9 Alasan Memilih Jurusan Farmasi Selain jadi Apoteker

Ketika mendengar nama Farmasi, Anda pasti langsung terpikir dengan profesi seorang apoteker, bukan? Ya terang saja, salah satu jurusan yang berada dalam naungan Fakultas Kedokteran ini memang dikhususkan bagi orang-orang yang senang mempelajari dan meracik obat-obatan.

Pada tulisan kali ini, kami akan memberikan Anda gambaran 9 alasan memilih jurusan Farmasiyang mungkin saja bisa menjadi bahan pertimbangan Anda saat akan memilih jurusan kuliah. Oh ya, Farmasi ini tidak hanya meracik obat saja, tetapi juga mengidentifikasi senyawa yang aman untuk dikonsumsi manusia.

Besarnya tanggung jawab yang harus diemban oleh lulusan ini membuat mahasiswa jurusan Farmasi betul-betul telaten belajar sembari melakukan kegiatan praktikum di lab.

alasan memilih jurusan farmasi

Beberapa kampus besar di Indonesia yang memiliki jurusan ini pun membuka beberapa konsentrasi atau peminatan bagi mahasiswa.

Pertama, Farmakologi yang fokus pada pengaruh obat dengan tubuh manusia.

Kedua, Clinical Practice yang fokus pada diagnosis, resep, dan komunikasi pada pasien.

Ketiga, Mikrobiologi dan Imunologi yang mempelajari tentang berbagai mikroba yang menyebabkan penyakit pada tubuh manusia.

Keempat, Drug Development yang fokus pada penciptaan obat-obatan baru bagi manusia dan bagaimana cara memasarkannya.

Terakhir, ada Teknologi Farmasi yang biasanya ada di tingkatan magister.

Alasan Memilih Jurusan Farmasi

Banyaknya konsentrasi ini membuat jurusan Farmasi menjadi pilihan banyak orang. Lantas, apa saja 9 alasan memilih jurusan farmasibagi Anda yang baru saja lulus SMA atau SMK? Berikut adalah ulasan lengkapnya.

1. Merupakan Bidang Kesehatan dan Bekerja di Rumah Sakit atau Laboratorium Klinik

Seperti yang dipaparkan pada judul artikel, memilih jurusan Farmasi tidak melulu bekerja sebagai seorang Apoteker di suatu Apotek.

Tetapi juga bisa bekerja di rumah sakit dan laboratorium suatu klinik, sebagai seorang Apoteker Profesional setelah mengambil profesinya selama kurang lebih dua semester atau satu tahun.

Apoteker Profesional akan memiliki gaji yang lebih di atas Apoteker biasa yang hanya berada pada kisaran 1 hingga 2,5 juta.

2. Mampu Bekerja Di Farmasi Industri dan Farmasi Klinis

Apabila merujuk pada pengertian yang diambil dari Peraturan Menteri Kesehatan, Farmasi Industri merupakan badan usaha yang telah mendapatkan izin langsung dari Menteri Kesehatan untuk melakukan berbagai kegiatan pembuatan bahan obat dan obat dari suatu penyakit tertentu.

alasan memilih jurusan farmasi

Sementara itu, Farmasi Klinis diartikan oleh banyak orang sebagai penerapan pengetahuan tentang obat-obatan untuk penderita yang membutuhkan, dengan tentu saja memerhatikan kondisi penyakitnya dan kebutuhan terapi seperti apa yang harus diberikan. Keseluruhan layanan ini berhubungan erat dengan beberapa profesi kesehatan seperti dokter hingga perawat.

Bagi Anda yang tertarik bekerja di bidang ini, Anda tentu harus mengambil jurusan Farmasi saat berkuliah. Sebab di jurusan tersebut Anda akan sering berhadapan dengan beberapa mata kuliah, seperti Farmasetika Dasar, Farmasi Fisika, Kimia Organik, Analisis Fisikokimia, Mikrobiologi Farmasi, Anatomi Fisiologi Manusia, Farmasi Forensik, Parasitologi, Interaksi Obat, Analisis Farmasi, hingga Imunologi.

