Kuliah S2 Beda Jurusan dengan S1? Ikuti 5 Tips Berikut

Bagi sebagian lulusan program sarjana (S1), meneruskan studi ke jenjang yang lebih tinggi sering kali menjadi sebuah pilihan. Selain adanya berbagai pertimbangan, tentunya ada hal-hal prestis jika bisa melanjutkan studi ke jenjang pascasarjana.

Sayangnya, sering kali pilihan masuk ke jenjang S2 tidak dibarengi dengan linearitas jurusan yang sama. Misalnya jika dulu S1 berkaitan dengan ilmu ekonomi kemudian memiliki minat S2 di bidang hukum. Lantas, apakah boleh seseorang kuliah s2 beda jurusan dengan s1?

Secara akademis, hal tersebut sah-sah saja. Meskipun ada beberapa jurusan tertentu yang mengharuskan calon mahasiswanya berasal dari jurusan S1 yang linier, namun saat ini sudah banyak jurusan-jurusan S2 yang menerima mahasiswa lintas jurusan.

kuliah s2 beda jurusan dengan s1

IPK Minimal untuk Lanjut Studi S2

Untuk dapat melanjutkan studi ke program magister alias pascasarjana, seseorang tentunya harus memiliki beberapa syarat terlebih dahulu. Salah satunya, yakni dari segi IPK. Tujuannya, yakni untuk melihat seberapa baik sisi akademis seseorang tersebut.

Sejatinya, persyaratan IPK ini berbeda-beda dan disesuaikan dengan peraturan akademik masing-masing kampus dan jurusan. Ada yang mensyaratkan IPK minimal 2,50 bahkan tidak sedikit yang memberikan syarat IPK minimal 3,25.

Sponsored Link

Tidak jarang, syarat IPK ini juga disesuaikan dengan akreditasi kampus dan jurusan. Misalnya calon mahasiswa yang berasal dari jurusan dengan akreditasi B dan kampus dengan akreditasi A memiliki bobot IPK yang sedikit lebih rendah dibandingkan dengan calon mahasiswa yang berasal dari jurusan dengan akreditasi C dan kampus dengan akreditasi B.

Bagi Anda yang berminat mendaftarkan diri ke program S2, sudah pasti harus mencermati setiap persyaratan tersebut. Bahkan sedari S1, sebisa mungkin selalu mengusahakan agar IPK Anda selalu stabil di atas 3,00 sehingga saat mendaftar ke jenjang S2 tidak ada masalah yang cukup berarti.

Selain IPK, Anda juga perlu menyiapkan beberapa berkas tambahan yang diperlukan. Kendati semua kampus memiliki syaratnya masing-masing, namun secara umum berkas seperti sertifikat kemampuan bahasa Inggris dan surat rekomendasi dosen juga sangat diperlukan.

mahasiswa kuliah daftar isi

Pertimbangan Melanjutkan ke Jenjang S2

Selain mempersiapkan hal-hal yang sifatnya akademis, tentunya Anda juga perlu mempertimbangkan hal-hal lain jika ingin mengambil kuliah S2.

Apalagi, jika jurusan S2 tersebut berbeda atau tidak linier dengan jurusan di S1 sebelumnya. Adapun pertimbangan yang diperlukan contohnya:

  • Pertimbangan urgensi

Apabila Anda ingin mengambil S2 dengan jurusan yang berbeda, maka hal yang perlu dilakukan adalah bertanya ke diri sendiri apakah hal tersebut memang menjadi suatu kebutuhan atau keinginan semata.

Misalnya jika Anda dulunya S1 di jurusan ilmu sosial namun saat bekerja banyak berkaitan dengan manajemen keuangan, mungkin hal tersebut bisa menjadi pertimbangan tersendiri.

Apalagi, kuliah S2 biasanya menuntut Anda untuk lebih fokus dengan berbagai penelitian dan pengaplikasian teori. Dengan begitu, hal ini perlu menjadi pertimbangan Anda sebelum benar-benar memutuskan untuk mengambil jenjang S2, bahkan yang jurusan sebelumnya tidak linier.

  • Tujuan jangka panjang

Anda ingin menjadi dosen? Tentunya masuk ke jenjang S2 adalah suatu keharusan sebab saat ini kualifikasi minimal untuk menjadi seorang dosen adalah memiliki ijazah S2. Namun, apakah bisa seorang dosen memiliki ijazah yang tidak linier?

Secara akademis, hal tersebut sebaiknya dihindari. Namun, bukan berarti Anda tidak bisa. Kalaupun Anda lulus S1 dan S2 di jurusan dan rumpun ilmu yang berbeda, namun jika Anda memang ingin menjadi dosen sesuai dengan jurusan S2, maka Anda bisa mengambil S1 kembali dengan jurusan yang lebih linier dengan S2 tersebut.

Sponsored Link

Mengambil keputusan di bidang pendidikan termasuk jurusan S2 sudah pasti merupakan hal yang sulit apabila dari diri sendiri saja kurang memiliki tujuan yang jelas. Oleh karenanya, sebaiknya Anda temukan dan mantapkan tujuan Anda terlebih dahulu sebelum resmi mendaftarkan diri ke jenjang S2.

  • Kemampuan dana

Pertimbangan lain yang juga perlu diperhatikan adalah apakah Anda sudah memiliki dana yang cukup untuk melanjutkan S2. Seperti yang sudah diketahui, biaya kuliah untuk program S2 jauh lebih mahal dibandingkan dengan S1 untuk satu semesternya.

Meskipun saat ini tersedia banyak beasiswa untuk lanjut ke S2, namun sebaiknya Anda juga memiliki tabungan tersendiri untuk memenuhi kebutuhan buku ataupun alat pendukung lainnya. Tidak jarang hal inilah yang menyebabkan banyak mahasiswa S2 yang juga berkuliah sambal bekerja.

kuliah

Cara Memilih Program Pascasarjana

Salah satu pertimbangan jika ingin kuliah s2 beda jurusan dengan s1 adalah dari segi jurusan yang akan dipilih. Disarankan, Anda tidak hanya memilih jurusan berdasarkan minat dan bakat semata. Namun, ada beberapa hal lain yang sebaiknya juga menjadi pertimbangan.

Salah satunya, yakni dari segi pekerjaan yang dijalankan saat ini. Anda yang ingin melanjutkan S2 dapat menyesuaikan diri dengan bidang pekerjaan yang tengah digeluti. Hal ini tentunya akan cukup membantu Anda beradaptasi karena sudah mengaplikasikan teori-teori perkuliahan.

Selain itu, pertimbangan kualitas kampus dan jurusan juga wajib menjadi pertimbangan. Saat ini, kualitas kampus dan jurusan dapat dilihat dari segi akreditasi. Akan lebih baik jika Anda memilih jurusan dengan akreditasi minimal B atau Baik Sekali dengan akreditasi kampus yang sepadan.

Sebelum memilih jurusan, ada baiknya Anda juga melakukan sedikit riset mengenai detail kurikulum yang akan dijalankan, apakah sesuai dengan bidang Anda atau tidak.

Sebagai contoh jika Anda ingin mengambil jurusan Manajemen, untuk jurusan S2 ada beberapa konsentrasi yang bisa dipilih, yakni Manajemen SDM, Manajemen Keuangan, bahkan ada pula Manajemen Pendidikan.

Jurusan S2 yang Menerima Beda Jurusan

Ada berbagai jurusan S2 yang menerima lulusan S1 yang tidak linier. Namun biasanya, jurusan-jurusan ini memang sudah disesuaikan dengan dunia kerja sehingga tidak banyak memberatkan mahasiswanya. Lantas, jurusan-jurusan apa sajakah yang dimaksud?

  • Bisnis dan Manajemen

Sudah sejak lama, ilmu-ilmu ekonomi seperti bisnis, akuntansi, dan manajemen menjadi jurusan-jurusan favorit baik di jenjang S1 maupun S2. Tidak mengherankan memang, sebab saat ini ada berbagai bidang pekerjaan yang menerima lulusan dari bidang ilmu tersebut.

i k l a n
Alasan Memilih Jurusan Manajemen

Di jenjang S2 pun, Anda yang berasal dari S1 non-linier juga bisa masuk ke jurusan ini. Selain karena tuntutan di pekerjaan, segelintir pengusaha juga pasti akan masuk ke jurusan ini untuk mendalami berbagai teori seputar dunia bisnis.

  • Ilmu Psikologi

Banyak yang mengira, jurusan Psikologi S2 hanya diperuntukkan bagi lulusan S1 bidang psikologi saja, Padahal sebenarnya, ada jurusan Sains Psikologi yang menerima lulusan non-linier juga.

Di jurusan ini, Anda dapat mendalami ilmu-ilmu psikologi yang berkaitan dengan SDM, psikologi industri, hingga psikologi organisasi dan pendidikan yang disesuaikan dengan bidang kerja Anda.

alasan memilih jurusan psikologi
  • Komunikasi

Anda lulusan S1 berbeda jurusan yang sedang bergelut di bidang kehumasan, jurnalisme, atau media? Jika ingin melanjutkan S2 di bidang ilmu komunikasi ini sangatlah terbuka lebar. Apalagi, pekerjaan di bidang ilmu komunikasi juga banyak dijalankan oleh lulusan berbeda jurusan.

