuka Hizbul Wathan.

Ia menikahi seorang putri pengusaha batik yang bernama Alfiah pada tahun 1936. Pasca menikah, Sudirman tinggal bersama mertuanya di Cilacap. Sudirman dan Alfiah memiliki tiga putra dan empat putri.

Saat tahun 1936 Sudirman mengajar di sekolah dasar Muhammadiyah. Bahkan ia juga mengabdi menjadi guru sekaligus pemandu sebuah organisasi Pramuka. Ia selalu mengajarkan moral untuk meneladani kehidupan kisah wayang tradisional dan para rasul kepada murid-muridnya. Atas keuletannya, beberapa tahun kemudian ia diangkat menjadi kepala sekolah di sekolahan tersebut.

Ketika masa penjajahan Jepang pada tahun 1944, Sudirman memutuskan untuk bergabung bersama tentara pembela tanah air (PETA) di Bogor. Karena di masyarakat ia sangat disegani, akhirnya Sudirman diamanahi sebagai komandan bersama orang lain yang memiliki pangkat sama. Setelah merdeka dari penjajahan, Sudirman dan pasukannya berhasil memperebutkan senjata dari pasukan Jepang di Banyumas. Akhirnya ia diangkat sebagai Komandan Batalyon di Kroya setelah menempuh pendidikan.

Setelah proklamasi kemerdekaan pada 1945 Sudirman menemui presiden Soekarno di Jakarta. Kemudian presiden Soekarno memberikan tugas kepada jenderal Sudirman untuk melakukan pengawasan proses penyerahan diri yang dilakukan oleh tentara Jepang di Banyumas.

Saat pertemuan pertama Tentara Keamanan Rakyat (TKR), Sudirman diamanahi menjadi pemimpin TKR setelah voting dua tahap. Sebelum pengangkatannya, pada November 1945 ia menginstruksikan Divisi V untuk melakukan penyerangan pasukan sekutu di daerah Ambarawa melawan NICA Belanda dan pasukan Inggris hingga Desember 1945.

Saat itu merupakan perang besar pertama yang dipimpin oleh Sudirman dan berhasil memenangkan pertempuran tersebut. Pasca perang besar tersebut, kemudian presiden Soekarno melantiknya sebagai seorang Jenderal. Jendral Sudirman secara resmi diangkat sebagai panglima besar TKR pada 18 Desember 1945 setelah penarikan tentara Inggris karena terjadi penyerangan dari pasukan yang dipimpin oleh Sudirman.

Pada tahun 1948, Jendral Sudirman menghadapi kudeta tahta kepemimpinan. Di tahun tersebut kolonial Belanda juga ingin menjajah Indonesia kembali karena kegagalan negosiasi dalam perjanjian Renville dan Linggarjati. Di akhir tahun 1948, Sudirman bersama pasukan melakukan perlawanan pada agresi militer II Belanda di Jogja.

Bersama dengan dokter pribadi dan sekelompok kecil tentaranya, Jendral Sudirman melakukan perang gerilya selama 7 bulan dengan melakukan perjalanan ke arah selatan dalam keadaan sakit. Sudirman dipanggil oleh Presiden Soekarno kembali ke Jogja setelah Belanda menarik diri pada Juli 1949, di mana saat itu kondisi Sudirman sudah mulai memburuk karena mengidap TBC.

Pada 27 Desember 1949 Indonesia dan Belanda melakukan konferensi panjang dan akhirnya Belanda mengakui kedaulatan Indonesia. Dalam kondisi sakit, Sudirman diangkat menjadi panglima besar TNI di sebuah negara baru yang disebut Republik Indonesia Serikat. Pada 29 Januari 1950 jenderal Sudirman wafat di kota Magelang kemudian dimakamkan di taman makam pahlawan Semaki.

[Reorientasi]

Wafatnya jenderal Sudirman merupakan situasi duka untuk seluruh rakyat Indonesia. Ribuan orang berkumpul menyaksikan prosesi upacara pemakaman jenderal Sudirman dengan mengibarkan bendera setengah tiang. Hingga saat ini, jasa Jenderal Besar Soedirman tetap dikenang dan menjadi sebuah penghormatan besar.

Contoh Teks Cerita Pahlawan Cut Nyak Dien
Contoh Teks Cerita Pahlawan Cut Nyak Dien

Contoh Teks Cerita Sejarah Pahlawan Cut Nyak Dien

[Orientasi]
Cut Nyak Dien merupakan pahlawan perempuan berasal dari Aceh yang lahir pada tahun 1848. Ia merupakan keturunan dari keluarga bangsawan Aceh, karena ia merupakan keturunan sultan Aceh secara langsung jika dari garis ayahnya. Saat tahun 1862, ia dinikahkan dengan Teuku Ibrahim Lamnga dan dikaruniai seorang anak laki-laki. Suaminya tersebut merupakan pemuda yang taat agama dan memiliki wawasan yang luas.