Semua mata kuliah tersebut akan menunjang pengetahuan dan kemampuan Anda bekerja pada bidang Farmasi Industri.

Meskipun keduanya menjadi bagian dari 9 alasan memilih jurusan Farmasi,tetapi sebenarnya ada beberapa perbedaan mendasar. Perbedaan yang pertama, Farmasi Industri dari namanya saja kita sudah paham jika ia berada pada skala industri, sementara itu Farmasi Klinis fokus pada komunitas atau industri seperti rumah sakit, klinik, dan lain sebagainya.

Perbedaan yang kedua, Farmasi Industri menghasilkan pekerja yang kuat dalam bidang Farmakokimia, teknologi, hingga analisis farmasi. Sementara pekerja di bidang Farmasi Klinis adalah mereka yang menguasai ilmu farmakologi, konseling, dan semua ilmu yang berhubungan dengan kedokteran.

3. Meneruskan Pendidikan dan Menjadi Dosen Farmasi

Jika saat kuliah Anda adalah orang yang senang belajar dan masih ingin melanjutkan studi, pekerjaan sebagai seorang dosen di bidang Farmasi tentu sangat terbuka lebar bagi Anda yang sudah menyandang gelar magister pada ilmu ini.

Menjadi dosen tentu bukanlah hal yang mudah, sebab Anda akan dituntut mengikuti perkembangan zaman, menyesuaikan diri dengan mahasiswa dari berbagai latar belakang, hingga mengamalkan Tri Dharma Perguruan Tinggi Negeri. Namun, jika rezeki dan kemampuan Anda di sini, kenapa harus takut?

4. Mampu Bekerja Di BPOM Sebagai Salah Satu Lembaga Pemerintah

Nama BPOM atau Badan Pengawas Obat dan Makanan tentu bukan nama baru yang pernah Anda dengar.

Ya, salah satu lembaga resmi pemerintah ini memang ditugaskan untuk mengecek obat dan makanan yang legal dan sesuai dengan standarisasi yang telah dimiliki oleh negara. Adapun gaji yang akan Anda dapat jika bekerja di BPOM adalah sekitar 3 juta lebih.

advertisement
alasan memilih jurusan farmasi

5. Mampu Menjadi Peneliti di Bidang Farmasi

Selain menjadi dosen, secara spesifik Anda juga bisa menjadi peneliti pada bidang Farmasi apabila Anda menekuni jurusan ini dengan baik.

Penelitian yang Anda lakukan tentu saja tidak jauh-jauh dari meracik obat, yaitu dengan mencari potensi tanaman di Indonesia yang barangkali bisa menjadi obat untuk penyakit manusia. Penghasilan yang Anda dapatkan per proyeknya tentu tergantung dari besaran dana penelitian tersebut.

6. Bekerja Pada Bagian Administrasi Pada Pelayanan Obat Instansi Pemerintah

Selain bekerja di rumah sakit, apotek, atau mungkin klinik biasa, Anda yang mengambil jurusan Farmasi juga bisa melamar kerja sebagai bagian administrasi pada instansi pemerintah, polisi, dan TNI yang ada di Indonesia.

Biasanya, Anda akan membantu mengurusi administrasi kesehatan para pegawai tersebut. Anda akan digaji sesuai dengan apa yang Anda lakukan. Besaran gajinya biasanya Anda di angka 2 hingga 3 juta rupiah. Bagaimana, apa Anda ingin mencobanya?

alasan memilih jurusan farmasi

7. Mampu Berkarir Sebagai Research and Development (RnD)

Berkarir sebagai seorang RnD bisa menjadi pilihan yang tepat bagi Anda yang menempuh kuliah di jurusan Farmasi.

Pasalnya, staf yang mengisi bagian RnD tersebut tidak hanya dibutuhkan oleh pihak swasta, tetapi juga oleh beberapa perguruan tinggi dan pemerintah. Adapun gaji yang dijanjikan oleh pekerjaan ini berkisar pada angka 4 hingga 6 juta rupiah. Tertarik?

