4 Contoh Analogi Deklaratif dengan Struktur yang Benar

Analogi adalah kata yang sudah sangat umum di masyarakat bahkan mungkin biasa kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Biasanya kita menggunakan analogi atau perumpamaan untuk menjelaskan sesuatu yang sulit dipahami oleh orang lain. Di artikel ini, kita akan mengenal lebih jauh lagi mengenai analogi mulai dari pengertian, ciri-ciri, hingga contoh analogi deklaratif.

Analogi Deklaratif Menurut Bahasa dan Istilah

Analogi Deklaratif terdiri dari dua unsur kata yaitu ‘analogi’ dan ‘deklaratif’. Kedua kata ini memiliki pengertiannya masing-masing dan jika digabungkan akan membentuk satu pengertian baru.

Kata analogi berasal dari Yunani. Secara bahasa, analogi berasal dari kata anayang berarti ‘menurut’ dan logos yang berarti ‘perbandingan’.


Contoh Analogi Deklaratif

Dikutip dari KBBI, analogi adalah persamaan atau persesuaian antara dua benda yang berbeda. Analogi juga bisa diartikan sebagai dua hal yang sama dari segi bentuk, susunan, atau fungsi, tetapi karena adanya perbedaan dalam unsur tertentu sehingga membuat dua hal ini menjadi berbeda.

Berbeda dengan analogi, terdapat beberapa pendapat mengenai awal mula kata deklaratif. Salah satu pendapat mengatakan bahwa kata ini berasal dari bahasa Latin declarareyang berarti ‘mengumumkan’.

advertisement

Dikutip dari KBBI, deklaratif merupakan suatu pernyataan yang bersifat ringkas dan jelas. Kalimat deklaratif biasa digunakan untuk menceritakan suatu kejadian yang kita lihat, dengar, atau alami dengan singkat kepada orang lain.

Dapat disimpulkan bahwa paragraf analogi deklaratif merupakan paragraf yang biasa digunakan untuk menjelaskan suatu kejadian dengan menggunakan analogi. Analogi digunakan sebagai upaya untuk memudahkan pendengar memahami isi dan konteks yang ingin disampaikan.

paragraf analogi

Tujuan dan Keuntungan Menggunakan Analogi Deklaratif

Pada dasarnya tujuan tiap orang menggunakan analogi adalah satu, yaitu untuk menyederhanakan penjelasan. Analogi digunakan agar apa yang ingin disampaikan lebih mudah diterima oleh orang lain.

Analogi deklaratif sangat cocok digunakan terutama di dunia pendidikan. Dengan menggunakan analogi, siswa akan lebih mudah mencerna materi. Siswa bisa menghubungkan materi pelajaran yang awalnya asing dengan apa yang biasa mereka temukan di kehidupan sehari-hari jika guru menggunakan analogi.

Karakteristik Paragraf Analogi Deklaratif

Paragraf analogi deklaratif memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

Membandingkan Dua Hal Berbeda yang Memiliki Kemiripan

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa paragraf analogi merupakan paragraf yang membandingkan dua hal berbeda yang mirip. Sejatinya tidak ada aturan khusus dalam membuat analogi, namun akan lebih baik jika dua subjek yang dianalogikan selain mirip juga memiliki kesepadanan agar analogi menjadi lebih tepat.

Memiliki Pola Khusus ke Umum

Pola khusus ke umum dalam paragraf analogi ditunjukkan dengan penganalogian secara spesifik yang dijelaskan di awal lalu berujung pada kesimpulan dari analogi di akhir paragraf.

Menggunakan Kata Sambung Perbandingan

Kata sambung perbandingan biasa digunakan untuk menghubungkan dua hal yang berbeda menjadi satu analogi. Contoh dari kata sambung perbandingan adalah seperti, seolah, bagaikan, dll.

Analogi Tidak Sama dengan Metafora

Sekilas, analogi dan metafora memang terlihat mirip karena menghubungkan dua hal yang berbeda seolah-olah sama. Terkadang keduanya juga menggunakan kalimat-kalimat kiasan untuk menggambarkan suatu kondisi tertentu. Tapi tahukah kamu kalau kedua kata ini sebenarnya berbeda?

Mudahnya seperti ini, analogi digunakan untuk menyederhanakan penjelasan dengan membandingkan hal yang kompleks dengan yang lebih sederhana. Ingat, analogi hanya bersifat membandingkan.

Lain halnya dengan metafora. Metafora berfungsi untuk mewakili satu benda menggunakan benda lain dan dalam prosesnya. Metafora membuat seolah-olah A adalah B.

