Mending PGSD atau PGPaud? Inilah 3 Kelebihan Kekurangannya

Menjadi seorang guru adalah pekerjaan yang sangat mulia, dan terkadang orang-orang masih merasa kebingungan ketika memikirkan apakah mending PGSD atau PGPAUD karena kedua jurusan ini sama-sama berkaitan dengan mengajar anak kecil.

Mungkin masyarakat lebih familier dengan jurusan PGSD, namun jangan salah karena PGPAUD pun juga memiliki prospek yang menjanjikan. Untuk membahas lebih jauh mengenai kedua jurusan ini, mari kita simak artikel berikut.

Mending PGSD atau PGPAUD

Bagi yang menyukai anak-anak terutama anak kecil dan memiliki ketertarikan tinggi pada sektor pendidikan, maka jurusan PGSD dan PGPAUD dapat menjadi pertimbangan yang sempurna.

mending pgsd atau pgpaud

Jurusan PGSD dan PGPAUD berorientasi untuk mendidik anak kecil agar mereka tumbuh dengan baik dan memperoleh ilmu dasar yang dapat membantu mereka pada jenjang pendidikan yang selanjutnya. Meskipun sama-sama mendidik anak kecil, namun jurusan ini memiliki perbedaan yang mencolok.

Perbedaan PGSD dan PGPAUD

Perbedaan antara PGSD dan PGPAUD tentu dapat dilihat dari berbagai faktor. Walaupun kedua jurusan ini juga mengajarkan ilmu parenting terhadap mahasiswa, namun dalam praktiknya terdapat beberapa perbedaan yang mampu membuat kedua jurusan ini tidak boleh disamakan begitu saja. Lantas, apa saja perbedaan antara PGSD dan PGPAUD?

1. Target Murid yang Berbeda

Sesuai dengan nama jurusannya, PGSD dan PGPAUD memiliki target murid yang berbeda meskipun keduanya sama-sama berfokus untuk mengajari anak kecil PGSD adalah Pendidikan Guru Sekolah Dasar, sehingga mereka akan berorientasi untuk mengajar anak-anak yang berusia antara 6 hingga 12 tahun yang memasuki usia di sekolah dasar.

Pada usia tersebut, anak-anak sudah mulai terbiasa dalam kegiatan membaca dan menghitung meskipun masih dalam kategori dasar dan belum bisa memahami pelajaran yang cukup rumit.

Terlebih, pada usia 10 hingga 12 tahun pelajaran yang diberikan pada murid sekolah dasar pun akan menjadi lebih rumit dibandingkan usia yang lainnya. Guru SD pun harus mampu menyediakan perangkat pembelajaran yang sesuai agar anak-anak dapat melatih dirinya sendiri dan mengembangkan kemampuan mereka.

Sementara itu, guru PGPAUD atau Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini akan berorientasi untuk mengajar anak kecil yang masih berusia dini, seperti umur 3 hingga 5 tahun.

Para balita itu akan diajari kegiatan yang berbeda dibandingkan anak kecil yang usianya memasuki usia sekolah dasar. Tidak hanya menjadi guru sekolah PAUD saja, namun lulusan PGPAUD juga masih linier dengan sekolah TK karena mereka sama-sama mengajari anak berusia dini.


Karena itu, guru PAUD harus mampu mengajari anak kecil dalam memperoleh ilmu paling dasar dan fundamental namun tetap membuat mereka merasa senang dan antusias dalam belajar.

contoh

2. Mata Kuliah yang Tidak Sama

Meskipun mirip, namun mata kuliah yang diajarkan untuk jurusan PGSD dan PGPAUD ini terbilang sangat berbeda. Bagi mahasiswa jurusan PGSD, mereka akan diajarkan mengenai materi-materi pelajaran sekolah dasar pada semester awal perkuliahan.

Kemudian, pada semester selanjutnya mahasiswa akan belajar lebih mendalam mengenai metode belajar SD, pengembangan kurikulum SD, profesi keguruan, dan mata kuliah lain yang dapat menunjang pembelajaran di sekolah dasar.

Beberapa mata kuliah yang akan ditemui ketika memilih jurusan PGSD adalah filsafat pendidikan, apresiasi sastra, bimbingan di SD, dasar manajemen pendidikan, dan lain sebagainya.

