4 Alasan Memilih Jurusan Psikologi yang Paling Fundamental

Apakah kamu adalah orang yang suka memerhatikan perilaku orang lain? Apakah kamu nyaman dan senang mendengarkan curhatan teman-temanmu?

Jika jawaban kedua pertanyaan itu adalah ya, maka kamu berarti cocok menjadi mahasiswa psikologi. Alasan memilih jurusan psikologi saat berkuliah sebenarnya beragam pada setiap orang. Ada yang hanya coba-coba hingga yang memang benar-benar suka.

Jurusan psikologi di beberapa kampus Indonesia tidak kalah bagusnya loh dengan jurusan psikologi di kampus-kampus luar negeri. Pasalnya, lulusan psikologi di Indonesia tetap bisa bekerja di dalam maupun luar negeri. Tergantung dari seberapa kuatnya si pelamar mencari kesempatan untuk bekerja dengan baik sesuai dengan jurusan tersebut.

Pada tulisan kali ini, kami akan memberikan beberapa alasan memilih jurusan psikologi bagi kalian yang mungkin sedang bingung ingin memilih jurusan apa saat berkuliah nanti.

Alasan Memilih Jurusan Psikologi

Alasan Memilih Jurusan Psikologi

Jika semua yang kami sebutkan di bawah ini sesuai dengan minat dan passionAnda, maka segeralah mendaftar pada kampus-kampus terbaik di Indonesia yang memiliki jurusan psikologi berkualitas.

1. Perspektif Baru dan Mampu Menilai secara Objektif

Psikologi sebenarnya berasal dari bahasa latin yang terdiri dari dua kata, yaitu psycheyang berarti jiwadan logosyang berarti pengetahuan. Jadi secara sederhana, psikologi yang sekarang kita kenal, dapat dimaknai sebagai ilmu yang membahas dan mempelajari tentang jiwa, entah itu manusia atau hewan.

Sementara itu, bagi Plato dan Aristoteles, psikologi merupakan ilmu pengetahuan, dimana kita mempelajari hakikat sebuah jiwa dari proses terciptanya hingga proses akhirnya.

Manfaat yang dapat dirasakan dari ilmu ini salah satunya adalah kita dapat memahami penyebab dari perilaku seseorang. Seringkali dalam keseharian, kita mudah menuduh seseorang sebagai seorang kriminal, misalnya, yang melakukan perbuatan tidak terpuji karena membunuh seseorang. Psikologi menuntun kita untuk dapat memahami bahwa ada maksud tersembunyi dari tindakan seseorang.

asan memilih jurusan psikologi

Apa yang kita lihat di permukaan belum tentu sesuatu yang benar. Bisa jadi seseorang yang melakukan pembunuhan, misalnya, didasari oleh motif sakit hati karena selama ini keluarganya direndahkan oleh korban.

Ketika memilih jurusan psikologi, Anda akan mempelajari banyak teori yang berhubungan dengan perilaku manusia. Sehingga dalam melihat suatu kasus pun Anda dapat secara objektif melihat mengapa pelaku melakukan tindakan tersebut.

2. Membantu Memahami Diri Sendiri

Selain memahami penyebab perilaku orang lain dan melihatnya dari perspektif yang berbeda, dengan mempelajari psikologi, Anda pun dapat lebih memahami diri sendiri.

Poin ini sebenarnya merupakan hal yang sangat penting sebagai bagian dari salah satu alasan memilih jurusan psikologi. Anda mungkin bertanya, mengapa saya harus memahami diri sendiri? Pertanyaan itu wajar dilontarkan oleh orang-orang yang belum terlalu mengenal dirinya.

Jadi sederhananya seperti ini. Anda mempelajari psikologi, Anda bisa menganalisis perilaku seseorang, dan bonusnya, Anda bisa memahami kepribadian seperti apa yang Anda miliki. Hal ini menjadi penting untuk membuka gerbang akan kedalaman pengetahuan Anda terhadap diri sendiri.

