Tidak Ikut Organisasi saat Kuliah? Beginilah 5 Dampaknya!

Ketika kuliah, kita tidak hanya diajak untuk belajar menuntut ilmu saja, karena itu bagi mereka yang tidak ikut organisasi saat kuliah terkadang dianggap menghabiskan waktu kuliah dengan cukup sia-sia.

Sebab, organisasi tidak hanya melatih kemampuan kerja sama, namun kegiatan ini juga berguna bagi mahasiswa untuk melakukan networking. Jangan jadikan sifat intorvert, pendiam, pemalu, hobi mager sebagai alasan.

Ayo lawan semua sifat negatif itu. Ingatlah bahwasanya kedua orangtua kerja keras banting tulang demi melihat nasib anaknya sukses. Lantas, apa saja dampak lain yang bisa dirasakan ketika tidak mengikuti organisasi perkuliahan?

tidak ikut organisasi saat kuliah

Faktor Penyebab Tidak Ikut Organisasi saat Kuliah

Bagi yang sudah kuliah, pasti merasa familier dengan istilah mahasiswa kupu-kupu dan mahasiswa kura-kura. Mahasiswa kupu-kupu digunakan untuk memanggil mereka yang setelah belajar di kelas tidak menghabiskan waktu dengan aktivitas di kuliah dan langsung pulang ke kos atau rumah masing-masing.

Sedangkan mahasiswa kura-kura adalah mereka yang setelah kuliah selalu rapat karena kegiatan organisasi. Keduanya memiliki perbedaan yang sangat kontras, dan mahasiswa kupu-kupu jarang mengikuti aktivitas perkuliahan karena ada beberapa faktor, seperti ingin mengejar IPK tinggi, punya kerjaan sampingan (parttime) atau rumah mereka cukup jauh sehingga kesulitan untuk menghabiskan waktu terlalu lama di kampus.

Meskipun baik mahasiswa kupu-kupu atau mahasiswa kura-kura memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, namun pada kesempatan kali ini mari kita kupas apa saja yang menjadi dampak negatif dari mahasiswa yang tidak mengikuti organisasi.

Jenis Organisasi Kampus

Sebelum membahas dampak negatif mahasiswa kupu-kupu, ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu apa saja jenis organisasi yang sering kali ditemukan di kampus. Ada beragam jenis organisasi dengan ciri khas dan aktivitas masing-masing, beberapa di antaranya adalah sebagai berikut ini.

1. UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa)

Jenis organisasi kampus yang pertama adalah UKM atau tempat berkumpulnya mahasiswa yang memiliki kesamaan pada kreativitas, kegiatan, hobi, dan minat. Dengan mengikuti UKM, maka kita akan memperoleh banyak sekali manfaat.

Kelebihan join UKM adalah memperluas lingkar pertemanan, mengisi waktu luang dengan kegiatan positif, melatih diri dalam berorganisasi, memperluas skill dan wawasan, bahkan menambah pengalaman untuk mengisi CV.

UKM pun terdiri atas berbagai jenis kegiatan yang sangat beragam. Pada bidang olahraga, ada UKM basket, renang, sepak bola, hoki, tenis, bulu tangkis, karate, dan lain sebagainya.


Ada pula UKM yang berfokus di bidang penalaran dan biasanya menjadi wadah bagi para mahasiswa yang hendak belajar tentang cara berpikir kritis. Biasanya, UKM pada bidang ini terdiri atas UKM bahasa asing, jurnalistik, penelitian, dan masih banyak lagi.

tidak ikut organisasi saat kuliah

2. LPM (Lembaga Pers Mahasiswa)

Bagi yang aktif di lingkungan kampus, mungkin sudah tidak merasa asing lagi dengan organisasi Lembaga Pers Mahasiswa. Organisasi yang satu ini berfokus dalam kegiatan jurnalistik yang ada di lingkungan kampus, dan pada umumnya para anggota di dalam organisasi ini terdiri atas para mahasiswa kritis yang peduli dan memiliki ketertarikan tinggi terhadap dunia jurnalistik. Hal yang dibahas pun tidak hanya apa yang terjadi di dalam kampus saja, namun juga kegiatan yang terjadi di dunia luar.

LPM menjadi organisasi yang sempurna bagi mahasiswa yang memiliki cita-cita untuk menjadi reporter, editor, cameramen, presenter, pembawa berita, wartawan, atau fotografer. Sebab, pada organisasi ini seluruh mahasiswa akan diajak untuk melatih diri dan kelebihan lain yang bisa dirasakan adalah mahasiswa akan memperoleh kartu identitas.

Kartu tersebut dapat dipakai sebagai akses khusus ketika hendak meliput suatu acara, seperti acara wisuda kampus. Selain itu, mahasiswa akan merasakan manfaat lain seperti bertemu orang penting untuk mencari informasi, meningkatkan kemampuan menulis, dan melatih diri untuk menjadi wartawan.

