Jurusan Kriminologi di Indonesia, Langka dan Menarik

Jurusan kriminologi di Indonesia bisa dibilang menjadi jurusan kuliah yang tak terlalu populer. Akan tetapi faktanya profesi kriminolog kian dibutuhkan. Apa yang Anda pikirkan saat mendengar istilah kriminologi? Kriminologi ini berasal dari dua kata, crimen yang artinya kejahatan dan logos yang artinya ilmu.

Jurusan kuliah satu ini nyatanya tak hanya mengajari Anda tentang kejahatan. Kemungkinan banyak diantara Anda yang membayangkan sosok detektif dikarenakan bekerja di tempat kejadian perkara atau TKP. Namun apakah hal itu benar? Nah ikuti pembahasan selengkapnya supaya Anda semakin mengenal jurusan perkuliahan yang “langka” ini.

Apa Itu Jurusan Kriminologi?

Kriminologi adalah disiplin ilmu dalam mempelajari penyebab kejahatan. Akan tetapi lebih dari itu, dengan memilih jurusan ini Anda pun akan mempelajari perilaku menyimpang yang ada di masyarakat. Anda pun perlu mempelajari perilaku manusia agar nantinya bisa mencari jalan keluar dalam mengelola ataupun menyelesaikan kasus kejahatan itu.


Jurusan Kriminologi Di Indonesia
Ilustrasi: Jurusan Kriminologi di Indonesia

Mahasiswa jurusan kriminologi harus ahli dalam melaksanakan penelitian sosial. Dimulai dari analisis perilaku hidup masyarakat, sampai menganalisis satu kasus menggunakan beragam data yang berasal dari beragam disiplin ilmu. Dengan memilih jurusan kriminologi, Anda pun nantinya secara langsung akan mempelajari bidang ilmu lainnya seperti sosiologi, antropologi, psikologi, politik, hukum, sampai jurnalistik.

Mungkin ada diantara Anda yang bertanya-tanya, sebenarnya apa perbedaan antara jurusan kriminologi dengan jurusan ilmu hukum? Walaupun hampir sama dikarenakan sama-sama bersinggungan dengan kejahatan, akan tetapi kriminologi tak sebatas menganalisanya dengan pasal, namun juga diharuskan menganalisa tingkah laku dari manusia yang melakukan tindak kejahatan. Hal itu juga termasuk lingkungan kejahatan pelaku hingga reaksi masyarakat pada suatu tindak kejahatan.

advertisement

Tak sebatas cara dalam menganalisanya, tindak kejahatan yang dianalisis oleh para mahasiswa pun beragam jenisnya. Beberapa contoh kejahatan itu antara lain seperti kejahatan internasional, terorisme, sampai kejahatan digital seperti cyber-bullying dan hacking yang masuk dalam kategori cybercrime.

Nah apakah Anda sudah bisa membayangkan keseruan kuliah di jurusan kriminologi? Jika belum, maka kami akan sedikit menjelaskannya. Dengan mengambil keputusan untuk kuliah jurusan kriminologi, Anda bisa menganalisa sisi gelap dan rahasia manusia.

Anda pun tak akan hanya duduk di kelas untuk mencermati penjelasan dosen saja, namun Anda juga bisa duduk dan diskusi dengan para penghuni penjara untuk mengetahui pelanggaran dan kejahatan apa yang telah dilakukan.

Jurusan Kriminologi Di Indonesia
Ilustrasi: Jurusan Kriminologi di Indonesia, source:freepik.com

Prospek Kerja Lulusan Jurusan Kriminologi

Untuk prospek kerja alumninya juga bisa dibilang cukup bagus. Dikarenakan alumninya memiliki kemampuan berpikir secara kritis, pandai dalam meneliti, serta memiliki kemampuan komunikasi dan analitis yang baik.

Maka dari itu pilihan karir pun sangat luas, seperti bekerja di Kepolisian, Kejaksaan, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Pertahanan, KPK, Badan Intelijen Negara (BIN), Badan Narkotika Nasional (BNN), dan sebagainya.

Lalu apakah kuliah jurusan kriminologi di Indonesia itu tak ada investigasi seperti pada serial Criminal Minds, atau mungkin seperti pada serial Sherlock Holmes yang selalu membawa lup kemana-mana?

Di jurusan kriminologi juga mempelajari teknik-teknik penyelidikan tindak kriminal. Tak hanya penelitian sosial, mahasiswa dengan jurusan kriminologi juga mempelajari tentang reka ulang perkara, olah TKP, rekam sidik jari, bahkan jejak darah.