Ketika Anda tahu karakter yang Anda miliki, Anda paham watak buruk seperti apa yang harus Anda tekan dan watak baik seperti apa yang harus Anda tingkatkan, Anda dapat mengatasi berbagai masalah yang berhubungan dengan diri sendiri.

Alasan Memilih Jurusan Psikologi

3. Mendapatkan Perasaan Nyaman Sebab Mampu Berguna

Jangan bingung dulu. Maksud dari pernyataan di atas sebenarnya sangat sederhana. Ya, semua lulusan perguruan tinggi nantinya akan berguna di bidangnya masing-masing, tidak terkecuali jurusan psikologi.

Namun yang kami maksudkan adalah, dengan menjadi mahasiswa psikologi, Anda bisa mendapat perasaan nyaman setelah berguna, melepaskan stigma dan diskriminasi misalnya.

Banyak mahasiswa yang tertarik memilih jurusan ini karena mereka ingin berguna di masyarakat. Bayangkan saja ada orang mentalnya terganggu dalam artian dia sedang stres dan membutuhkan bantuan profesional seperti psikolog, psikiater, bahkan dokter jiwa, namun dihina sebagai orang gila oleh masyarakat sekitarnya.

Nah, mahasiswa psikolog memiliki kesempatan untuk memberi edukasi bahwa mental juga penting untuk dijaga kesehatannya, sebagaimana fisik.

4. Memberikan Pekerjaan, Mendapat Profit, dan Menabung Amal

Tidak perlu munafik untuk membicarakan gaji yang akan didapatkan oleh seorang psikolog. Sebab bagaimana pun semua orang memang butuh hidup dan hal ini tidak boleh diabaikan begitu saja.

Nah, ada beberapa pekerjaan yang bisa dijalani oleh seorang mahasiswa psikologi untuk mendapatkan uang dan meraih kehidupan finansial yang stabil. Tetapi jangan lupa juga, jurusan ini akan membuat Anda seperti menabung amal. Semakin banyak orang terbantu dan tercerahkan, semakin Anda berguna.

Beberapa prospek bagi lulusan psikologi yang tetap ingin bekerja di seputar jurusannya, sebenarnya sangat direkomendasikan melanjutkan pendidikan ke tingkat magister atau strata 2. Selain lebih fokus, bekal yang akan dibawa ke dunia kerja pun semakin lengkap.

Ketika Anda memilih jalan ini, maka Anda akan dihadapkan pada dua pilihan konsentrasi, yaitu psikologi klinis dan psikologi industri. Kedua konsentrasi ini tidak dipelajari secara mendalam pada S1, namun lebih dikhususkan pada S2.

Setelah lulus S2, Anda bisa memilih pekerjaan yang sesuai. Misalnya, jika Anda mengambil fokus psikologi klinis, Anda akan berada di pusaran rumah sakit, puskesmas, lembaga kesehatan, sekolah, hingga perusahaan.

advertisement

Banyak sarjana psikologi yang membulatkan alasan memilih psikologi klinis pada jenjang magister karena ingin menghapuskan stigma negatif yang terlanjur berkembang di masyarakat tentang gangguan kejiwaan.

Jadi dengan bergabung bersama rumah sakit, puskesmas, bahkan lembaga kesehatan, seorang magister psikologi klinis bisa mencapai cita-citanya untuk melihat Indonesia yang lebih inklusi bagi para penyandang disabilitas mental.

Sebab seringkali tidak bisa dipungkiri bahwa di Indonesia, para penyandang disabilitas mental ini masih mendapatkan stigma negatif. Penggunaan kata “orang gila” sebagai olok-olokan pun seakan dinormalisasikan. Hal-hal seperti inilah yang menjadi fokus dari para psikolog klinis.

Adapun kemampuan yang harus dimiliki jika ingin serius pada konsentrasi ini adalah dengan memperkuat pengetahuan dan keterampilan seperti observasi, wawancara, psikodiagnostika, hingga intervensi sejak masih duduk di bangku S1.