Sebagai contoh, pekerjaan sebagai presenter berita atau jurnalis. Banyak lulusan non-ilmu komunikasi yang dapat menjalankan profesi ini. Apalagi, banyak materi di bidang ilmu komunikasi yang bisa diaplikasikan dalam pekerjaan, seperti public relation, manajemen komunikasi, hingga marketing communication.

Alasan Memilih Jurusan Ilmu Komunikasi

Beberapa jurusan di atas merupakan contoh jurusan S2 yang dapat menerima lulusan dari jurusan S1 non-linier. Kendati demikian, Anda sebagai calon mahasiswa perlu mencermati kembali setiap persyaratan di tiap kampus karena masing-masing pasti memiliki kebijakan tersendiri.

Lantas, bagaimana sistem perkuliahan untuk mahasiswa S2 yang berasal dari jurusan S1 non-linier? Tidak perlu khawatir sebab masing-masing jurusan tentu sudah menyediakan program matrikulasi yang dijalankan sebelum perkuliahan berlangsung.

Program ini diberikan untuk memberi gambaran kepada calon mahasiswa detail materi seperti apa yang akan diberikan nantinya. Biasanya, matrikulasi diberikan selama maksimal 1 semester atau 20 SKS. Untuk biayanya, tentu disesuaikan kembali dengan kebijakan masing-masing kampus.

Perkuliahan pun juga akan dilakukan seperti halnya mahasiswa Strata 2 kebanyakan. Akan ada beberapa project, penelitian, hingga nantinya penulisan tesis. Bahkan tidak sedikit kampus yang menerapkan magang sebagai syarat kelulusan dari program S2.

Apakah S2 masih relevan di masa sekarang ?

Apabila Anda mengambil S2 untuk menambah ilmu dan menjadi orang yang lebih berwawasan dan menambah perspektif, S2 sangat cocok untuk Anda.
Namun bila Anda S2 dan keluar dengan membawa ijasah saja tanpa pengalaman kerja, sertifikat dll, maka siap-siaplah meneguhkan hati ketika mengalami banyak penolakan di lapangan.

“Dulu aku pintar dan merasa ingin mengubah dunia, tapi kini aku bijak dan ingin merubah diri sendiri” – Rumy

Apa pendapat tentang wanita berpendidikan tinggi seperti S2, S3?

Sangat mendukung penuh! Pendidikan merupakan investasi terbesar yang dapat dimiliki oleh seseorang. Perempuan yang menempuh pendidikan tinggi memiliki potensi kebermanfaatan yang tinggi di lingkungan sekitarnya. Tak hanya bagi keluarganya namun bagi orang-orang sekitarnya.

Apa alasan lain mengambil S2 selain untuk menjadi dosen?

Jika Anda berprofesi sebagai ASN, mengambil pendidikan S2 bisa memberikan Anda kesempatan untuk naik pangkat lebih cepat dan mendapatkan prioritas untuk dipromosikan menduduki jabatan struktural ketimbang ASN yang tidak atau belum S2.

Sebagai pebisnis, apakah gelar S2 management layak dikejar?

Menurut saya layak dan worth it, karena tidak ada batasan pendidikan yang ingin di capai, selagi ada kemauan, kemampuan dan manajemen waktu yang bagus . Pebisnis itu karena kemauan, mental baja, sehingga bisa sukses. Pendidikan formal mampu mengubah cara berpikir sudut padang, dan paradigma terhadap suatu hal

Editor's Choices:

Itulah beberapa referensi yang dapat Anda cermati jika ingin kuliah s2 beda jurusan dengan s1. Semoga informasi tersebut bermanfaat.

Share Artikel ini ke Sahabat Anda
Pinterest Twitter Facebook WhatsApp

📢 Komentar / Pertanyaan


📈 Trending Topics
contoh teks eksposisi perbandingan dan strukturnya
contoh teks laporan hasil observasi
Contoh Teks Eksposisi Proses
contoh paragraf argumentasi singkat
Contoh Teks Eksplanasi Tanah Longsor
Contoh Analisis SWOT Produk Makanan
🎓 Info Kuliah
Alasan Memilih Jurusan Ilmu Komunikasi
Prospek Kerja Teknologi Pangan
Soft Skill yang Harus Dimiliki Mahasiswa agar Kompetitif
Universitas Islam Terbaik di Indonesia
Jurusan Kuliah yang Menjanjikan Gaji Tinggi
prospek kerja teknik metalurgi