Akan tetapi hal yang lebih penting adalah dengan memilih kuliah jurusan kriminologi mengharuskan Anda untuk mempelajari tentang kejahatan dan seperti apa pengendaliannya didasarkan pada penelitian secara empiris. Penjelasan, pemahaman, pencegahan, perkiraan, sampai kebijakan peradilan pidana mengenai kejahatan didapatkan dari penelitian kriminologi.

Apa sajakah yang dipelajari di jurusan kriminologi? Beberapa mata kuliah yang dipelajari oleh mahasiswa jurusan kriminologi antara lain seperti strategi pencegahan kejahatan, sistem peradilan pidana, etnografi kejahatan di Indonesia, kejahatan terencana, kejahatan lingkungan, kenakalan anak, jurnalistik investigasi, manajemen industrial sekuriti, analisis resiko kejahatan, psikologi kriminal, hak asasi manusia dalam perspektif kriminologi, bisnis dan kejahatan white-collar, pengendalian sosial kejahatan, dan lain-lain.

Untuk syarat masuk jurusan kriminologi apakah harus kelas IPA ataukah IPS? Untuk menjadi mahasiswa dengan jurusan kriminologi, baik di universitas negeri ataupun swasta, Anda tak diharuskan berasal dari kelas tertentu. Akan tetapi ilmu kriminologi tentu tak terlalu asing bagi Anda yang telah akrab dengan mata pelajaran sosiologi di sekolah.

Selain profesi-profesi konvensional pada bidang kriminologi, prospek kerja jurusan kriminologi lainnya yang termasuk konvensional diantaranya seperti kriminolog, jurnalis, analis intelijen, analis data, ataupun spesialis manajemen keamanan.

Dengan semakin meningkatnya angka kriminalitas di Indonesia, sementara pada sisi lainnya profesi kriminolog belum terlalu populer. Maka bukankah kondisi ini membuat prospek kerja alumni jurusan kriminologi cukup menjanjikan di waktu yang akan datang?

Universitas yang Membuka Jurusan Kriminologi

Untuk kampus atau universitas di Indonesia yang membuka jurusan kriminologi memang tak banyak. Universitas dengan jurusan kriminologi masih bisa dihitung dengan jari. Berikut tiga universitas di Indonesia yang membuka jurusan kriminologi:

Universitas Indonesia

Apakah Anda tahu bahwa jurusan kriminologi dikembangkan pertama kali di Universitas Indonesia? Hal ini berawal dari pendirian Lembaga Kriminologi pada Fakultas Hukum dan Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan tanggal 15 September 1948. Lembaga ini didirikan dengan tujuan untuk membantu proses peradilan pidana dengan pemberian keterangan dari para ahli.

Jurusan kriminologi kemudian resmi didirikan pada 1 September 1962. Lalu pada 1 Februari 1968 jurusan ini menjadi bagian Fakultas Ilmu Kemasyarakatan atau yang saat ini lebih dikenal sebagai Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik atau FISIP.

Ada tujuh konsentrasi di jurusan kriminologi Universitas Indonesia, yaitu kriminologi teoretis, konsentrasi penegakan hukum, industrial sekuriti, kepenjaraan, kriminologi jurnalistik, cyber crime, dan kejahatan transnasional.

Untuk biaya kuliah di jurusan kriminologi Universitas Indonesia adalah sebesar Rp 5.000.000 per semester untuk sarjana reguler dan Rp 8.500.000 per semester untuk sarjana paralel.

Jangan urungkan niat Anda untuk bisa mengenyam pendidikan, terlebih lagi untuk kuliah di universitas terkemuka seperti halnya Universitas Indonesia hanya karena soal biaya pendidikan yang tinggi. Jangan sampai lupa untuk selalu mencari informasi tentang biaya pendidikan itu sebab mungkin saja berubah pada tahun berikutnya.

Mengenai passing grade, sekalipun tak pernah dirilis resmi oleh institusi bersangkutan, kerap menjadi acuan lolos atau tidaknya seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN). Untuk jurusan kriminologi Universitas Indonesia pada tahun 2020 memiliki daya tampung 27, dengan keketatan tahun 2019 7,79%, dan passing grade 658,79, Akreditasi A untuk S1 dan S3, sementara kriminologi S2 akreditasi B.

Universitas Budi Luhur

Universitas Budi Luhur adalah satu-satunya universitas swasta di Indonesia yang membuka jurusan kriminologi. Jurusan kriminolog mendapatkan akreditasi Baik (B) pada tahun 2017 sesuai SK 5080/SK/BAN-PT/Akred/S/XII/2017.