Semua ini wajib dipahami dengan baik, sebab nantinya psikolog klinis akan memberikan edukasi kepada pasien atau masyarakat dengan cara-cara yang membuat mereka nyaman dalam proses penerimaannya.

Di sisi lain, bagi Anda yang memilih konsentrasi psikologi industri biasanya akan bekerja sebagai seorang psikolog di bagian HRD atau Human Resource Department.

Deskripsi pekerjaannya pun berkutat di sekitaran proses rekruitmen, pengembangan, evaluasi, administrasi, dan konsultasi karyawan, bahkan hingga pemutusan hubungan kerja dari perusahaan kepada karyawan yang bersangkutan.

Pengembangan dan evaluasi karyawan dalam sebuah perusahaan atau sebuah industri, bisa sangat dipengaruhi oleh kerja-kerja dari seorang HRD.

Hal itu menjadi alasan memilih psikologi industri yang masuk akal, mengingat ketika ada karyawan yang bermasalah dan performa kerjanya menurun, seorang psikologlah yang berkewajiban mendengarkan, membantu, dan mengarahkannya kembali ke hal-hal yang positif.

Jurusan Psikologi itu seperti apa?

Psikologi adalah suatu displin ilmu tentang penelitian ilmiah tentang perilaku mental. Menjelaskan apa yang di lakukan dan bagaimana kita berperilaku, juga meneliti alur pemikiran dan alasan di balik sebuah tindakan.

Berapa Lama Kuliah Jurusan Psikologi?

Sarjana S1 bisa ditempuh dalam 4tahun dengan gelar Sarjana Psikologi (S.Psi).
Sebagian besar tingkat pascasarjana membutuhkan waktu minimal 1 tahun (untuk penuh waktu, untuk mendapatkan gelar MA).

Apa Bedanya antara Psikolog dengan Psikiater?

Psikolog dan psikiater sama-sama mendalami ilmu kejiwaan dan perkembangan manusia. Bednya adalah di treatmentke pasien.
Psikiater boleh memberikan terapi berupa obat-obatan atau farmakoterapi. Sementara, psikolog lebih fokus ke aspek sosialnya, seperti memberikan terapi psikologi atau psikoterapi.

Prospek Kerja Jurusan Psikologi Bisa Kerja Dimana?

HRD (Human Resources Development), Konselor, Psikolog/Psikiater, Guru Bimbingan Konseling, Dosen Psikologi. Terapis Anak Berkebutuhan Khusus, Guru Sekolah Kepribadian.

Apakah Bisa Kerja di Rumah Sakit?

Psikolog Klinis dapat memulai kariernya dengan join di rumah sakit, sekolah, atau perusahaan (human resource consultant). Selain itu bisa juga membuka praktik pribadi atau klinik.

Bagaimana Cara agar Bisa Menjadi Psikolog Profesional

Lulusan S1 Psikologi tidak otomatis menjadi Psikolog. Ada jenjang pendidikan S2 Profesi yang ditempuh untuk mendapatkan gelar profesi.
Skill dasar psikolog adalah sbb:
Kemampuan berkomunikasi, mampu menjaga rahasia. memiliki kesabaran dan suka mendengar, Memiliki moral dan integritas, memiliki empati yang tinggi dan yang terakhir fokus pada saat konseling.

Jadi begitulah pembahasan kita tentang alasan memilih jurusan psikologi pada artikel kali ini. Semoga bisa memberikan pengetahuan baru bagi Anda yang saat ini sedang bingung akan mengambil jurusan apa saat berkuliah.

Saran dari kami, sebaiknya Anda perhatikan minat dan keinginan terbesar yang Anda miliki. Sebab hanya dengan begitu Anda bisa mendapatkan hasil yang baik dalam perjalanan panjang Anda menjadi manusia yang berusaha memanusiakan manusia.

Bagikan Ke Sahabat Anda:
Twitter Facebook WhatsApp Pinterest

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *