3 Contoh Teks Negosiasi di Sekolah Singkat dan Strukturnya

Negosiasi merupakan istilah lain dari tawar menawar. Dalam kehidupan sehari-hari, tentunya kita seringkali melakukan negosiasi dalam berbagai hal. Karena itu pada kesempatan kali ini kami ingin mencoba mengulas lebih jauh tentang negosiasi beserta beberapa contoh teks negosiasi di sekolah yang dapat kalian pelajari nantinya.

Pengertian Teks Negosiasi

Negosiasi merupakan proses tawar menawar antara satu pihak dengan pihak lain yang memiliki kepentingan berbeda guna mencapai satu kepastian berupa kesepakatan bersama. Aktivitas negosiasi sangat umum terjadi di lingkungan masyarakat, terutama dalam kegiatan jual beli.

Teks negosiasi sendiri memiliki arti berupa suatu teks yang berisi kalimat-kalimat kesepakatan tentang persoalan yang terjadi antar dua pihak atau lebih yang dibutuhkan dalam rangka menyelesaikan permasalahan.

Contoh Teks Negosiasi di Sekolah

Perbedaan utama dari teks negosiasi dengan teks lain ialah pada kalimatnya yang bersifat deklaratif, ungkapan persuasif, serta argumentasi yang berdasar (sesuai fakta). Teks ini juga selalu menggunakan pasangan tuturan berupa pihak yang memerintah dan yang memenuhi perintah.

Tujuan utama dari teks negosiasi yaitu berupa kesepakatan yang saling menguntungkan. Namun ada juga beberapa teks negosiasi yang tidak berakhir dengan kesepatakan antar kedua pihak. Salah satu alasannya ialah karena keduanya tidak menemukan penyelesaian yang mengarah pada tujuan praktis sebagai prioritas kepentingan bersama.

Sponsored Link

Struktur Teks Negosiasi

Untuk membangun teks negosiasi yang sempurna, dibutuhkan setidaknya 7 struktur yang wajib dipenuhi. Berikut diantaranya:

a)   Orientasi

Orientasi berisi kalimat pembuka semacam salam sebagai awal pembuka negosiasi. Pada bagian ini kedua tokoh harus sudah jelas, baik tokoh yang berperan sebagai pembeli maupun tokoh yang berperan sebagai penjual.

b)   Permintaan

Permintaan mengacu pada negosiasi harga suatu barang, jasa, atau suatu hal yang diinginkan oleh pihak pembeli. Permintaan biasanya datang dari pihak pembeli, namun terkadang dalam beberapa kasus permintaan justru diawali dari pihak penjual.

c)   Pemenuhan

Pemenuhan bisa diartikan sebagai kesanggupan untuk menerima permintaan dari satu pihak terhadap pihak lainnya. Dalam kasus jual beli, pemenuhan ialah kondisi saat penjual menyanggupi permintaan yang diajukan pembeli.

d)   Penawaran

Penawaran merupakan aktivitas perundingan antar dua pihak atau lebih hingga masing-masing mencapai kepuasan atau keuntungan. Dalam negosiasi, penawaran merupakan puncak atau inti dari negosiasi sehingga prosesnya bisa cukup panjang.

e)   Persetujuan

Persetujuan bisa diartikan sebagai kesepakan hasil dari penawaran. Jadi apabila negosiasi telah berhasil, maka salah satu pihak atau kedua pihak akan menyetujui penawaran tersebut. Persetujuan hanya dapat terjadi apabila penyelesaian telah ditemukan.

f)    Pembelian

Pembelian adalah keputusan dari pihak pembeli untuk mengakhiri proses negosiasi. Walaupun negosiasi telah mencapai persetujuan, bila tidak ada aktivitas pembelian maka bisa dianggap belum mencapai akhir kesepakatan.

g)   Penutup

Penutup merupakan bagian akhir negosiasi yang berupa ucapan terima kasih, salam, permintaan belanja kembali, atau kalimat perpisahan lainnya. Bagian ini sifatnya tidak wajib, sehingga banyak ditemukan teks negosiasi tanpa adanya penutup.