Program studi kriminologi Universitas Budi Luhur mempunyai visi menjadi program pengajaran yang unggul pada bidang Jurnalistik Kriminal atau Crime Journalism dan Kejahatan Cyber atau Cyber Crime dengan basis riset aplikatif yang bermanfaat untuk masyarakat dengan didasari budi pekerti luhur.

Universitas Islam Riau

Apakah ada universitas di luar Jawa yang membuka jurusan kriminologi? Jawabannya adalah Universitas Islam Riau yang berlokasi di Pekanbaru. Jurusan kriminologi ini merupakan satu-satunya jurusan kriminologi di Indonesia yang sekarang ini diselenggarakan oleh kampus Islam.

Jurusan Kriminologi Di Indonesia
Jurusan Kriminologi di Indonesia, source: freepik.com

Bagaimana rasanya jadi mahasiswa kriminologi?

Kamu suka dengan film atau seri TV yang bertema detektif atau misteri? Kamu punya rasa penasaran yang tinggi dan prihatin terhadap meningkatnya angka kejahatan di dunia? Prodi Kriminologi bisa menjadi pilihan paling ideal buat kamu. Kuliah Kriminologi akan sangat seru dan menantang, dan pastinya akan membuka mata kamu akan berbagai rahasia atau misteri di balik berbagai kejadian tindak kriminal yang terjadi di sekitar kita.

Kriminologi itu jurusan yang berada di bawah Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik yang merupakan multidisiplin dari gabungan beberapa ilmu seperti sosiologi, hukum, politik dsb.

Ada 4 fokus yang dibahas yaitu pelaku kejahatan, korban, kejahatan itu sendiri dan reaksi masyarakat. Kriminologi ini berbasis ilmu sosial bukan hukum (kalo di universitas lain saya kurang tau).

Di Kriminologi kita diajarkan bagaimana menganalisis dan berpikir kritis dengan belajar kasus kasus kejahatan yang terjadi di masyarakat dengan teori teori yang ada, teori teori ini berasal dan dikembangkan dari teori sosiologi seperti teori Hirschi, Max Weber, Karl Marx dll.

Bagaimana prospek kerja lulusan jurusan kriminologi ?

Sebagai lulusan Kriminologi, prospek karir mu akan terbuka di berbagai lembaga penegak keadilan, seperti kepolisian, kejaksaan, dan kehakiman. Bisa juga menjadi Kepala security di perusahaan bonafid degan gaji gede.

Kalau kamu juga peduli akan tindak kriminal korupsi yang merajalela, sebagai lulusan Kriminologi, kesempatan kamu berkarir di KPK pun terbuka lebar. Kamu juga dapat menjadi jurnalis indepth yang menyajikan ulasan berita yang mendalam di media massa terkait tindak-tindak kriminal.

Kamu bisa bekerja sebagai jurnalis, sekaligus melakukan investigasi secara mendalam terhadap suatu isu/perkara. Berbeda dengan media yg mengangkat isu receh, misalnya saja Tempo, media yang identik dengan mengangkat isu berat dan kontroversi, karena dibekali jurnalis yg kemampuan investigasinya di atas rata-rata.

Apa Bedanya Jurusan Hukum dengan Krimonologi ?

Kriminologi tak hanya sekadar menganalisa suatu perkara melalui pasal, namun juga menganalisa tingkah laku manusia yang melakukan kejahatan. Termasuk dengan lingkungan kejahatan, pelaku, sampai pada reaksi masyarakat terhadap suatu kejahatan.

Kejahatan yang dianalisis pun bermacam-macam jenisnya. Beberapa bentuk kejahatan itu di antaranya adalah terorisme, kejahatan internasional, hacking dan cyber-bullying yang termasuk ke dalam cybercrime.

Kenapa di Indonesia hanya ada di 3 universitas ?

Demand/permintaan tenaga lulusan kriminologi memengaruhi jumlah jurusan kriminologi di Indonesia. Coba sesekali cek di situs lowongan kerja. Apakah banyak yang meminta lulusan dari kriminologi?
Bandingkan dengan lulusan sosiologi atau jurusan lain.
Dulu hasil pencarian nihil. Saat ini setidaknya masih bisa ditemukan 2–3 lowongan kerja yang meminta lulusan kriminologi melalui pencarian situs lowongan kerja.

advertisement

Saat ini setidaknya lulusan kriminologi sudah diakui (baca: disebut permintaannya secara spesifik) untuk bekerja di bidang riset, investigator keuangan, HAM, TOC, perempuan dan anak hingga isu pengawasan peredaran makanan. Bidang-bidang tersebut adalah hal-hal yang dipelajari dalam perkuliahan kriminologi.

Share Artikel ini ke Sahabat Anda
Pinterest Twitter Facebook WhatsApp
Tinggalkan komentar