5 Tips Menjawab “Uraikan Apa yang Menjadi Cita-cita Anda?”

Sesi wawancara kerja menjadi momen yang mendebarkan bagi para pelamar kerja. Setiap jawaban yang diberikan kepada tim HRD akan menentukan apa mereka layak direkrut sebagai karyawan di perusahaan tersebut.

Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan sekilas terdengar sederhana, tetapi harus dipelajari baik-baik. Salah satu di antaranya adalah uraikan apa yang menjadi cita-cita Anda. Jangan anggap sepele pertanyaan ini. Cita-cita yang dimaksud bukan sesuatu seperti bepergian ke luar negeri atau membeli rumah mewah.

Tim HRD ingin mendengar alasan Anda memilih posisi yang diincar sebagai cita-cita. Maka dalam artikel ini, Anda akan mempelajari seperti apa jawaban yang sebaiknya diberikan untuk meningkatkan peluang diterima sebagai karyawan tetap.

uraikan apa yang menjadi cita-cita anda

Memastikan pekerjaan impian sebagai cita-cita

Memastikan pekerjaan impian harus dilakukan jauh sebelum Anda mengajukan lamaran kerja ke perusahaan. Tak sedikit pelamar kerja yang kelabakan menghadapi pertanyaan uraikan apa yang menjadi cita-cita Anda gara-gara mengabaikannya. Mempelajari jobdesc dan mendalami skill yang diperlukan adalah salah dua cara yang membantu Anda menemukan pekerjaan yang pas.

Berdasarkan The Balance Careers, rekruter atau tim HRD biasanya menilai sekuat apa motivasi pelamar bekerja sebelum mempertimbangkan kecocokannya dengan posisi yang tersedia. Berikut ini terdapat beberapa tips untuk memaparkan pekerjaan sebagai cita-cita:

Deskripsikan pekerjaan impian

Career Sidekick dalam hal ini menyarankan pelamar mendeskripsikan pekerjaan impian kalau menerima pertanyaan uraikan apa yang menjadi cita-cita Anda. Misalnya, Anda mendambakan sebuah pekerjaan yang dapat memenuhi hasrat berkreativitas, menggunakan teknologi terkini, atau dapat membantu sesama. 

Pada tahap ini, Anda sebaiknya tak menyebutkan pekerjaan secara spesifik. Pasalnya, informasi tersebut akan dibutuhkan di tahap akhir serta memudahkan Anda menjawab pertanyaan berikutnya.

Sebut skill apa saja yang Anda gunakan

Menyambung dari poin sebelumnya, sebutkan skill apa saja yang akan Anda gunakan untuk membantu pekerjaan. Jawab sejujurnya kalau ada skill yang belum benar-benar dikuasai, tetapi Anda menyadari pentingnya skill tersebut. Hal ini pun akan menunjukkan bahwa Anda siap mempelajarinya dari nol selama meniti karier.

Di sisi lain, jangan malu juga memaparkan skill yang sudah dikuasi dengan baik. Bagaimanapun perusahaan tak mau ambil resiko mempekerjakan karyawan yang belum berpengalaman.

Menentukan goals (tujuan) yang jelas

Untuk membuat jawaban uraikan apa yang menjadi cita-cita Anda semakin solid, tentukan juga goals atau tujuan yang ingin dicapai dari pekerjaan tersebut. Biasanya, HRD akan menanyakan goals jangka pendek dan panjang kepada Anda. Gambarkan sebaik dan sejelas apa tujuan-tujuan tersebut yang dapat dipenuhi kalau Anda mengisi posisi yang mereka tawarkan.


Sama seperti menguasai skill, menetapkan tujuan juga menjadi nilai plus bagi perusahaan. Pasalnya, mereka tahu Anda punya keinginan kuat bekerja secara konsisten untuk memenuhi target.

Sampaikan nilai dan pemikiran pribadi yang dianut

Selain hal-hal yang bersifat profesional, pemikiran dan nilai yang bersifat pribadi pun dapat Anda sampaikan di sesi wawancara. Mengapa demikian? Karena dari sini tim HRD akan tahu faktor-faktor internal yang memotivasi Anda bekerja. Selain itu, mereka juga bisa menilai apa Anda mempunyai visi-misi serta tujuan yang sama dengan perusahaan.

Akan tetapi, pastikan porsi hal-hal positif untuk menanggapi pertanyaan uraikan apa yang menjadi cita-cita Anda tak terlalu mendominasi.

Menjelaskan motivasi untuk bekerja di sebuah perusahaan

Selain menguraikan pekerjaan impian sebagai cita-cita, pelamar juga biasanya akan mendapatkan pertanyaan seperti apa yang mendorong Anda untuk bekerja di perusahaan yang bersangkutan. Topik ini sama simpelnya dengan cita-cita, tetapi menjelaskannya asal-asalan tak akan membawa Anda pada posisi yang diharapkan.