Contoh Teks Negosiasi di Sekolah

Contoh Teks Negosiasi di Sekolah

Negosiasi memang kerap ditemui di kegiatan jual beli. Namun sebenarnya banyak persoalan yang membutuhkan proses negosiasi untuk mencapai sebuah kesepakatan. Nah berikut ini kami berikan beberapa contoh teks negosiasi di sekolah yang diambil dari berbagai macam tema persoalan:

1.   Contoh Teks Negosiasi tentang Jajan di Kantin

Setiap istirahat kedua Ayu selalu jajan ke kantin langganannya di sekolah. Sebagai siswi SMA tentu ia hanya memiliki uang jajan yang pas-pasan. Saat itu ia hanya memiliki uang Rp6000 di sakunya, karena itu ia perlu memilih jajan yang murah namun mengenyangkan.

Siswi SMA: “Permisi Bu, eh dagangannya udah hampir abis aja, padahal baru istirahat pertama nih.”

Ibu Kantin: “Eh ada Dek Ayu, iya alhamdulilah tadi dapat banyak pesanan dari sekolah, katanya mau ada tamu guru-guru dari sekolah lain.”
Siswi SMA: “Wah mantap kalau gitu, lalu sekarang yang masih ada tinggal jajanan apa saja Bu?”

Ibu Kantin: “Ada donat, roti tawar, sosis bakar, donat, onde-onde, ketupat, lontong, gorengan, jajanan kemasan, mie instant, sama nasi kuning.”
Siswi SMA: “Baru hari ini saya lihat ada nasi kuning, sebelumnya tidak pernah jual ya Bu?”

Ibu Kantin: “Iya ini baru pertama kali jual nasi kuning, kemarin ada siswa lain yang minta nasi kuning jadi saya bawakan hari ini. Saya juga menyediakan untuk yang lain juga siapa tahu tertarik sama nasi kuning ini. Mau coba juga nasi kuningnya Dek?”
Siswi SMA: “Wah boleh banget, harga satuannya berapa Bu?”

Ibu Kantin: “Harga Rp6000 per bungkusnya. Karena nasi dan lauknya cukup banyak sebungkus pasti kenyang deh”

Siswi SMA: “Iya sih Bu, tapi karena baru pertama kali coba boleh dong harga per bungkusnya dikurangin jadi Rp5000 saja.?”

Ibu Kantin: “Kalau Rp5000 belum boleh, tapi khusus untuk Dek Ayu saya berikan harga khusus jadi Rp5500 saja?”

Siswi SMA: “Mmmm, gimana ya soalnya uang jajan saya tinggal Rp6000, yang seribu nanti buat beli minum Bu. Boleh ya Bu Rp5000 saja, itung-itung produk perdana sebagai pengenalan?”

Ibu Kantin: “Ya udah boleh silakan, khusus hari ini saya berikan harga khusus untuk nasi kuning, tapi besok harga sudah normal lagi ya!”

Siswi SMA: “Iya Bu Terimakasih, kalau gitu ini uangnya. Saya beli nasi kuning sama air putih ya?”
Ibu Kantin: “Iya sama-sama, ini nasi kuning sama airnya.”
Siswi SMA: “Saya bawa ke kelas saja ya Bu, sepertinya ini hampir jam masuk kelas. Saya minta kantong plastiknya ya Bu.”

Ibu Kantin: “Iya, ini kantong plastiknya?”
Siswi SMA: “Kalau begitu saya permisi dulu!”
Ibu Kantin: “Baik, silakan.”