8. Bekerja Sebagai System Analyst

Sebagai seorang Analyst, Anda akan bekerja pada segala hal yang berhubungan dengan teknologi informasi. Khususnya pada bidang pengkoordinasian hingga penelitian dalam sebuah perangkat lunak.

Gaji yang dijanjikan oleh pekerjaan ini, bagi Anda yang lulus S1 jurusan Farmasi adalah sekitar 5 hingga 11 juta rupiah, tergantung dari jenjang karir yang sedang Anda jalani.

alasan memilih jurusan farmasi

Baca juga: Alasan Memilih Jurusan Aktuaria

9. Bekerja Sebagai Peneliti Farmasi Herbal Seperti Jamu dan Obat Tradisional

Masih kurangnya orang yang melirik jurusan Farmasi ini menjadi poin tersendiri bagi Anda. Sebab Anda yang mengambil jurusan Farmasi bisa bekerja menjadi seorang peneliti yang memfokuskan diri pada Farmasi Herbal.

Farmasi Herbal dalam hal ini diartikan sebagai bidang meracik obat-obatan herbal yang kemudian bisa dimanfaatkan oleh manusia.

Contoh yang paling sederhananya adalah pandemi COVID-19 yang kini ada di Indonesia. Sebagai seorang peneliti di bidang Farmasi, Anda, bersama dengan beberapa orang di bidang kesehatan tentu bisa memberikan pengaruh dengan mencari ramuan yang tepat untuk diuji coba di lab agar dilihat hasil yang bisa diberikannya.

Apa Kelebihan Jurusan Farmasi?

Farmasi merupakan cabang ilmu sains kesehatan terapan khususnya di bidang obat-obatan. Mahasiswa tidak hanya dibekali dg pengetahuan sains (farmakologi, farmakoterapi, teknik produksi obat herbal dan obat tradisional) namun juga belajar regulasi di bidang kefarmasian dan juga manajemen bisnis kefarmasian.

alasan memilih urusan farmasi

Apa Saja Tips-tips Kuliah di Jurusan Farmasi?

1. Manajemen waktu.
2. Buatlah rangkuman untuk ujian.
3. Buatlah banyak relasi.
4. Kritis bertanya
5. Belajar mempercayai teman, belajar jadi pemimpin untuk teman
6. Jujur terhadap hasil diri sendiri. (seorang farmasis itu memiliki tanggung jawab yang besar atas diri sendiri dan pasien)

Apa yang Perlu Dipersiapkan jika Kuliah di Jurusan Farmasi?

1. Beban perkuliahan yang relatif berat.
2. Masa perkuliahan yang lebih panjang dibanding program studi non-kesehatan. Untuk menjadi sarjana farmasi (S.Farm) dibutuhkan 4 tahun dan tambahan satu tahun untuk menjadi apoteker (apt.).

Kesulitan apa saja yang dirasakan saat kuliah di jurusan farmasi?

1. Hafalan farmasi yang bejibun,
(nama obat plus sinonimnya, fungsi tiap obat, nama-nama tanaman obat)
2. Hitungan di farmasi juga bikin menguras otak.
(contoh: menghitung dosis obat secara tepat sebelum diracik)
3. Analisis juga tak kalah bikin otak panas.
(analisis penyakit pasien / terapi pengobatan / resep / efek samping)
4. Ada praktikum kimia, praktikum ilmu resep, praktikum farmakologi, praktikum farmakognosi, praktikum mikrobiologi, praktikum morfologi tumbuhan, dll.
5. Setelah praktikum wajib dibuatkan laporan nya.
Kesulitan adalah tantangan yang harus diselesaikan, bukan diratapi 😁

Selain apotek, jurusan Farmasi bisa kerja di mana saja?

Apotek, Industri Farmasi, Rumah sakit, Puskesmas, Laboratorium klinik Dinas Kesehatan, BPOM, PBF Dosen, Konsultan, Klinik kecantikan, BNN, LIPI

Bagikan Ke Sahabat Anda:
Twitter Facebook WhatsApp Pinterest