Apakah Jurusan Perpajakan Susah? Cek Jawabannya Disini!

Jurusan perpajakan termasuk salah satu jurusan yang kurang diminati, tidak seperti jurusan ekonomi, manajemen, ataupun kedokteran. Salah satu alasannya ialah karena ruang lingkup kerjanya yang sempit serta materi kuliah yang dipelajari susah. Namun, apakah jurusan perpajakan susah untuk dipelajari seperti yang dirumorkan?

Sejatinya, jurusan perpajakan tidak sesusah yang dibicarakan banyak orang. Rumus dan perhitungan yang dipelajari tidaklah sulit. Bahkan, bila dibandingkan dengan jurusan matematika, statistika, dan penerbangan, maka jurusan perpajakan bisa dikatakan tidak ada apa-apanya.

Apa itu Jurusan Perpajakan?

Jurusan perpajakan merupakan bidang studi vokasional yang mempelajari tentang hak dan kewajiban para pelaku wajib pajak baik itu perorangan maupun perusahaan.

apakah jurusan perpajakan susah

Di jurusan ini, kalian akan mempelajari tentang jenis-jenis pajak, perhitungan pajak, akuntansi pajak, dan kebijakan pajak sesuai yang ditetapkan oleh pemerintah.

Karena jurusan perpajakan tergolong dalam kelompok jurusan Sosial dan Humaniora (Soshum), maka biasanya jurusan IPS yang lebih banyak masuk ke dalamnya. Namun, bukan berarti jurusan lain tidak cocok, asalkan kalian punya minat maka masuk saja ke dalamnya.

Nah, jika dibedakan berdasarkan jangka waktu studinya, maka jurusan pajak terbagi menjadi tiga kelompok yakni:

  • Jenjang D3: jenjang yang ditempuh oleh mahasiswa jurusan perpajakan dengan minimum waktu belajar selama 3 tahun atau 6 semester. Nantinya, jika kalian lulus D3 maka akan mendapatkan gelar A.Md (ahli madya).
  • Jenjang S1: jenjang yang paling banyak terdapat di perguruan tinggi di Indonesia dengan jangka waktu pembelajaran selama 4 tahun atau 8 semester. Setelah lulus, maka para mahasiswa lulusan S1 akan mendapat gelar S.E. (Sarjana Ekonomi).
  • Pascasarjana: merupakan jenjang studi tingkat lanjut dari lulusan S1 yang mempelajari tentang program studi yang lebih spesifik. Jika sudah lulus, nanti gelar yang didapatkan berbeda-beda tergantung prodi yang dipilih.

Apa yang Dipelajari di Jurusan Perpajakan

Jurusan perpajakan memiliki mata kuliah yang cukup banyak. Semua materi kuliah akan diberikan pada semester awal, untuk semester akhir akan lebih fokus pada praktek yang dikhususkan di lingkungan kerja.

Apabila kalian mengambil jenjang D3, maka selama dalam proses pembelajarannya kalian akan lebih banyak dihadapkan pada praktek dibandingkan dengan teori. Hal ini karena D3 memang dibuat untuk membentuk lulusan yang siap kerja di dunia industri.

Sementara untuk jenjang sarjana (S1 & S2), maka pemahaman teori jauh lebih banyak dibandingkan praktek. Umumnya, jadwal praktikum hanya akan dilakukan di semester akhir saja.