Contoh Teks Negosiasi di Sekolah

2.   Contoh Teks Negosiasi di Sekolah tentang Study Tour

Study tour di sekolah SMA Harapan akan dilakukan menjelang liburan setelah ujian semester. Karena waktunya sudah mendekati liburan, maka wali kelas meminta ketua kelas untuk mengumpulkan blangko pilihan lokasi study tour yang telah diisi siswa lain.

Guru Olahraga: “Untuk ketua kelas nanti setelah pelajaran olahraga Pak Guru selesai kamu disuruh menemui wali kelas di kantor.”
Ketua Kelas: “Oke baik Pak.”

Guru Olahraga: “Oh ya, katanya sekalian bawa blangko study tour yang telah dikumpulkan.”
Ketua Kelas: “Siap Pak, terimakasih infonya!”

(Setelah jam pelajaran olahraga)
Ketua Kelas: “Assalamualaikum, selamat siang Bu, apa tadi ibu memanggil saya ke kantor?”

Wali Kelas: “Waalaikumsalam, iya betul saya suruh kamu untuk mengumpulkan blangko pilihan yang telah saya berikan dua minggu yang lalu. Apakah saat ini sudah terkumpul semua?”

Ketua Kelas: “Saat ini baru 23 anak yang mengumpulkan ke saya. Ini bu blangko pilihan study tournya.”
Wali Kelas: “Lalu yang dua anak kenapa belum ngumpulin?”

Ketua Kelas: “Joni sudah seminggu sakit, kemarin baru pulang dari Rumah Sakit jadi belum bisa berangkat hari ini dan belum bisa ngumpulin. Sementara Eko katanya blangkonya hilang jadi tidak mengumpulkan.”

Wali Kelas: “Oke baik, untuk Eko nanti kamu bawakan blangko yang baru supaya diisi lagi ya. Kalau Joni tidak mengumpulkan tidak masalah.”
Ketua Kelas: “Oke baik Bu.”

Wali Kelas: “Setelah saya cek, hampir semua teman kelasmu memilih study tour ke Bandung ya. Apa ada alasan khusus?”

Ketua Kelas: “Selain banyak wahana yang menarik, kebanyakan dari kita memang belum pernah ke Bandung sama sekali jadi bisa sekalian jadi pengalaman baru. Kalau ke Yogyakarta sebagian besar dari kita sudah pernah waktu SMP, sedangkan kalau ke Bali biayanya yang kami tidak mampu.”

Wali Kelas: “Padahal kelas lain yang sudah mengumpulkan blangko, mereka kebanyakan memilih study tour ke Bali. Apa kelas kalian tidak mau ke Bali saja.”

Ketua Kelas: “Kalau keputusan kelas kami memang mayoritas sudah fix ke Bandung Bu, tidak mau ke Jakarta, Yogyakarta ataupun Bali. Jadi saya sebagai ketua kelas meminta untuk diprioritaskan ke Bandung ya Bu!”

Wali Kelas: “Ya sudah, kalau begitu nanti setelah semua pendapat siswa ke X terkumpul kami para guru akan rapat untuk berdiskusi seputar pilihan tempat study tour. Nanti Bu Guru akan coba sampaikan pendapat untuk memprioritaskan study tour ke Bandung.”

Ketua Kelas: “Kalau begitu terima kasih banyak Bu! Saya izin kembali ke kelas.”
Wali Kelas: “Ya silakan!”

contoh teks pengumuman di sekolah
contoh teks pengumuman di sekolah

3.   Contoh Teks Negosiasi tentang Belajar Bersama

Suatu hari semua murid kelas VII A mendapatkan tugas praktik melukis. Karena itu semuanya diwajibkan membawa buku gambar dan cat air. Namun sayangnya hari itu Indi lupa membawa cat air.

Sovi: “Hai Indi, nanti kita praktik melukis, kamu nggak lupa bawa buku gambar sama cat air kan?”
Indi: “Eh emangnya disuruh bawa cat air ya? Saya kira cuma disuruh bawa buku gambar sama pensil?”

Sovi: “Dasar kamu, makanya kalau guru ngomong dengerin dong! Ya udah buruan deh beli di koperasi siapa tahu ada. Tadi pagi Erma juga ke koperasi, coba tanya dia aja dulu!”

Indi: “Hai Erma, kamu tadi pagi dari koperasi sekolah ya? Disana ada cat air atau nggak ya? Saya kelupaan bawa cat air soalnya, hanya bawa buku gambarnya saja.”
Erma: “Iya tadi saya ke koperasi, disana tidak ada cat air. Tadi si Rendi mau beli juga nggak ada.”

Indi: “Duh gimana ini, padahal sebentar lagi kelas seni bakal dimulai, saya pasti dapat hukuman dari Bu Ningsih karena tidak bawa cat air.”

Erma: “Kalau gitu beli saja punya Mia. Katanya dia kemarin beli 2 cat air.”
Indi: “Mia! kamu katanya punya cat air 2 ya?”

Mia: “Iya Ndi, kemarin saya minta ibu buat belikan cat air, tapi malah dibelikan dua sekaligus, ya udah deh saya bawa keduanya, siapa tahu ada yang butuh.”

Indi: “Syukur deh kalau kamu punya dua, saya memang sedang butuh banget. Lupa bawa cat air soalnya, saya kira cuma disuruh bawa buku gambar. Ngomong-ngomong harga cat airnya berapaan?”

Mia: “Murah kok, saya jual aja Rp20.000.”
Indi: “Wah kalau Rp20.000 saya nggak punya, bagaimana kalau Rp15.000 saja, uang saku saya tinggal sedikit soalnya.”

Mia: “Hmmm, ya udah deh saya kasih harga Rp17.000. Tapi pas ya. Soalnya ini cat air kualitas yang cukup bagus, catnya cepat kering dan mudah diaplikasikan. Kalau beli di pasar pasti harganya di atasnya itu.”

Indi: “Bener nih nggak bisa Rp15.000? Soalnya uang saya tinggal Rp15.000 saja, nggak ada yang lainnya lagi. Bagaimana kalau saya tambah dengan pensil yang kemarin baru beli?”

Mia: “Kalau gitu boleh deh, kebetulan pensil saya sudah pendek banget dan rencana mau beli yang baru juga.”

Indi: “Oke deal ya, jadi saya bayar Rp15.000 + pensil. Ini uang sama pensilnya.”
Mia: “Ya, ini cat airnya. Kalau gitu terima kasih ya!”
Indi: “sama-sama Mia. Eh sudah ada bu Ningsih, ayo cepat kembali ke tempat duduk!”
Mia: “Oke.”

Contoh Teks Negosiasi Jual Beli di Pasar

Sebutkan Ciri-ciri Teks Negosiasi ?

Menghasilkan kesepakatan bersama diantara kedua atau beberapa pihak. Mengarah kepada tujuan yang dianggap praktis. Dapat saling menguntungkan untuk satu sama lain. Mempunyai kesamaan dalam tujuan.

Editor's Choices:

Itulah beberapa contoh teks negosiasi di sekolah yang bisa kalian contoh. Semoga bermanfaat!

Share Artikel ini ke Sahabat Anda
Pinterest Twitter Facebook WhatsApp

📢 Komentar / Pertanyaan


📈 Trending Topics
contoh teks eksposisi perbandingan dan strukturnya
contoh teks laporan hasil observasi
Contoh Teks Eksposisi Proses
contoh paragraf argumentasi singkat
Contoh Teks Eksplanasi Tanah Longsor
Contoh Analisis SWOT Produk Makanan
🎓 Info Kuliah
jurusan kuliah yang bisa kerja di kantoran
sekolah kedinasan di malang
cita cita yang cocok untuk jurusan IPS
sekolah ikatan dinas dengan gaji tertinggi
jurusan saintek unpad
Jurusan Kuliah yang Cocok untuk Orang Pendiam