Tips Wawancara Kerja bagi Fresh Graduated

Setidaknya ada tiga hal yang dapat Anda gunakan untuk menjawab pertanyaan ini, antara lain:


  • Sesuaikan keunggulan diri dengan perusahaan

Masih ada pelamar yang menjawab adanya lowongan kerja yang tersedia hingga memerlukan penghasilan tetap saat HRD menanyakan motivasi bergabung di perusahaan. Jawaban-jawaban ini memang tak sepenuhnya salah, tetapi akan menunjukkan kalau Anda tak benar-benar mengenali profil dan keunggulan perusahaan.

Jika pada uraikan apa yang menjadi cita-cita Anda jawabannya mengarah pada deskripsi jenis pekerjaan, maka untuk motivasi fokuskan pada keunggulan Anda. Sesuaikan faktor tersebut dengan kelebihan-kelebihan yang dimiliki perusahaan. 

Ingat, jelaskan sejujur mungkin, jangan terlalu banyak membual. Hubungkan keunggulan-keunggulan perusahaan tersebut dengan skill dan pengalaman yang Anda miliki.

  • Jelaskan hubungan skill Anda dengan posisi yang dilamar

Skill atau keterampilan tak dipungkiri berpengaruh besar pada pertimbangan tim HRD mengambil keputusan. Maka, sama seperti poin sebelumnya, jelaskan hubungan skill yang Anda miliki dengan posisi yang sedang diincar sebagai salah satu motivasi kerja. Dengan begitu, tim HRD bakal memasang prasangka dan ekspektasi bagus.

Bagaimana kalau Anda belum punya pengalaman kerja? Kaitkan skill tersebut dengan visi-misi perusahaan itu. Kuatkan juga jawaban untuk topik uraikan apa yang menjadi cita-cita Anda supaya penjelasannya tidak terasa kosong atau mengada-ada.

Gunakan kalimat-kalimat persuasif dengan bahasa yang sopan selama berbicara. Langkah ini dianggap akan meyakinkan tim HRD dalam menilai Anda sebagai sosok yang percaya diri.

  • Kaitkan tujuan atau goals dengan branding produk

Poin terakhir yang akan membantu Anda menjelaskan dorongan bekerja di sebuah perusahaan adalah mengaitkan goals dengan branding produk. Untuk hal ini, Anda sebaiknya melakukan riset dulu demi mendalami profil produk, termasuk performa mereka di pasaran. Bakal lebih bagus lagi kalau Anda mencobanya untuk menguji efektivitas produk perusahaan. 

Pendalaman seperti ini akan membantu Anda meyakinkan kalau goals yang dimiliki sesuai dengan branding produk. Bahkan informasi dari riset tadi bisa menambah penjelasan pada uraikan apa yang menjadi cita-cita Anda semakin kuat.

Kemudian, Anda juga tak akan setengah-setengah memperlihatkan antusiasme di depan tim HRD, karena sudah merasakan sebaik apa produk yang mereka pasarkan.

Tips Wawancara Kerja bagi Fresh Graduated

Contoh jawaban yang bisa diberikan pada sesi wawancara

Butuh gambaran jawaban seputar dua pertanyaan di atas? Penjelasan yang nanti Anda berikan sebenarnya tergantung pada topik yang ditanyakan. Sebagai contoh, berikut jawaban untuk uraikan apa yang menjadi cita-cita Anda mengenai pekerjaan impian:


Pekerjaan impian saya adalah yang dapat memberikan manfaat untuk orang dan lingkungan sekitar. Bekerja di perusahaan ini akan menjadi sebuah kehormatan, karena layanannya telah terbukti membantu banyak orang menjadi produktif. Saya juga akan senang menerima kesempatan untuk bergabung bersama tim yang tak pernah lelah berinovasi.

Sementara untuk motivasi kerja, jawabannya bisa berupa seperti ini (menyesuaikan potensi diri dengan kelebihan perusahaan):

Berdasarkan informasi di website resmi, perusahaan Anda punya visi-misi menyediakan produk skincare aman dan halal. Saya memiliki latar belakang pendidikan di Teknik Kimia yang diharapkan membantu perusahaan menyediakan produk terbaik di Indonesia.

Editor Choices :

Mudah-mudahan setelah membaca artikel ini, Anda semakin siap menghadapi pertanyaan-pertanyaan dalam sesi wawancara kerja khusunya pada bagian “uraikan apa yang menjadi cita-cita anda?” Tetap semangat dan kejar terus impian demi kehidupan yang lebih baik.

Tanggapan Netizen yang Budiman
  1. Terimakasih infonya sangat berguna buat saya untuk persiapan interview end user di BUMN. Sdikit banyak saya dapet gambaran jawaban seprti apa yang perlu disampaikan ke team HRD

Komentar / Pertanyaan