Mata kuliah yang dipelajari di  jenjang D3 maupun S1 ialah sebagai berikut:


  1. Pengatar perpajakan
  2. Ketentuan Umum Perpajakan (KUP)
  3. Pajak Penghasilan (PPh)
  4. Pemotongan dan Pemungutan PPh
  5. Pajak Daerah dan Retribusi Daerah
  6. Pajak Pertambahan Nilai (PPN)
  7. Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM)
  8. Pengantar audit
  9. Dasar akuntansi
  10. Akuntansi biaya
  11. Hukum bisnis
  12. Kepabeanan ekspor dan impor
  13. Pemeriksaan pajak
  14. Ilmu hukum perpajakan
  15. Ilmu manajemen pajak
kuliah

Dari daftar mata kuliah di atas tentu kita tahu bahwa jurusan perpajakan tidak hanya mempelajari tentang ilmu pajak, namun juga ilmu akuntansi, ilmu hukum, ilmu bisnis, ilmu manajemen, dan juga ekspor impor. Semua itu dipelajari karena jurusan ini berkorelasi dengan banyak jurusan lainnya.

Kemudian, untuk program pascasarjana (S2) akan membahas tentang ilmu yang lebih spesifik seperti:

  1. Pajak internasional
  2. Pengadilan pajak
  3. PPh badan
  4. PPh perorangan
  5. PPh pasal 21
  6. PPN 1 dan PPN 2
  7. Tax for non tax manager
  8. Withholding Tax
  9. Tax planning
  10. Tax audit
  11. Tax accounting

Fasilitas yang disediakan di program pascasarjana tentunya lebih lengkap seperti halnya ruang simulasi pengadilan pajak. Bahkan, dosen pengajarnya pun umumnya merupakan seorang konsultan dan praktisi perpajakan sehingga kalian bisa berdiskusi panjang lebar seputar pajak secara mendalam.

Apakah Jurusan Perpajakan Harus Pintar Matematika?

Perlu kalian tahu, jurusan perpajakan erat kaitannya dengan jurusan akuntansi, bahkan bisa dibilang masih berkorelasi. Maka dari itu, skill hitung-hitungan matematis pun sangat dibutuhkan

Walau begitu, perhitungannya tidak sesulit jurusan matematika maupun akuntansi itu sendiri. Hal ini karena kita cukup menghafal rumus perhitungan pajak secara sederhana lalu mengolahnya menggunakan nalar kita masing-masing.


Kebanyakan lembaga perpajakan di Indonesia pun saat ini sudah menerapkan sistem perhitungan secara digital, sehingga kita hanya perlu meng-input data yang ada tanpa perlu menghitungnya lagi karena semuanya sudah dilakukan oleh komputer.

Di samping memiliki skill hitung-hitungan, ada beberapa keahlian serta pengetahuan yang dibutuhkan untuk masuk jurusan ini. Berikut di antaranya:

  • Kemampuan berpikir rasional
  • Kemampuan berpikir sistematis
  • Kemampuan menyelesaikan masalah
  • Kemampuan dalam menganalisis
  • Kemampuan digital (teknologi & komputer)
  • Kemampuan menghafal dengan baik
Jurusan Kuliah yang Menjanjikan Gaji Tinggi

Prospek Kerja Lulusan Jurusan Perpajakan

Mahasiswa lulusan jurusan perpajakan tidak perlu khawatir terkait prospek kerjanya. Hal ini karena jurusan ini cukup sedikit peminatnya serta banyak peluang kerjanya baik di lembaga pemerintahan maupun di perusahaan.

1) Konsultan Pajak

Segala jenis perusahaan baik itu perusahaan swasta ataupun BUMN, terutama yang berkaitan dengan keuangan tentu akan berurusan dengan masalah perpajakan. Karena itu, mereka tentu membutuhkan seorang ahli yang paham tentang pajak serta dapat mengurus perpajakan.

JenisKeterangan
Prospek KerjaKonsultan Pajak
Tugas & Tanggung JawabMenyediakan jasa konsultasi dan pengurusan pajak kepada perusahaan maupun perorangan
Tingkat persaingan kerjaSedang
Estimasi GajiRp5 – 12 juta / bulan

2) Staf Kementrian Keuangan

Banyak dari lulusan jurusan perpajakan yang saat ini bekerja sebagai staf kementrian keuangan, mulai dari posisi yang rendah hingga yang tinggi. Di kementrian keuangan, lulusan jurusan perpajakan akan bekerja di bagian pengurusan perpajakan.

JenisKeterangan
Prospek KerjaStaf Kementrian Keuangan
Tugas & Tanggung JawabMengurus masalah perpajakan bersama tim staf lainnya dalam kementrian keuangan
Tingkat persaingan kerjaTinggi
Estimasi GajiRp 5 – 117 juta / bulan

3) Dosen atau Pengajar

Perlu kalian tahu, banyak konsultan pajak yang merangkap profesi sekaligus menjadi dosen atau pengajar di universitas ternama. Hal ini justru menjadi keuntungan bagi para mahasiswa karena mereka dapat belajar langsung dari ahlinya.

JenisKeterangan
Prospek KerjaDosen
Tugas & Tanggung JawabMengajar kepada mahasiswa terkait ilmu perpajakan
Tingkat persaingan kerjaSedang – Tinggi
Estimasi GajiRp4 – 8 juta / bulan

4) Dinas Keuangan Daerah

Terakhir, kalian dapat bekerja sebagai seorang PNS di dinas keuangan daerah setempat, termasuk di samsat yang mengelola perpajakan. Mulai dari instansi tingkat kabupaten / kota maupun instansi tingkat provinsi tentu membutuhkan staf di bidang satu ini.

JenisKeterangan
Prospek KerjaDinas Keuangan Daerah
Tugas & Tanggung JawabMenjalankan kegiatan terkait dengan posisinya masing-masing di dinas keuangan daerah.
Tingkat persaingan kerjaTinggi
Estimasi GajiRp3 – 25 juta / bulan

Universitas Jurusan Perpajakan Terbaik Akreditasi A/Unggul

Universitas Brawijaya – S1 Perpajakan – Akreditasi Unggul
STIE Surabaya – D3 Manajemen Perpajakan – Akreditasi Unggul
Univ. Sebelas Maret – D3 Perpajakan – Akreditasi A
Universita Indonesia – D3 Manajemen Perpajakan – Akreditasi A
Politeknik Ubaya – D3 Perpajakan – Akreditasi A
Universitas Pancasila – D3 Perpajakan – Akreditasi A
Universitas Diponegoro – D3 Perpajakan – Akreditasi A
Universitas Trisakti – D3 Perpajakan – Akreditasi A
Universitas Udayana – D3 Perpajakan – Akreditasi A
Universitas Airlangga – D3 Perpajakan – Akreditasi A
… dan beberapa kampus lain bisa Anda cek di situs BANPT

Bagaimana rasanya belajar perpajakan?

Pertama, Belajar pajak sebaiknya dibarengi dengan ilmu hukum (undang-undang), ilmu ekonomi dan ilmu akuntansi, minimal tingkat dasarnya saja.
Kedua. Peraturan pajak selalu ada update setiap bulan, baik dari Peraturan Menteri Keuangan sampai ke level Peraturan Direktur Jenderal Pajak. Harus selalu pantengin peraturan terbaru misal dari JDIH, Ortax atau DDTC.
Terakhir, Belajar pajak itu SERU !. Pada awalnya berpikir pajak itu tidak terlalu rumit, asal hafal persentase pemotongan dan tahu cara perhitungan ya sudah anda mudah saja mengerjakan soal-soal pajak.

Namun saat bekerja, anda dihadapkan banyak sekali hal seperti pemeriksaan pajak, sengketa pajak, banding dan gugatan pajak. Seolah-olah ilmu yang saya pelajari saat kuliah dulu hanya sekian persen saja yang saya tahu. Anda diharuskan terus banyak menambah wawasan anda tentang peraturan pajak terbaru dan sharing dengan banyak orang mengenai pajak.

Editor Choices :

Nah, semoga artikel ini dapat menjawab kebingungan kalian tentang apakah jurusan perpajakan susah atau tidak. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa lagi di artikel informatif yang akan datang!

Komentar / Pertanyaan