3. Himpunan Mahasiswa Jurusan

Himpunan Mahasiswa atau yang sering disebut sebagai Hima merupakan organisasi mahasiswa pada tingkat jurusan atau program studi yang berperan penting sebagai panitia penyelenggaraan kegiatan yang sesuai dengan suatu program studi.


Tidak hanya itu saja, namun Hima juga menjadi lembaga advokasi bagi mahasiswa yang memiliki masalah kemahasiswaan dan akademis. Biasanya, program kerja Hima adalah melakukan orientasi jurusan, menjadi mediator saat ada masalah internal jurusan, dan mengadakan acara tahunan seperti makrab atau malam keakraban.

4. BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa)

Jenis organisasi kampus yang selanjutnya adalah BEM, yakni organisasi intra kampus yang menjadi lembaga eksekutif pada tingkat perguruan tinggi, baik itu dalam tingkat universitas atau fakultas.

BEM Universitas menjadi perwakilan mahasiswa pada tingkat universitas, sedangkan BEM Fakultas adalah perwakilan mahasiswa pada tingkat fakultas. BEM bertujuan sebagai pihak yang mengakomodasi segala kepentingan mahasiswa yang berkaitan dengan universitas, seperti menyalurkan aspirasi pada pihak kampus.

5. AIESEC

Association Internationale des Etudiants Sciences Economiques et Commerciales adalah sebuah organisasi dunia yang sudah tersebar di berbagai kota Indonesia. Tujuan dari AIESEC adalah untuk memberdayakan dan mengembangkan potensi anak muda.

Terlebih, karena organisasi ini sudah mendunia, maka anggotanya pun akan memperoleh kesempatan untuk bertemu dengan anggota lain yang berasal dari berbagai negara.

kuliah jurusan terbaik

Dampak dan Kerugian Tidak Ikut Organisasi

Seluruh jenis organisasi yang ada di kampus memang sangat menarik dan mampu membantu mahasiswa untuk mengembangkan potensi yang mereka miliki. Akan tetapi, banyak mahasiswa yang memilih untuk tidak mengikuti organisasi apa pun sehingga ketika lulus pun, mereka tidak memiliki pengalaman organisasi yang banyak. Lalu, apa saja kerugian yang diperoleh jika tidak pernah ikut organisasi?

1. Kesulitan untuk Beradaptasi

Kerugian pertama yang kemungkinan bisa dirasakan jika tidak ikut organisasi adalah ketika sudah lulus, maka mahasiswa itu nanti akan membutuhkan waktu yang lama untuk beradaptasi dengan suasana baru. Hal itu akan berdampak pada kemampuan bersosialisasi sehingga mereka akan kesulitan memperoleh teman yang baru.

2. Tidak Terbiasa Bekerja Sama dengan Tim

Ketika berorganisasi, kita pasti akan diminta untuk berdiskusi dengan anggota tim yang lain dan harus kompak. Apabila tidak dibiasakan seperti itu, maka siapa pun akan kesulitan untuk bekerja sama dengan anggota yang lain dan tidak memahami tanggung jawab yang dimiliki oleh setiap individu.

3. Memiliki Pengalaman yang Kurang Banyak

Pengalaman yang diperoleh dari organisasi tidak akan pernah sia-sia karena pengalaman itu sangat penting untuk membantu mahasiswa agar bisa survive di dunia kerja nanti. Apabila kurang pengalaman, maka mereka akan merasa sedikit kesulitan dalam bersikap atau mengambil keputusan tertentu.

4. Relasi yang Minim

Bisa jadi, inilah kerugian terbesar yang dirasakan oleh mereka yang tidak pernah berorganisasi. Ketika mengikuti organisasi, pasti pertemanan akan sangat luas bahkan kita dapat mengenal alumni dan mereka yang berasal dari kampus lainnya. Apabila lingkungan pertemanan sedikit, maka relasi yang dapat dibangun pun akan minim.


5. Curriculum Vitae (Daftar Riwayat Hidup)

Ketika sudah samapi di fase mencari pekerjaan, absensi di kepanitiaan begitu terasa. Pasalnya beberapa HRD (tim seleksi penerima karyawan) , baik yang swasta maupun BUMN mempertimbangkan keaktifan pelamar kerja. Jika diurutkan dari skala prioritas, HRD akan melihat poin berikut ini:
(1) Lulusan universitas mana, akreditasi apa
(2) IPK atau Hardskill
kedua poin diatas dijadikan filter pertama untuk menyaring ratusan pelamar.
(3) Pengalaman organisasi (jika fresh graduated)
(4) Pengalaman kerja atau project yang pernah di handle
(5) Cara penulisan CV, kadang typo(salah ketik) bisa mengubah nasib.
(6) Berkas dokumen pendukung, misal sertifikat Toefl ini itu dsb

Editor Choices :

Begitulah beberapa dampak yang bisa dirasakan ketika tidak ikut organisasi saat kuliah. Mengikuti organisasi atau tidak merupakan pilihan mahasiswa masing-masing. Akan tetapi, setelah mengetahui kerugian yang bisa diperoleh di atas, bukankah lebih baik jika kita memilih untuk mengikuti organisasi saja?

Komentar / Pertanyaan