2 Teks Deskripsi tentang Tempat Bersejarah di Indonesia

Ketika akan menggambarkan suatu objek atau benda, maka yang digunakan adalah teks deskripsi. Contohnya untuk menggambarkan bangunan bersejarah, maka ditulis dalam teks deskripsi tentang tempat bersejarah secara detail dan jelas.

Melalui teks deskripsi ini, pembaca bisa tahu bagaimana gambaran tertulis dari suatu objek atau benda. Gambarannya bisa berupa bentuk, warna, bau, ukuran, sifat, dan lain sebagainya yang bisa diamati dengan panca indera. Masih belum paham? Berikut contoh penulisan teks deskripsi.

Contoh Teks Deskripsi Tempat Bersejarah di Indonesia

Rumah Dinas Korem Makutaraman 073 Salatiga

Teks Deskripsi tentang Tempat Bersejarah

Bangunan bersejarah yang berada di Jalan Diponegoro 97, Salatiga ini merupakan bangunan cagar budaya. Dikenal sebagai rumah dinas komandan korem yang juga menjadi tempat bersejarah bagi presiden kedua RI, HM Soeharto.

Arsitek bangunan ini terlihat dari luar begitu megah yang menggunakan gaya khas arsitektur kekaisaran Eropa. Terdiri dari dua bangunan yang dulunya merupakan bangunan peninggalan pengusaha perkebunan teh asal Cina.

Bagian dalamnya pun tidak kalah mengagumkan dengan ruang utama yang didesain sangat luas tanpa sekat. Memiliki sofa kayu jati yang menjadi tempat untuk menerima tamu, sekaligus berfungsi sebagai ruang keluarga.

Pada bagian lantainya menggunakan marmer Eropa yang semakin menakjubkan dengan hiasan porselen di banyak sudut ruangan. Salah satu ruangan di lantai dua merupakan eks ruangan peristirahatan bagi Soeharto.

Sebuah kamar berukuran 7 x 6 meter yang memiliki dinding jati kayu dengan warna cokelat tua. ruangan ini memiliki jendela yang menghadap panorama banyak gunung. Dari jendela kamar ini bisa terlihat pemandangan Gunung Merbabu dan Gunung Ungaran.

Pintu masuk dan pintu keluarnya berada segaris lurus. Pintu belakang menghubungkan bangunan dengan beranda belakang yang memiliki pemandangan Gunung Merbabu. Halaman depan, belakang, dan samping bangunan memang memiliki area yang cukup luas.


Teks Deskripsi Tentang Tempat Bersejarah 2

Gedung Kavallerie-Artillerie Mangkunegaran

kuliah

Bangunan bersejarah peninggalan masa kolonial memang cukup banyak tersebar di Indonesia. salah satunya ada di Kota Solo yaitu Kavallerie-Artillerie yang dulunya merupakan markas dari pasukan Legiun Mangkunegaran.

Bangunan ini berada di selatan Pura Mangkunegaran yang berbatasan dengan Pamedan. Istilah Pamedan ini merujuk pada sebuah tanah lapang yang luas yang dahulunya digunakan oleh anggota Legiun untuk berlatih.

Kavallerie-Artillerie merupakan bangunan yang menjadi simbol kejayaan dari pemerintahan Pura Mangkunegaran di Pulau Jawa. Memiliki arsitektur yang khas dengan nuansa kolonial di berbagai sudut ruangan, dari dalam hingga bagian luar bangunan.

Ruangan di dalam bangunan ini memiliki dimensi ukuran yang sangat tinggi khas bangunan Belanda. Terdiri dari beberapa bangunan dengan bangunan utamanya yang memiliki dua lantai. Bangunan dua lantai ini yang menjadi fasade bangunan hingga tampak menawan dari luar.


Bangunan dengan konstruksi dua lantai ini tidak menggunakan struktur baja maupun besi. Bahan yang digunakan untuk menyusun bagian dinding menggunakan pasir yang dicampur tetes tebu dan bubuk bata merah.

Bagian dindingnya dibangun dari batu bata merah dengan ukuran yang cukup besar dan lebih tebal dari batu bata yang umumnya digunakan pada bangunan modern. Tebal dinding bangunan bersejarah ini memiliki ketebalan mencapai 40cm.

Pada bagian lantainya didesain dengan balok-balok yang juga berukuran besar dan tebal. balok-balok yang menghiasi lantai bangunan memiliki ukuran 20 x 40 cm. Menciptakan tampilan yang terlihat begitu kuat dan kokoh, ditambah lagi dengan inlay yang khas untuk bangunan-bangunan era kolonial.

Kemegahan bangunannya sangat terasa pada dinding-dinding yang dihiasi dengan jendela dan pintu yang berukuran besar dan tinggi. Nuansa kolonial terasa begitu kental dengan tampilan bangunan yang memiliki jendela dan pintu dengan tinggi hingga 400 cm.

Pada bagian kusen jendela dan pintunya menggunakan balok-balok kayu jati. Selain itu, dilapisi juga dengan teralis baja yang memberikan tampilan tegas khas jiwa pada prajurit Legiun Mangkunegaran.

Fasade bangunannya dihiasi dengan empat tiang penyangga yang berdiri tinggi menjulang. Tiang mezanin yang begitu kokoh menampakkan nuansa kolonial yang semakin jelas. Pada bagian atasnya terdapat prasasti yang bunyinya “1874 Kavallerie-Artillerie”.

Di dalam bangunan eks markas prajurit Legiun Mangkunegaran ini dapat dijumpai banyak bekas istal-istal kuda. Bentuknya terbuat dari konstruksi kayu jati dengan ukuran yang relatif besar dan tebal. Atap istal kuda memiliki konstruksi atap genteng berglasur.

Keindahan istal-istal kuda masih dapat dilihat dengan jelas. Seperti pada pagar dan dinding pembatas yang menjadi sisa-sia keindahan istal.

Pada bagian depan istal kuda memiliki parit-parit yang dalamnya sekitar 200cm. Fungsi parit ini dulunya untuk mengalirkan air yang dibutuhkan seluruh kuda yang ada di dalam bangunan.

Bangunan ini juga dilengkapi dengan sebuah markas yang digunakan oleh pasukan untuk berjaga. Bisa dilihat pada bagian gardu penjaga, gudang perbekalan, dan gudang senjata yang kini sudah tidak digunakan lagi.

Pintu yang ada pada istal kuda bangunan ini juga menggunakan kayu jati yang kokoh pada tembok tebal. Engsel pada daun pintunya bahkan menggunakan baja yang ditancap di dalam tembok.

Editor Choices :

— — —
Itulah beberapa contoh teks deskripsi tentang tempat bersejarah yang dapat memberikan gambaran dari bentuk, warna, tampilan, dan lainnya untuk pembaca.

Komentar / Pertanyaan