[Urutan Peristiwa]
Cut Nyak Dien menikah dengan Teuku Ibrahim saat dirinya berusia 12 tahun. Saat itu Cut Nyak Dien dan anaknya sering ditinggal pergi oleh Teuku Ibrahim karena harus ikut berjuang melawan kolonial Belanda. Setelah meninggalkan Lam Padang dalam beberapa bulan, Teuku Ibrahim menyerukan perintah kepada para penduduk untuk mencari perlindungan dan mengungsi ke tempat yang aman. Pada 29 Desember 1875 Cut Nyak Dien dan penduduk lainnya meninggalkan daerah tersebut.

Teuku Ibrahim wafat pada 29 Juni 1878. Hal ini membuat Cut Nyak Dien terpuruk dalam menjalani hidupnya untuk beberapa saat. Namun ia tak berputus asa dan bangkit kembali, justru hal tersebut menjadi alasan yang kuat baginya untuk berjuang melawan kolonial Belanda menggantikan suaminya.

Setelah suaminya wafat, Cut Nyak Dien menikah dengan Teuku Umar, cucu dari kakeknya. Keduanya tidak hanya diikat oleh pernikahan, tetapi juga berjuang bersama untuk melawan penjajah. Cut Nyak Dien tidak sekedar ingin mendapatkan suami yang selalu ingin di dekatnya, tetapi dirinya justru ingin berjuang bersama dengan suami yang memberikan izin untuknya terjun ke medan perang.

Bahkan keduanya terus menguatkan barisan untuk mengusir kolonial Belanda dari Aceh bersama para pejuang lainnya. Cut Nyak Dien dan Teuku Umar bersama-sama melakukan pertempuran dan merebut kembali kampung halaman. Untuk memperoleh pasukan persenjataan, Teuku Umar berpura-pura tunduk terhadap Belanda, selanjutnya persenjataan tersebut digunakan untuk menyerang kembali para penjajah.

Sayangnya, Teuku Umar gugur pada 11 Februari 1899 sehingga membuat pasukan perang semakin lemah. Cut Nyak Dien cukup mengalami keterpurukan yang kedua kalinya, dan setelah Belanda mengetahui pasukan Cut Nyak Dien yang semakin lemah, akhirnya Belanda melakukan serangan terus-menerus dan pasukan Cut Nyak Dien hanya dapat menghindar.

Hal ini akhirnya membuat kesehatan dan kondisi fisik Cut Nyak Dien semakin memburuk. Meskipun demikian, pertempuran melawan penjajah terus dilakukan. Melihat kondisi yang kian melemah, Pang Laot Ali, panglima perangnya, pada awalnya ingin menyerahkan diri ke pasukan Belanda. Namun mendengar hal tersebut membuat Cut Nyak Dien marah dan mempertegas untuk terus berjuang melawan Belanda.

Saat itu pasukan Belanda menangkap Cut Nyak Dien lalu mengasingkannya ke pulau Jawa untuk menghindari adanya pengaruh kepada masyarakat Aceh. Saat di pengasingan, ia mengalami gangguan penglihatan dan kondisinya semakin renta. Selama sisa hidupnya, ia mendedikasikan diri untuk mengejar agama, tetapi ia merahasiakan identitasnya hingga ia wafat.

Cut Nyak Dien wafat di Sumedang pada 6 November 1908 dan secara pasti makamnya baru diketahui ketika 1960 saat Pemda Aceh melakukan penelusuran dengan sengaja. Seorang penulis Belanda bernama Ny Szekly Lulof mengagumi perjuangan Cut Nyak Dien dan memberinya gelar “Ratu Aceh”.

[Reorientasi]
Melihat perjuangan Cut Nyak Dien yang luar biasa selama masa hidupnya, tentunya hal ini bisa dicontoh oleh para generasi penerus bangsa yang terus melanjutkan kemerdekaan. Kegigihan dan ketegasannya sebagai perempuan yang terjun langsung dalam medan perang menjadi suri tauladan bagi bangsa Indonesia. Ia merupakan salah satu sosok pahlawan perempuan Indonesia yang sangat patut diteladani keberaniannya. Cut Nyak Dien kemudian dianugerahi sebagai salah satu pahlawan nasional sejak 2 Mei 1964.

Contoh Teks Cerita Pahlawan Soekarno Sukarnon
Contoh Teks Cerita Pahlawan Soekarno

Contoh Teks Cerita Sejarah Pahlawan Ir. Soekarno

[Orientasi]
Insinyur Soekarno atau sering disebut Bung Karno lahir di pada tanggal 6 Juni 1901. Tempat kelahiran Bung Karno ini ada yang menyebutnya di Blitar Jawa Timur dan ada yang menyebutnya di Surabaya. Namun dalam tulisan Cindy Adams mengenai biografi Soekarno, ia lahir di Surabaya. Orang tua Soekarno pernah tinggal di Bali tetapi pindah ke Jawa karena merasa kurang disenangi di Bali. Ibunya bernama Ida Ayu Nyoman Rai dan ayahnya bernama Raden Soekemi Sosrodihardjo.