Sementara itu, mahasiswa jurusan PGPAUD juga memiliki mata kuliah yang beragam karena jurusan ini memiliki hubungan yang erat dengan ilmu lain. Beberapa mata kuliah yang diajarkan pada PGPAUD adalah perkembangan sosial dan emosional AUD, antropobiologi, perkembangan kognitif AUD, dan masih banyak lagi.


3.  Perbedaan Tema dan Judul Skripsi

Pada dasarnya, mahasiswa PGSD dan PGPAUD yang sudah mengambil skripsi akan selalu membahas segala hal yang berhubungan dengan anak-anak. Hanya saja, mahasiswa PGSD lebih terpaku pada skripsi yang membahas mengenai pendidikan anak sekolah dasar seperti analisis mengenai model belajar mereka, pendekatan saintifik pada suatu program, dan berbagai judul lainnya yang sangat berfokus pada bagaimana perkembangan pendidikan pada SD.

Sementara itu, jurusan PGPAUD lebih terbuka mengenai judul skripsi yang bisa dibahas karena mahasiswa PGPAUD dapat membahas mengenai beragam hal dan tidak hanya membahas mengenai analisis pendidikan saja.

Mereka dapat membahas mengenai ilmu parenting pada acara televisi, analisis pada film anak-anak untuk proses penanaman karakter disiplin AUD, bahkan membahas bagaimana orang tua berperan besar dalam perkembangan anak-anak. Tema skripsi yang bebas akan membuat mahasiswa menemukan sumber data dengan jauh lebih mudah lagi.

anak ceria

Plus Minus / Suka Duka

Jurusan PGSD dan PGPAUD memang masih menjadi jurusan yang kurang minat jika dibandingkan dengan jurusan lain seperti jurusan pada fakultas teknik atau ekonomi.

Padahal, seluruh jurusan kuliah memiliki tingkat kesulitannya masing-masing dan tidak bisa dianggap remeh begitu saja. Berikut adalah beberapa suka duka yang dirasakan oleh mahasiswa PGSD dan PGPAUD.

1.  Mahasiswa Dituntut untuk Menguasai Seni

Suka duka pertama yang dirasakan oleh mahasiswa dari kedua jurusan ini, terlebih jurusan PGPAUD, adalah mereka akan dituntut untuk menguasai seni. Beberapa kesenian itu terdiri atas seni musik dan seni tari. Mereka harus mampu melakukan gerakan tari menarik yang penuh energi dan mampu membuat anak kecil menirukan gerakan yang mereka lakukan.

Beberapa mahasiswa memang sudah memiliki bakat menari dari kecil sehingga hal ini bukanlah tantangan yang berarti, namun hal tersebut berbeda bagi mahasiswa yang selama ini tidak pernah belajar menari.

Mahasiswa yang baru belajar tentang tari secara otodidak harus mampu menari dengan baik sehingga mereka bisa membantu anak kecil untuk mengembangkan potensi kesenian tari mereka di masa depan nanti.

2. Mahasiswa Harus Bisa Berbagai Bahasa

Selain harus menguasai seni, mahasiswa PGSD dan PGPAUD juga harus mampu menguasai berbagai bahasa mulai dari bahasa daerah, bahasa Indonesia, hingga bahasa Inggris.

Hal ini karena ketika mengajari anak-anak, mereka juga harus dibiasakan untuk mendengarkan ungkapan dalam bahasa asing sehingga mereka akan merasa terbiasa ketika sudah memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi di kemudian hari.


3. Senang Melihat Anak-Anak yang Menggemaskan

Kelebihan yang bisa dirasakan ketika menjadi seorang mahasiswa PGSD dan PGPAUD adalah mahasiswa mampu melihat tingkah anak-anak yang polos dan menggemaskan.

Meskipun beberapa dari mereka memang cukup nakal dan jahil, akan tetapi senyum dan apresiasi dari anak-anak tentu akan menggugah semangat dari setiap mahasiswa. Siapa pun akan merasa bahagia melihat anak-anak yang antusias dalam belajar dan mampu diajak untuk mempelajari berbagai hal yang baru.

Editor Choices :

Setelah membaca artikel di atas, maka jawaban dari pertanyaan mending PGSD atau PGPAUD sebenarnya tergantung dari mahasiswa itu sendiri. Apabila tertarik untuk menjadi guru yang berfokus untuk mengajari anak kecil usia dini, maka PGPAUD adalah jawaban yang sempurna. Hal yang sama juga bisa diaplikasikan untuk siapa pun yang merasa tertarik untuk menjadi mahasiswa PGSD.

Komentar / Pertanyaan