Hidup ini bagaikan roda yang berputar, terkadang kita di atas dan terkadang kita di bawah.

Susah sekali menasihati orang seperti Adi yang memiliki kepala batu.

Dua kalimat di atas adalah contoh kalimat yang menggunakan metafora dan analogi. Jika mengacu pada penjelasan di bagian sebelumnya, bisakah kamu menentukan mana yang merupakan kalimat analogi?

analogi

Contoh Analogi Deklaratif

Untuk lebih memahami bentuk kalimat dan paragraf analogi deklaratif, simak contoh-contoh paragraf di bawah ini.

Analogi Saham

Bu Inem yang awalnya memiliki sebuah warung kecil berencana untuk membesarkan usahanya. Untuk membesarkan usaha pastinya Bu Inem membutuhkan modal. Tapi sayangnya Bu Inem hanya memiliki modal 1 juta rupiah, padahal untuk membesarkan warung dia membutuhkan 3 juta rupiah.

Kekurangan 2 juta rupiah yang Bu Inem miliki disiasati dengan cara menjual ‘kepemilikan modal’ senilai 2 juta kepada rekan-rekannya yang mau menanam modal. Modal dipecah menjadi 10 sehingga tiap kepemilikan modal bernilai 200 ribu rupiah.

Rekan-rekan Bu Inem bersedia membeli kepemilikan modal senilai 200 ribu tersebut sehingga sekarang Bu Inem sudah memiliki 3 juta rupiah untuk membesarkan warungnya. 1 juta modal pribadi Bu Inem dan 2 juta dari hasil jualan ‘kepemilikan modal’.

Kepemilikan modal yang dibeli inilah yang disebut saham di dunia bisnis. Rekan-rekan Bu Inem bisa diibaratkan sebagai investor yang menanamkan modal di warung Bu Inem. Sebagai investor, rekan-rekan Bu Inem berhak mendapatkan sebagian dari keuntungan yang didapat Bu Inem setelah dia menggunakan uang 3 juta itu sebagai modal.

Contoh Analogi Deklaratif tema Hati Manusia dengan Batu

Sering kita melihat pelaku kejahatan di televisi. Saat melihat mereka mungkin kita berpikir, “sekeras apa hati mereka sampai tega melakukan hal seperti itu?”.

Jika tidak sering digunakan, hati manusia bisa saja berubah menjadi keras, seperti semen cair yang mengeras menjadi benda padat seperti batu jika terlalu lama didiamkan. Saat hati manusia sudah mengeras, akan sulit untuk melunakkannya kembali.

Jagalah hati kita agar tidak menjadi batu yang sulit ditembus apapun. Biasakan melakukan kegiatan kecil namun memiliki arti besar, bukan hanya untuk diri sendiri tapi juga untuk orang lain. Rutin beramal dan senang membantu sesama dapat membantu kita agar hati bisa terus lunak.

Analogi Sifat Anak dengan Kertas Putih

Tidak ada manusia di dunia ini yang terlahir buruk. Seorang bayi yang baru dilahirkan diibaratkan seperti kertas putih yang masih bersih dan belum bernoda.

Bagaimana kertas itu akan diisi, semua tergantung pada orang tua dan lingkungan si anak karena merekalah yang memegang penanya. Orang tua yang cerdas pastinya akan menggambarkan karya yang cantik di atas kertas putih itu, sedangkan orang tua yang kurang cerdas hanya akan membuat coretan atau membiarkan orang lain menggambar di atas kertas putihnya.

Contoh Analogi Deklaratif

Analogi Hidup dan Sekotak Coklat

Hidup ini penuh dengan kejutan. Seperti sekotak coklat, kita tidak akan pernah tahu rasa apa yang kita dapatkan sampai kita memakannya. Bahkan jika kita berusaha memilih coklat dengan bentuk paling indah sekali pun tidak ada jaminan bahwa coklat itu akan berakhir manis.

Saat kita mendapatkan coklat yang pahit tidak perlu mengeluh atau bersedih berlebihan karena rasa pahit yang kita rasakan akan hilang pada waktunya. Teruslah jalani hidup seperti kita yang terus memakan coklat dari kotak coklat. Siapa yang tahu? Mungkin coklat selanjutnya akan memiliki rasa manis.

advertisement

Demikianlah penjelasan mengenai analogi, ciri-ciri analogi, hingga contoh analogi deklaratif. Semoga penjelasan ini bermanfaat dan dapat membantu kalian untuk membuat kalimat atau paragraf analogi ya!

Share Artikel ini ke Sahabat Anda
Pinterest Twitter Facebook WhatsApp
Tinggalkan komentar