[Urutan Peristiwa]
Soekarno memiliki nama kecil Koesno Sosrodihardjo, lalu diganti menjadi Soekarno saat usia 5 tahun karena masa kecilnya mengalami sakit-sakitan. Ia merupakan keturunan bangsawan karena ayahnya merupakan bangsawan kelas priyayi sementara ibunya adalah keluarga kasta Brahmana.

Pada tahun 1907 saat itu Soekarno didaftarkan masuk ke sekolah rakyat di Tulungagung. Kala itu iya tinggal dengan kakeknya yang bernama Raden Hardjokromo. Di tahun berikutnya ia melanjutkan sekolah dasar di HIS, kemudian pada 1913 ia melanjutkan studi di Europesce Legore School (ELS) di Mojokerto.

Sejak kecil Soekarno dididik oleh ayahnya untuk disiplin yang sangat ketat dan selalu dituntut untuk terus belajar. Hal inilah yang membuat Soekarno kemudian menjadi murid yang berprestasi.

Setelah lulus dari sekolahnya di ELS, kemudian pada tahun 1916 ia menempuh pendidikan di Hogere Burger School (HBS) Surabaya. Saat itu ia dipertemukan dengan H.O.S. Tjokroaminoto seorang tokoh sarekat Islam, Soekarno juga tinggal bersama Tjokroaminoto. Soekarno dapat menyelesaikan pendidikannya di tahun 1921 dan melanjutkan di Techniche Hoge School (THS) atau saat ini dikenal dengan Institut Teknologi Bandung (ITB). Pada 1926 Soekarno dapat memperoleh gelar insinyur.

Saat menjalani pendidikan bersama Tjokroaminoto, rasa nasionalisme Soekarno terus bertumbuh dengan pesat karena lebih mendalami konsep pemikiran Islam sekaligus pemikiran barat. Bahkan ia mendirikan organisasi yang menjadi dasar berdirinya Partai Nasional Indonesia (PNI) pada tahun 1926. PNI dibentuk pada 4 Juli 1927 dengan menganut ajaran Marhaenisme. Kemudian PNI berkembang dan tumbuh pesat di berbagai daerah baik di pulau Jawa maupun di luar Jawa.

Sebagai seorang aktivis di PNI, keberadaan Soekarno ini diketahui oleh Belanda dan ia ditangkap pada 29 Desember 1929. Kemudian Soekarno dipenjara di Bandung dan dibebaskan pada 1931.

2 tahun berikutnya Soekarno ditangkap kembali oleh Belanda karena bergabung dengan partai Indonesia. Bahkan ia diasingkan kembali ke Flores, lalu dipindahkan ke Bengkulu 4 tahun kemudian. Saat itu Soekarno berhasil melarikan diri kepada dengan menyeberangi selat Sunda. Iya kembali ke kota Jakarta pada bulan Juli 1942.

Setelah melalui serangkaian peristiwa dan perjuangan yang luar biasa, Soekarno beserta tokoh-tokoh pahlawan lainnya berhasil mengusir penjajah. Pada 17 Agustus 1945, Soekarno menjadi proklamator kemerdekaan Indonesia bersama dengan Muhammad Hatta. Sesuai dengan hasil sidang PPKI 18 Agustus 1945, Soekarno dilantik sebagai presiden pertama, sementara Mohammad Hatta sebagai wakil presiden.

Memasuki bulan Agustus 1965, kesehatan Soekarno semakin memburuk karena ia sudah mengidap penyakit parah selama 5 tahun. Hingga akhirnya pada 21 Juni 1970 Soekarno wafat di RSPAD Jakarta kemudian di semayamkan di Wisma Yaso. Soekarno mendapatkan gelar sebagai pahlawan nasional bersama bung Hatta sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 83 Tahun 2012.

[Reorientasi]
Perjuangan Insinyur Soekarno bersama tokoh pendiri bangsa lainnya dalam membawa Indonesia ke gerbang pintu kemerdekaan tentunya menjadi sejarah Indonesia yang tak akan terlupakan. Namun perjuangan bangsa Indonesia tidak hanya sebatas sampai proklamasi kemerdekaan saja, karena Presiden Soekarno selalu berpesan kepada kaum pemuda untuk terus mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Soekarno, bahwa melawan bangsa sendiri lebih sulit daripada melawan penjajah.

Apa kebijakan presiden Soekarno yang mengguncang dunia?

1. Pembebasan Irian Barat yang berhasil mengusir Belanda dan menjadi kekuatan militer terhebat di belahan bumi selatan
2. Pelopor berbagai organisasi dunia, misal Konferensi Asia Afrika (KAA), Gerakan Non Blok (GNB), dan New Emerging Force (Nefo) dsb
3. Konfrontasi dengan Malaysia dan Keluarnya Indonesia dari PBB

Editor Choices :

Itulah beberapa contoh teks cerita sejarah tentang pahlawan yang bisa dijadikan sebagai teladan. Dengan mengenal cerita sejarah pahlawan maka setiap orang dapat mengetahui bagaimana perjuangan para pahlawan melawan penjajah dan memperjuangkan kemerdekaan. Oleh karena itu, teks cerita sejarah ini ditulis untuk mengenang jasa mereka.

Komentar / Pertanyaan