11 Alasan Memilih Jurusan Fisioterapi yang Harus Kalian Tahu

Fisioterapi adalah ilmu yang berhubungan dengan pengobatan sendi, otot, dan juga tulang. Walaupun berhubungan dengan pengobatan dan penyembuhan organ tubuh manusia, namun jurusan ini bukanlah bagian dari jurusan kedokteran.

Ada banyak alasan memilih jurusan fisioterapi dibandingkan dengan jurusan kedokteran, salah satunya ialah karena persaingan kerja yang lebih rendah. Dari tahun ke tahun, ilmu terkait fisioterapi ini semakin populer, karena itulah banyak sekali perguruan tinggi yang kini menyediakan jurusan satu ini.

Apabila kalian juga tertarik untuk menempuh program sarjana fisioterapi, maka silakan cek dulu informasi yang kami berikan di bawah ini.

Alasan Memilih Jurusan Fisioterapi

Apa itu Jurusan Fisioterapi?

Jurusan fisioterapi merupakan jurusan yang mempelajari tentang teknik penyembuhan pada bagian tubuh manusia yang berhubungan dengan alat gerak seperti pada sendi, oto, dan tulang. Ruang lingkup yang dipelajari pun tidak hanya menyangkut penyembuhan, namun juga terkait dengan rehabilitasi, promosi, pencegahan, dan pengobatan.

Selama kuliah di jurusan fisioterapi, maka para mahasiswa nantinya akan akrab dengan hal-hal yang berkaitan dengan fisiologi dan anatomi tubuh manusia, sistem saraf, kinesiologi, fisioterapi aplikatif, dan juga biokimia.

Seorang lulusan jurusan fisioterapi tidak bisa dikatakan sebagai Fisioterapis (biasa disebut sebagai Physio). Untuk bisa menjadi fisioterapis, mereka harus menempuh program profesi dan ujian kompetensi untuk mendapatkan STR (Surat Registrasi) setelah itu baru bisa membuka praktek fisioterapi secara umum.

Jenjang pendidikan yang terdapat di jurusan fisioterapi meliputi D3, D4, dan S1. Apabila kalian ingin mendapatkan gelar sebagai seorang sarjana fisioterapi (S.Ft), maka kalian harus menempuh setidaknya program sarjana yang diselesaikan dalam 8 semester atau 4 tahun.

Apa Saya yang Dipelajari di Jurusan Fisioterapi?

Selama 8 semester, ada banyak sekali mata kuliah yang harus dipelajari oleh jurusan fisioterapi baik itu secara teori maupun praktek. Jika di total secara keseluruhan, mungkin ada sekitar 40-an mata kuliah dan 150-an SKS. Berikut beberapa di antaranya:

  • Semester 1 dan 2: merupakan fase semester awal sehingga pembelajarannya hanya terkait pengenalan fisioterapi seperti dasar-dasar humaniora, pemahaman fungsi gerak, struktur & fungsi biologis, kesehatan masyarakat, dan struktur fungsi gerak pada manusia.
  • Semester 3 dan 4: merupakan fase l anjutan yang akan mempelajari terkait proses & pengukuran fisioterapi, dasar-dasar pemeriksaan fisioterapis, elektrofisika, komunikasi terapeutik, nerurologi, humaniora, muskuloskeletal, dan juga farmakologi fisioterapi.
  • Semester 5, 6, dan 7: di semester ini, pembelajaran sudah lebih advance dan praktikum pun diperbanyak. Materi yang dipelajari meliputi pediatri, fisioterapi olahraga, geriatri, terapi fungsional, keterampilan klinik, etika dan hukum kesehatan, epidemiologi, hiperkes, psikologi kesehatan.
  • Semester 8: merupakan semester akhir yang fokus pada penyusunan karya tulis ilmiah atau skripsi. Pada fase ini juga dilakukan seminar skripsi yang berisi pematangan mata kuliah dan juga pemahaman seputar preklinik. Setelah lulus, maka mereka akan mendapatkan gelar S.Ft.
contoh teks

Alasan Memilih Jurusan Fisioterapi

Setiap orang tentu punya alasan masing-masing kenapa mereka memilih jurusan fisioterapi. Namun, jika dilihat secara umum berikut beberapa alasan memilih jurusan fisioterapi dibandingkan dengan jurusan lainnya:

1. Dibutuhkan di Berbagai Bidang

Di dunia kerja, ahli fisioterapi atau disebut sebagai fisioterapis sangatlah dibutuhkan peranannya. Bahkan, kebutuhan akan ahli fisioterapi dari tahun ke tahun semakin meningkat sehingga peluang karier pun lebih luas.


Berbagai macam perusahaan, instansi, dan lembaga kesehatan pun banyak yang membutuhkan lulusan dari jurusan fisioterapi, di antaranya ialah:

  • Rumah sakit (unit rehabilitasi medik)
  • Klinik kesehatan
  • Instansi pemerintahan
  • Sekolah atau perguruan tinggi
  • Klub olahraga
  • Perusahaan produksi alat kesehatan

2. Masih Sedikit yang Mengetahuinya

Fisioterapi merupakan cabang ilmu kesehatan sama halnya seperti keperawatan, kebidanan, dan  kedokteran. Hanya saja jurusan ini masih terbilang kurang populer dibandingkan dengan jurusan kesehatan lainnya.

Semakin sedikit yang mengetahuinya, maka semakin besar peluang karier yang bisa didapatkan oleh lulusan jurusan fisioterapi. Hal ini dikarenakan kurangnya persaingan kerja tidak seperti jurusan kedokteran atau perawat yang selalu penuh tiap tahunnya.

3. Prospek Kerja yang Menjanjikan

Menjadi seorang ahli fisioterapi tentu begitu menjanjikan. Karena masih mencangkup bidang kesehatan, gaji yang didapatkan pun bisa dibilang besar, terlebih jika bekerja di rumah sakit besar tentunya gajinya lebih besar dibandingkan menjadi dokter umum.

Ada banyak sekali peluang karier yang dapat kalian pilih apabila menjadi seorang ahli fisioterapi, di antaranya ialah:


  • Ahli fisioterapi di rumah sakit
  • Dosen atau guru pengajar
  • Terapis atlet olahraga
  • Konsultan di perusahaan kesehatan
  • Fisioterapis di instansi pemerintah

4. Pilihan Jenjang Studi yang Beragam

Di Indonesia, jurusan fisioterapi terbagi menjadi 3 kategori yakni D3, D4, dan S1. Tiap perguruan tinggi tentu punya kapasitasnya masing-masing sehingga ada yang hanya menempuh sampai D3 saja dan ada pula yang hingga S1.

Hal semacam ini tentunya memberikan keleluasaan dibandingkan hanya terdiri dari satu jenjang studi saja. Namun, jika kalian punya banyak waktu untuk belajar, maka langsung pilih saja jenjang S1 agar mendapatkan pengetahuan dan pengalaman yang lebih banyak.

5. Sarana Membantu Orang Lain

Membantu orang lain adalah rasa kepuasan tersendiri. Jika para pasien dapat sembuh dan nyaman bergerak kembali setelah berobat di tempat praktek kalian, tentu jadi kepuasan tersendiri bukan?

Beberapa orang yang membutuhkan jasa fisioterapis adalah:

  • Orang yang mengalami cidera sendiri
  • Pasien cidera akibat olahraga
  • Orang yang mengalami gangguan otot

6. Pendapatan atau Gaji yang Besar

Berapa sih gaji seorang fisioterapis? Jika bekerja sebagai ahli fisioterapi di suatu rumah sakit besar, mereka bisa mendapatkan gaji puluhan juta rupiah per bulan.

Apabila punya klinik fisioterapi sendiri, tentu gaji yang didapatkan jauh lebih besar. Terlebih jika klinik kalian sudah populer di kalangan masyarakat luas.

7. Tipe Jurusan yang Bergengsi

Karena masih sama-sama berada di lingkup ilmu kesehatan, maka jurusan ini dianggap dan di cap sebagai salah satu jurusan bergengsi oleh para mahasiswa.

Beberapa alasan lain yang membuat jurusan fisioterapi lebih bergengsi ialah:

  • Biaya kuliah besar dan mahal
  • Biasa dimasuki golongan anak berprestasi
  • Hanya perguruan tinggi tertentu yang menyediakannya
  • Materi yang dipelajari merupakan materi unggulan

8. Mendapatkan Jabatan yang Disegani

Dalam lingkup masyarakat, orang-orang masih suka memandang “nilai” dari seseorang berdasarkan pekerjaan mereka.

Hal ini bisa kita lihat dari orang yang berprofesi sebagai fisioterapis, tentu banyak orang yang mengaguminya dibandingkan pekerjaan pada umumnya.

9. Ilmu yang Didapatkan Lengkap

Seperti yang di ulas pada paragraf di atas, bahwa ada setidaknya 40-an mata kuliah yang dipelajari di jurusan fisioterapi.


Mata kuliah utama yang dipelajari ialah meliputi:

  • Pediatri
  • Geriatri
  • Terapi fungsional
  • Keterampilan klinik
  • Etika dan hukum kesehatan
  • Epidemiologi

10.  Bisa Diterapkan untuk Diri Sendiri dan Keluarga

Salah satu alasan memilih jurusan fisioterapi ialah karena mereka dapat menerapkan untuk dirinya sendiri dan juga keluarga.

Jadi, ketika ada keluarga yang sakit pada bagian anggota gerak baik karena cedera atau lainnya, maka mereka bisa dengan mudah merawat dan menyembuhkannya tanpa perlu bantuan orang lain.

11.  Dapat Membantu Tugas Dokter

Bagi para pemula yang baru terjun sebagai fisioterapis, biasanya mereka bekerja sebagai asisten dokter. Misalnya saat seseorang habis melakukan operasi patah tulang, maka ahli fisioterapi bertugas untuk membantunya berjalan.

Contoh lainnya ialah jika telah dilakukan pengobatan saraf oleh dokter namun belum sembuh, maka tugas fisioterapis adalah membantu memperbaiki kembali fungsi saraf.

Apakah jurusan Fisioterapi bisa Jadi PNS/ASN?

Bisa. Syarat yang harus dipersiapkan adalah IPK minimal 3, syukur-syukur 3 koma dari kampus minimal berakreditasi B.

Lulusan yang dicari adalah D3 dan D4 Fisioterapi. Formasi D3 justru lebih banyak karena bisa ditempatkan di puskesmas / RS dan biasanya diambil lebih dari satu.
Lulusan D4 Fisioterapi lowongan yang ada cuma di RS besar, itu pun cuma satu-dua dan nggak semua daerah membuka lowongan

Biasanya pelamar CPNS Fisioterapi paling padat itu di daerah Jawa Tengah, Jakarta, Jogja, dan Jawa Timur khususnya Surabaya, saingannya banyak dan butuh keberuntungan sangat besar untuk lolos.

Universitas Jurusan Fisioterapi Terbaik di Indonesia?

Kampus dengan akreditasi A: Polines Surakarta, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Polines Makassar
Kampus dengan akreditasi Baik Sekali: Universitas Widya Husada Semarang, Univ Muhammadiyah Malang, Polines Jakarta III Bekasi, Univ Esa Unggul, Bakti Wiyata Kediri, Stikes Medan, RS Dustira Cimahi.
Kampus dengan Akreditasi Baik: Sangat banyak, bisa anda cek sendiri disini

Editor Choices :

Nah itulah 11 alasan memilih jurusan fisioterapi yang perlu kalian ketahui. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa lagi di artikel yang akan datang!

Komentar / Pertanyaan